Sketching and drawing for adults

Beberapa waktu lalu, saya dan teman2 kuliah ikut workshop sketching wajah untuk mengisi waktu luang di Community Coffee, Bintaro. Awalnya atas ajakan teman kuliah saya Sessa yang emang udah lebih dulu aktif di komunitas #curart dan udah sering bikin kegiatan melukis dan menggambar.

Sebenernya ini bukan murni pengen belajar gambarnya sih tapi awalnya pengen reunian, kumpul2 aja sama temen2, kangen karena lama nggak ketemu. Eeeh dilalah Sessa-nya sendiri di hari H nggak bisa ikutan karena anaknya sakit. Jadi saya bertiga ditambah 2 peserta lain.

Continue reading

Advertisements

A cozy little corner at Pullman – Thamrin

image

Masih lanjut cerita acara kawinan sepupu saya di hotel Pullman, Thamrin. Sewaktu lagi break selama 4 jam dari akad ke resepsi, kami sekeluarga nunggu di kamar hotel sambil sesekali mampir ke lobi hotel buat leyeh-leyeh, main-main, ngecharge hp, ngobrol endesbrey endesraw sampe bosen.

Somehow, setelah saya amati lagi, ternyata lobi Pullman ini keceh boleh loooh. So, saya jeprat jepret aja detail-detail yg cukup asik buat diliat dan dinikmatin.

Continue reading

Homy hotel ala Gran Mahakam

Seperti yg saya ceritakan sebelumnya, saya salahsatu fans hotel Gran Mahakam di jl.Mahakam, Jakarta Selatan. Sebagai salah satu saksi sejarah berdirinya hotel ini, mulai dari dulunya masih berupa satu blok rumah2 mewah plus the legend apotik Mahakam sampai akhirnya rumah2 itu didemolished dan dibangun hotel Gran Mahakam ini, saya ikutin perkembangan pembangunannya. Kebetulan temen kuliah saya ada yg sempat kerja praktik di kontraktornya.

Awalnya saya gak suka ada hotel dibangun di tengah area pemukiman, ganggu gimanaaa gitu, tapi seiring berjalannya waktu, daerah Mahakam, Bulungan dan sekitarnya berubah fungsi jadi area bisnis. Dan begitu si hotel ini jadi eeeh malah jatuh cinta loh bok.

Continue reading

Interiorgasm at Zara Home

image

Di hari libur Pemilu yg lalu, setelah selesai nyoblos dan makan siang bersama dalam rangka ultah bapak, sorenya saya dan adik saya iseng nikmati lengangnya Jakarta sampe akhirnya terdampar si Plaza Indonesia.

Sebenernya penasaran banget sih sama Zara Home. Kata adik ipar saya, barangnya bagusss bagusss bangettt (s dan t nya banyak saking takjubnya) dan dia yakin saya bakal ngiler abisss, gak mau keluar dari toko dan pengen beli semua isi toko.

Ooh well, mari kita buktikan. Dan ternyataaaa… Continue reading

Re-decorate I Menata ruang tamu

as published @ The Urban Mama – edited

Setelah kurang lebih 3,5 tahun menempati rumah yang kami huni sekarang, rasanya hasrat untuk mendekor ulang isi rumah uda ga terbendung lagi. Maksud hati mendekor seluruh isi rumah, apadaya budget juga yang menentukan.  Slowly but sure, first thing first.. Jadi saya gunakan skala prioritas, dimulai dari ruang tamu terlebih dahulu dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Rumah kami akan digunakan untuk keperluan pertemuan acara keluarga, sehingga akan lebih baik bila dalam menyambut tamu, rumah kelihatan rapi, bersih dan terawat
  2. Ruang tamu merupakan ruang pertama yang dilihat oleh tamu dan menjadi first impression dalam menilai karakter penghuni rumah
  3. Beberapa furniture di rumah, khususnya di ruang tamu merupakan barang peninggalan orang tua dan saudara yang usianya sudah belasan tahun dan kondisinya mulai kurang baik. Terutama sofa di ruang tamu usianya sudah 17 tahun belum pernah diganti cushion covernya, warnanya sudah pudar, bahannya mulai aus dan busanya pun sudah kempes. Beberapa perabot lama sudah dimodifikasi sesuai style rumah yang minimalis, tapi banyak juga yang masih apa adanya.
  4. Menata rumah dengan adanya balita memerlukan strategi khusus untuk menghindari resiko kecelakaan atas adanya barang pecah belah ataupun perabot bersudut tajam akibat aktivitas fisik balita yang masih dalam masa ekplorasi seperti berlari, memanjat, memukul, melempar dan sebagainya. Ruang tamu kami jarang digunakan untuk menyambut tamu dan anak bermain. Kegiatan menjamu tamu keluarga atau anak bermain biasanya dilakukan di ruang keluarga/ruang tv, jadi mendekor ulang ruang tamu diharapkan akan aman kerapihan dan kecantikannya dalam waktu yg cukup lama

Tantangan saya adalah bagaimana menyesuaikan bentuk rumah kami yang minimalis dengan memanfaatkan furniture model lama peninggalan keluarga dan dekorasi interior yang sudah ada, mengkombinasikan dengan hobi saya mengkoleksi elemen interior bernuansa etnik dan sesuai budget.

Nah! Rawck on your wild crazy brain idea. Buktiin ijasah hasil coret-coret 4,5 tahun ga sia-sia..

Time for re-decorate, re-design, re-arrangement. Something that i really love and passioned about for a very long time

So, let’s go hunting cinderella……….

Continue reading