Posted in Architecture & Design, Daily stories, Do It Yourself, Tips

Sketching and drawing for adults

Beberapa waktu lalu, saya dan teman2 kuliah ikut workshop sketching wajah untuk mengisi waktu luang di Community Coffee, Bintaro. Awalnya atas ajakan teman kuliah saya Sessa yang emang udah lebih dulu aktif di komunitas #curart dan udah sering bikin kegiatan melukis dan menggambar.

Sebenernya ini bukan murni pengen belajar gambarnya sih tapi awalnya pengen reunian, kumpul2 aja sama temen2, kangen karena lama nggak ketemu. Eeeh dilalah Sessa-nya sendiri di hari H nggak bisa ikutan karena anaknya sakit. Jadi saya bertiga ditambah 2 peserta lain.

Terus terang, saya sejak lulus kuliah Arsitektur udah gantung pensil, penggaris dan peralatan gambar lainnya selama 18 tahun lamanya. Tangan udah kaku dan nggak luwes lagi.  Karena dulu terbiasa menggambar bangunan, gedung dan bidang2 jadi tangan juga terbiasa untuk membentuk garis2 lurus dan cenderung tegas. Naaaah tantangan kali ini adalah sketching wajah, walaaaah bener2 deg2an deeeh.

Guru kita mbak Muning adalah lulusan FSRD ITB, hasil2 lukisannya terpampang nyata di tembok Community Coffee. Tambah jiper deeh pas liat hasilnya.

Pagi itu kami diminta untuk membuat sketching wajah sendiri. Kami dibekali 3 kertas bertekstur, 4 jenis pinsil (paling tipis –> paling tebal: H, 2B, 4B dan 6D), penghapus dan rautan. Udah berasa anak TK yaaa, hahaha.

Awalnya kami diminta foto selfie dengan camera HP, lalu pelan2 mulai menggambar dimulai dari mata. Proses menggambar 1 mata aja ada kali 45 menit sendiri, hahahaha. Yabesss begimana yaa, grogi boook. Tapi abis selesai 1 mata, dilanjutin hidung, mata sebelahnya alis, bibir, bentuk muka, rambut dan jerawat2 lainnya. Tadaaaa, sketching profil wajah selesai dalam waktu 2 jam. Fiuh. Sama lamanya kayak saya lagi ngegambar alis, tapi ini udah jadi 1 muka dooonk. Hahahaha….

Asli loooh, mbak Muning nggak kasih teori apa2, semua learning by doing aja. Mungkin karena kita udah punya basic gambar yaa jadi dia cuma koreksi dan kasih masukan dikit aja, ini kurang apa itu kurang apa.

Kalau ditanya pun, dia jawabnya “udah bagus kok, udah mirip. Nggak apa2, cuma perlu banyak latihan aja”… laaaaaaah, piyetooo.

Saya sendiri sih banyak belajar dari sketching kemarin. Intinya, semakin lama melototin muka sendiri dan menuangkannya ke dalam kertas, saya jadi makin menyadari kelebihan dan kekurangan wajah saya. Ooooh, ternyata kayak gini tooh muka gue kalau diliat orang2. Sepet! Hahaha, maklum abis gambar berasa banget lapernya. Udah gitu ternyata muka saya harus banyak dipermak supaya garis2 kerutan dan darkspotnya berkurang. Kalau perlu dibotox, capek loh boook, bikin renderingnya. Hahaha…

Secara teknis, hasil sketching saya lumayan mirip dengan aslinya, ehem. Banyak yang mesti dibenerin sih, antara lain, proporsi bentuk wajahnya masih agak kependekan cenderung bantet macam kue yg nggak jadi, hahaha. Dagunya kurang panjang dan pipinya terlalu lebar. Karena proporsi mukanya terlalu besar jadi bagian rambut cuma kedapetan sedikit space di kertasnya. Haha modus aja sih niih sebenernya, karena emang bikin rambut itu lebih susah lagi supaya keliatan helai per helainya.

Tiap orang punya tarikan garis yang berbeda dan ini yang bikin ciri khas hasil gambar yang authentic artinya nggak bisa disamakan satu gambar dengan yg lain. Misalnya saya dan ketiga teman saya kan basicnya arsitek jadi tarikan garisnya lebih tegas, sementara peserta yang satu lagi basicnya gambar kaligrafi jadi tarikan garisnya pun lebih luwes. Kalau mbak Muning sendiri basicnya seni rupa jadi tarikan garisnya lebih “hidup”. Kalau gambar saya jadinya kayak kartun, hahaha….

Sampai di rumah, saya masih aja melototin hasil sketching saya. Kayaknya ada yang aneh deh tapi apa yaa… Ya elo, kagak digambar pun juga aslinya udah aneh, nyonyaaaah, hahahaha…. Oalaaah ternyata yaa, gara2 foto selfienya pake kamera depan HP jadi kan posisi muka terbalik kan tuh. Istilahnya mirroring, jadi sketching saya pun ikut kebolak deh tuh. Jadi harusnya jerawat saya aslinya ada di muka sebelah kiri jadinya di gambar adanya di muka sebelah kanan, dan begitu juga sebaliknya.

Mirip nggak? mirip kaaaaaan *maksa

Temen2 ada yang hobi gambar sketching juga nggak? share donk tipsnya….

Save

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

5 thoughts on “Sketching and drawing for adults

  1. Aku dari jaman kecil selalu kagum sama orang yang bakat gambar, karena aslinya aku memang gak bisa gambar blas. Cuma bisa gambar standar 2 gunung, jalan, sawah dan rumah, macam kita di SD dulu, wahahahha. Keren nih mbak shin kelasnya. Semangat terus “memperbaiki” wajah…eh sketsa wajahnya ya 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s