Adik A 1st day at School

Continue reading

Advertisements

Don’t underestimate your child

Beberapa hari yang lalu, mas B diundang ke acara ultah temennya di waterpark. Judulnya aja udah waterpark, pasti acaranya berenang donk yaaa. Waaaaah, saya langsung panik karena mas B belum bisa berenang dan saya belum pernah ninggalin mas B berenang sendiri tanpa pengawasan saya. Selama ini kalau berenang ya pasti ada saya atau bapaknya.

Ibuk seneweeen…

Untungnya diadainnya hari Jumat dimana hari kerja nggak terlalu padat dan kok ya pas bos lagi gak ada. Jadi saya agak longgar untuk ijin pulang cepat. Well, the real boss kan actually yang ada di rumah, yeeekaaan. My family is my priority.

Begitu sampai lokasi, anaknya udah gak sabaran mau nyemplung sementara saya komat kamit kasih wejangan sana sini terutama dari segi keamanan selama di kolam renang.

Dan kekhawatiran saya ternyata tidak terbukti pemirsaaaa……

Dibalik keberanian seorang anak nyemplung, nyelem dan brenang sendiri menghadapi arus ombak dan dalamnya air kolam renang, ada seorang ibu yang ngintilin kemanapun anaknya pindah dari 1 kolam ke kolam lain. Si ibu selalu bawa pelampung dan handuk, sambil tereak2 parau galau “INI PAKE PELAMPUNGNYA DULU. JANGAN JAUH2 BERENANGNYA. JANGAN KESITU, JANGAN LARI, SINI AJA. HEEEIII”, sambil ngerekam video dan foto buat bukti ke bapaknya kalau anaknya bener2 DIJAGAIN karena mindset “anaknya belum bisa berenang“. Ketatnya penjagaan Bodyguard mah lewaaaaat, masih ketat body ibunya 🤣

Malah kalau ada temennya yg ngajakin nyemplung si anak, saya yg nolakin “mas B belum bisa berenang” dan anaknya merengut “ssst, ibu jgn kenceng2 doonk“. 🐳

Ketakutan ibu dan bapaknya SALAH BESAR! cah lanang enjoy aja nyelem sana sini sama temen2nya. Pelampung dan ban renang yg saya bawa gag laku. Tinggal dimatengin gaya dan tekniknya aja biar renangnya makin heitsz kayak ibunya. Haaseeeik
Setelah yakin anaknya uda berani berenang sendiri, saya mlipir ngumpul sama bukibuk laen.

Moral of the story “DON’T UNDERESTIMATE YOUR CHILD“. He/she has the power to surprise you at any point of time. Just wait and see. I feel dejavu. Ini persis kejadiannya kayak waktu mas B usia 2 tahun 7 bulan baru bisa ngomong, sementara sebelumnya saya selalu khaaatir dengan speech delaynya. Begitu gong-nya, sampai sekarang anaknya malah nggak bisa berhenti ngomong. Kalau pas tidur aja tetiba sepi. Hahaha…..

I feel lucky that i can see my self another milestone of him at the age of 7 y.o. Maybe it’s just a little something macam remah2 rengginang, but IBU PROUD!!

Puasss berenang sampe 5 jam, itu jiga udah bolakbalik diingetin karena uda menjelang Maghrib. Belum juga keluar dari lokasi uda request lagi “ibu, besok kita berenang lagi ya disini”.

TK B to SD

Masih inget ya postingan saya tentang mas B naik kelas dari TK A to TK B   Insha Allah bulan Juli tahun ini mas B masuk SD. Dududu, ibu mulai mellow. Alhamdulillah, walaupun diawali dengan perjuangan speech delay tapi perjalanan mas B di TK B berjalan semakin lancar dan perkembangannya cukup signifikan, baik dari segi sosial emosi, kognitif, motorik halus, motorik kasar, fokus, konsentrasi dan baca tulisnya. Walaupun baca tulis nggak menjadi syarat utama masuk SD tapi saya sudah persiapan kursus privat di rumah untuk baca tulis. Belum bisa membaca 1 kata secara utuh tapi sudah bisa mengeja. Slowly but sure. Secara motorik halus juga masih ada yang harus dicermati terutama cara memegang pensil. Nggak ada hal yang major yang perlu dikhawatirkan, semuanya on track dan tetap butuh stimulasi yang konsisten.

Seperti tahun2 sebelumnya, kegiatan rutin yang diadain di sekolah antara lain:

Continue reading