Posted in Fashion, Review

Stay edgy with Oline workrobe

Kali ini saya mau cerita ah soal shopping alias belanja eeh atau lebih tepatnya soal trend fashion kekinian.

Boleh yaaa pemirsa…

Ngomong2 soal fashion, akhir2 ini saya lagi keracunan dan sakau beratsZ sama brand lokal yang namanya Oline Workrobe (OW). Saya kenal brand ini udah lama tapi baru 1 tahun terakhir ini aja jadi fans setianya OW. Karena saya orangnya gampang banget kegoda yaah ini juga sih hasil racunnya temen kuliah saya yang uda jadi kolektor OW sejak lama. Kolektor??? Iya temen saya itu bisa dibilang koleksi semua jenis model dan warna brand OW ini setiap ada trend baru yg dilaunch oleh Oline Workrobe.

Kalau diliat dari foto2 OOTD saya dibawah ini menurut saya udah menuhin lemari, koleksi temen saya mungkin bisa dibilang 2 sampe 3 x lebih dari koleksi saya. Ckckck *geleng2 kepala

Nggak afdol ya ngobrolin tentang brand ini kalau kita nggak kulik dulu siapa sih the woman behind Oline Workrobe. Well check this out…
Who is the designer behind Oline Workrobe? She is Oline herself.

As a citizen who was mainly raised in Jakarta, and still striving to love the city; I always wanted to create something different, something more into construction but not merely creating a physical building. With a background in civil engineering and fashion design, I’d come up with a thought, “Why not combine them together; a clothing line with a touch of deconstructed detail”. Furthermore, I used to find problem in finding an appropriate apparel to work; Finally, I’ve decided to create a ‘workrobe’ line called Oline. The motifs behind this brand, Oline, is my intention to provide more choices of office apparels; ‘workrobe’ that cross over a bit of their boundaries; but still shows durable design, with the ability to enhance every different characteristic to those who wear them. You can find a high-end construction in almost every apparel of this brand. Therefore, my goal is to help both, women and men live better through their clothes in their daily working life I’ve picked fabrics that consist mainly of basic prints (checked and stripes) and mainly in natural hues; to then reconstruct them into better apparel via playful shape and an upbeat silhouette; yet not forgetting the basic function of the apparel itself. I am fully aware that every individual has a different expression through apparels they are wearing, but still, Oline provides different range of choices to pick for different daily activities and moods. I want to ensure that every one who wears it will look chic, smart, modern, upbeat, and dynamic, yet still expose uniqueness of each.

Naaah udah tau kan siapa Oline itu. Ternyata sesama lulusan FTSP juga, pantesan desainnya kok click sama selera saya. Hahaha, nyama2in aja deeh…

Kenapa kok saya ngefans berat sama OW ini? OK begini ceritanya. Koleksi pertama saya beli kira2 2 tahun yang lalu warna pink di foto bawah ini. Abis itu lama nggak beli sampe akhirnya tahun lalu saya cuti melahirkan 3 bulan, saya punya kesempatan menikmati masa kebebasan dan want to reward my self dengan shopping dimana saat itu bentuk body setelah melahirkan yaa masih wassalam kaan.

Saya iseng lah ke beberapa butik brand lokal, salahsatunya Oline Workrobe ini. Sambil pilah pilih model dan fitting tetiba saya ngerasa kok baju setoko pengen saya bawa pulang semua yaaa. Hahaha, sayangnya isi dompet nggak mau diajak kompromi. Eetapiii kan bisa gesek kartu mbaksis. Ting ting ting *evilgrin

Ternyata ya sodara-sodara, saya love at first sight dgn Oline Workrobe ini karena style/modelnya emang nggak biasa. Oline berani main tabrak motif, warna dan bahan tapi tetep keliatan unik, modern, sophisticated dan nggak norak menurut saya. Edgy kalau kata orang bilang. Garis2 dipadu sama batik. Batik tabrak batik lg. Kotak2 item putih dipadu merah atau kotak lebih kecil atau polkadot. Warna merah disanding biru, orange, kuning, item dsb. Berani bikin potongan mirang miring dan asimetris (slewah kalau bahasa saya). Some of them i might say ada juga yang terlalu berani di”tabrak”in jadi keliatan terlalu rame.

