Posted in Architecture & Design

Ayo ke IKEA

1000px-Ikea_logo.svg

Siapa sih yang tidak kenal Ikea, perusahaan interior dan home appliances asal Swedia ini? Saya yakin semua orang, terutama keluarga muda tidak hanya kenal Ikea tapi juga jadi penggemar Ikea. Saya salah satunya. Bahkan sekarang muncul istilah baru FBI, Fans Berat Ikea. Hahaha, saya mau ikutan doonk jadi member FBI.

Apa sih yang bikin banyak orang ngefans maksimal sama Ikea?

Yang pasti karena desainnya modern dan kualitasnya OK punya, harga relatif terjangkau, konsumen dapat melihat dan memilih langsung produk yang didisplay secara cantik dan menarik di setiap bagian dalam tokonya dan tidak lupa juga kenyamanan serta keamanan dalam berbelanja di Ikea.

Setelah 2 tahun IKEA Indonesia didirikan di Alam Sutra – Serpong, terus terang saya belum pernah pergi/belanja di sana. Beberapa kali saya ajak suami, adik atau teman saya “ayo ke Ikea, ayo ke Ikea” tapi karena berbagai alasan terpaksa batal lagi, batal lagi. Jadi agak sulit untuk saya sharing pengalaman atau penilaian terhadap Ikea Indonesia.

Saya baru satu kali belanja di Ikea, itupun di Singapore dan sudah lama sekali, tahun 2008 atau 2009 kalau nggak salah. Namun dari satu kali pengalaman ke Ikea tersebut, kenangannya cukup membekas sampai sekarang. Produk Ikea yang saya beli waktu itu handuk, selimut, tempat makan dan jewellery box. Semuanya masih awet, kondisinya bagus dan bahkan sekarang handuk dan selimut masih bisa dipakai sama anak2 saya. Keinginan untuk balik lagi ke Ikea masih tetap menggebu. Doakan ya semoga dalam waktu dekat bisa mampir ke IKEA Indonesia.

Anak saya juga punya beberapa produk Ikea hadiah ulang tahun dari teman antara lain tempat makan kodok hijau dan mobil-mobilan kayu

ikea mobil
Source: internet

Pertama kali munculnya isu Ikea akan hadir di Indonesia, sempat ramai pro dan kontra di kalangan teman-teman saya sesama arsitek dan design interior.

Dari hasil diskusi dengan teman-teman tersebut, saya ambil 5 poin harapan terhadap Ikea Indonesia.

1. Go Global, Act Local

Kekhawatiran akan hadirnya Ikea Indonesia akan mematikan bisnis interior lokal ternyata tidak terbukti. They are all live, still have their loyal customer and grab their own market.  Namun akan lebih baik bila Ikea Indonesia juga menggaet industri lokal dalam proses produksinya atau menggunakan bahan-bahan lokal Indonesia dan menyesuaikan dengan karakter dan selera pasar Indonesia.

2. Modern Design with contextual concept

Saya suka sekali membaca katalog Ikea. Menurut saya, mayoritas produk Ikea mengikuti style Eropa yang modern, minimalis dan klasik. Mungkin karena perusahaan ini berasal dari Swedia.

Tidak ada salahnya Ikea juga membuat desain yang beradaptasi dengan lingkungan di negara tropis Asia seperti Indonesia. Selain itu juga bisa menggabungkan unsur Eropa yang dibawanya dengan keragaman dan keunikan desain/style dari berbagai macam daerah di Indonesia untuk memberikan nilai tambah bagi pasar Indonesia sendiri.

3. Pricing strategy

Produk luar negeri atau import biasanya identik dengan harga mahal. Mungkin masih pada ingat saat Ikea mengeluarkan katalog pertamanya, di sosial media ramai muncul gambar yang membandingkan harga barang yang sama yang dijual di Indonesia, Singapore/Malaysia dan Eropa. Dari info yang tertera, harga produk Ikea di Indonesia dirasakan paling tinggi/mahal dibandingkan di Singapore/Malaysia dan Eropa. Hal ini terkait masalah konversi mata uang asing ke Rupiah dan ada komponen biaya pengiriman ke Indonesia.

Berkaitan dengan poin satu diatas, dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan bahan serta proses produksi dari dalam negeri diharapkan dapat terjadi efisiensi biaya sehingga harga produk Ikea lebih terjangkau lagi.

4. Consultation Corner

Display di dalam Ikea yang eye catching dan tertata apik sangat membantu pengunjung dalam memilih dan dapat memuncul ide atau membayangkan langsung interior seperti apa yang nantinya akan dibuat di rumahnya. Kadang ada juga pengunjung yang justru tambah bingung dan tidak bisa menentukan produk yang akan dibeli ataupun desain seperti apa yang diinginkan untuk rumahnya. Yaaa, karena semua produk Ikea bagus-bagus jadi pengennya diborong semua deh.

Nah disinilah peran desainer interior/konsultan yang ada di consultation corner (pojok konsultasi desain interior/rumah). Memberikan advis dan membantu pengunjung yang kesulitan menentukan pilihan barang ataupun desain sesuai selera, karakter dan budget.

5. Family Interior Shopping Spree

Pasti seru banget deh liat kehebohan keluarga muda mengikuti lomba belanja produk Ikea dengan modal tertentu dan kemudian membuat display interior salah satu ruangan di dalam rumah dengan waktu yang terbatas. Siapa tahu kan selesai lomba, produknya langsung dibeli dan dibawa pulang. Hehehe..

Haduh nggak afdol ya kalau saya cuma share harapan terhadap Ikea lewat tulisan aja tanpa share pengalaman langsung belanja di Ikea. Duuh penasaran, pengen buru-buru ke Ikea niiih dan siap-siap ngeborong. Aah haaii. yuk ikutan yuk. Ayo Ke IKEA…. pasti menyenangkan.

Artikel ini diikutkan dalam #TUMIKEAblogcompetition @theurbanmama

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

15 thoughts on “Ayo ke IKEA

  1. Pengeeen ke IKEA tapi kok kayaknya gak sempet-sempet, sejauh ini cuma mampu belanja ikea lewat akun titip beli. Duh kayaknya harus dijadwalin ke sana ya, secara IKEA Alam sutera itu kan sebenernya ga jau-jauh amat dari Cibubur kalo lewat tol 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s