Posted in Architecture & Design, Review, Travel stories

Taman Ujung Sukasada Karang Asem

image

#latepost

Tahun 2014 saya sempet jalan-jalan ke Taman Ujung Sukasada, Karang Asem. Seperti yang saya ceritakan di artikel Taman Air Tirta Gangga, sebenernya saya ke Taman Ujung ini dalam rangka nyasar. Hahaha, iyaah saya pikir Taman Ujung itu Tirta Gangga, ternyata beda. Hahaha… yawislah, kadung sampe dan honestly, kedua taman ini sama cantiknya.

20141213_133927

Seperti dikutip dari wikipedia

Taman Ujung Karangasem dibangun oleh raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik, yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pada awalnya luasnya hampir 400 hektare, tetapi sekarang hanya tinggal sekitar 10 hektare. Kebanyakan tanah tersebut sudah dibagikan kepada masyarakat pada masa land reform. Taman ini adalah milik pribadi keluarga Puri Karangasem. Namun pengunjung umum diperbolehkan mengunjunginya.

Taman Ujung dibangun tahun 1909 atas prakarsa Anak Agung Anglurah. Arsiteknya adalah seorang Belanda bernama van Den Hentz dan seorang Cina bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali). Taman Ujung sebenarnya adalah pengembangan dari kolam Dirah yang telah dibangun tahun 1901. Pembangunan Taman Ujung selesai tahun 1921. Tahun 1937, Taman Ujung Karangasem diresmikan dengan sebuah prasasti marmer yang ditulisi naskah dalam aksara Latin dan Bali dan dua bahasa, Melayu dan Bali.

image

Saya sukaaaak banget sama Taman Ujung Sukasada ini. Walaupun matahari lagi terik-teriknya tapi udaranya hadeeeem. Tamannya cukup luas dan sepi pengunjung, jadi kami puas banget ngelilingin taman ini. Tamannya cantik, pemandangannya pun cantik. Kita bisa lihat gunung dan laut di kejauhan. Apalagi hari itu langit lagi bening-beningnya, perpaduan hijau royo-royo, segernya air kolam, biru langit yang cerah dan teduhnya awan putih. Asli cantik banget kekayaan alam Indonesia itu.

Di taman Ujung Sukasada ada 3 kolam besar. Di salah satu kolam ada bangunan di tengah kolam, namanya Bale Kambang yang biasa dipakai untuk pertemuan dan jamuan makan tamu kerajaan (terbuka tidak ada dinding).

Kolam yang lebih besar ada jembatan yang digunakan untuk melintasi kolam. Ditengah kolam yang dihubungkan oleh jembatan, ada bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja Karangasem yang disebut Balai Gili. Karena bagunan peristirahatan raja ini terlihat menggantung, maka masyarakat setempat menyebutnya dengan nama istana gantung.

Arsitektur dari istana peristirahatan raja Karangasem ini unik karena menggabungkan arsitektur Eropa jaman pertengahan dan arsitektur Bali. Ciri khas dari arsitektur Eropa dapat dilihat dari kaca warna warni di dinding bangunanย peristirahatan raja, mirip seperti desain dari gereja yang ada di Eropa. Dari jendela dalam kamar peristirahatan raja, kita bisa lihat kolam dengan bunga Tujung / Lotus yang berwarna putih dan merah.

Ada satu hal yang saya sampe sekarang itu nyeseeeelllll banget yaitu saya nggak niatin dan nekatin naik ke atas tangga sampai ke dek atau Balai Kapal yang ada tiang2 bergaya Eropa. Kenapa kok nggak naik? Nggak ada yang nemenin, huhuhu. Balai Kapal ini adalah pintu masuk utama Taman UJung Sukasada yang dulunya berfungi sebagai tempat monitot bagi kapal2 yang lewat selat Lombok.

Temen saya dulu pernah foto prewedding di atas sana. Itu yaaa pemandangannya asli indaaaaaaaah banget. Asli saya nyeseellllll bangetngetnget. Kudu deh yaaa balik ke Taman Ujung lagi…. Bismillah ya Allah….

Ada 3 balai lagi yaitu Balai Bundar yang berbentuk bundar sebagai tempat sakral untuk raja bersemedi dan Balai Lunjuk yang ada diatas bukit tempat raja memberi petunjuk pada abdi kerajaan. Dari balai Unjuk ini kita bisa liat pemandangan Taman Ujung secara keseluruhan. Lagi2 saya nggak naik sampai ke atas sana. Satu lagi namanya Balai Warak yang lokasinya dekat Balai Lunjuk. Balai Warak memiliki fungsi spiritual yaitu sebagai tempat upacara nyegara gungung bagi keluarga Raja. Di balai warak ini ada 3 patung yaitu diatas patung badak, di bawah patung singa terbang dan paling bawah patung sapi.

Oh iya, harga tiket masuk sangat terjangkau loh dan kita akan dikasih brosur berisi informasi sejarah dan foto Taman Ujung Sukasada ini.

  • Tiket masuk, Rp 10.000 / orang
  • Parkir mobil, Rp 5.000 / mobil
  • Tiket masuk untuk photo shooting, IDR 600.000 (untuk semua krew)

Nggak perlu banyak cerita lagi ya, monggo dinikmati aja keindahan Taman Ujung Sukasada lewat hasil foto-foto dibawah ini. Dan buat temen-temen yang mau liburan ke Bali, pokoknya WAJIB dateng ke Taman Ujung Sukasada. Pasti langsung jatuh cinta!

 

Save

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

10 thoughts on “Taman Ujung Sukasada Karang Asem

  1. belum pernah ke sana walaupun saya orang Bali (Bali selatan)๐Ÿ˜€
    nanti mau ke sana ahhh..
    mitosnya kalo ke taman ini pacaran, bakalan putus.. mitos sih..
    btw, salam kenal mba shinta๐Ÿ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s