Kalau saya pribadi masih cari model dan warna yang “aman” buat badan saya, modelnya long lasting, nggak ngebosenin dan yang paling penting ukurannya muat cyiiin. Catet! Penting!

Iyah saya suka OW karena size F nya cukup bersahabat utk ukuran semi big size seperti saya. Kalau yg ada sizenya mostly walaupun udah coba size L/XL kok agak kurang cocok ya. Jadi saya selalu pilih yg modelnya F loose. Untuk celana saya suka modelnya tapi belum ada yg muat di pinggang saya, padahal nyobainnya sambil tahan napas loooh. Sigh.

Satu hal yang saya kurang cocok dgn OW adalah cuttingnya. Untuk beberapa model sering saya ngerasa kependekan di bagian depan dan samping dan kurang lebar di bagian pundak dan lengan. Contohnya kayak yg saya pakai di foto atas (yg lagi duduk muka jutek, hahaha), sbenernya itu lengannya mreketet banget pas saya pake dan depannya agak pendek, makanya saya tutupin pake tangan, bukan apa2 takut udelnya masuk angin, hahahaha. Akhirnya saya hibahin ke adik saya deh. 

Saya prediksi sih cutting OW itu cocoknya untuk cewek tinggi +- 165 cm dan proporsi body atas lebih pendek dari body bawah dengan pundak datar (bukan bidang) dan otot lengan kecil. Gimana yaa deskripsiin, pokoknya gitu deeh. Yaaa dasar sampeyan aja kegedean badan mbaknyaaa. Hehehe…

Saya hunting OW ini dengan berbagai cara. Ada yg beli di bazaar Citos, di butiknya langsung, nitip temen yg lg ke butik, liat di IG trus pesen via WA dan beli online di web waktu sale. Satu cara yg blum saya coba adalah beli preloved atau new via hashtag IG reseller yg pernah dilakukan temen saya. Gilak kaaan sampe segitunyaaa, prelovednya aja laku loh cyiiiin.

Dari semua metode belanja, yang paling aman sih langsung ke butik  dan dicoba dulu sebelum membeli, secara harganya lumejen nguras kantong juga kan.

Ooh iya di butik OW ini dilarang foto baju2nya untuk menjaga orisinalitas desainnya supaya nggak dicontek toko sebelah atau ditiru modelnya. Yaah kreatif2nya orang, bisa aja beli bahan trus bikin ke tukang jahit sesuai hasil foto dari OW. Kalau nggak ketauan sih yaa nggak papa kaliyaaa, wong di IG dan web juga uda beredar kok. Hihihi…

Sedikit masukan aja untuk Oline Workrobe dari sisi quality control lebih ditingkatkan lagi karena ini mempengaruhi kualitas dari barang yang udah dibeli sama konsumen dan supaya konsumen puas. Selain itu juga kalau memungkinkan ada jasa after sales servicenya juga, jadi kalau misal ada konsumen yang butuh untuk dipermak sedikit bajunya, pihak OW bisa memfasilitasi.

Well somehow brand OW ini udah jadi brand sejuta umat nampaknya soalnya saya uda sering liat orang2 pake di mall dan bahkan ortu murid di sekolah mas B jg banyak yang pake. Dari stylenya uda ketauan sih ini pasti bajunya Oline. Saya sendiri hampir setiap hari pake koleksinya OW ini, ya ke kantor (terutama utk koleksi batik/tribalnya dan koleksi yg biasa tinggal tambahin blazer), ke mall, groceries shopping, ke sekolah, silahturahmi ke sodara/tetangga, liburan dll. Asli nyaman dipakenya.

Tapi santai aja, sepasarannya baju OW dimanapun pasti kamu nggak akan kembaran atau nemu yg sama persis. Pasti ada bedanya.

So, uda siap untuk hunting trend terbaru dari Oline Workrobe lagi? For sure 🙂

—- Stay edgy —

Save

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

2 thoughts on “Stay edgy with Oline workrobe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s