Posted in Review, Travel stories

Furama Xclusive Resort aka O-C-E-N by Outrigger

image

Setelah nginep 2 malam di Swiss-belresort Watu Jimbar, Sanur kami pindah hotel ke Furama Xclusive Resort atau sebelumnya bernama O-C-E-N (baca: ocean) by Outrigger selama 3 malam dr 12 Des 14 s.d 15 Des 2014.

Awalnya kami mau sewa vila atau apartment karena rombongannya ber- 4 dewasa plus 1 balita (ibu saya terpaksa pulang duluan ke Jakarta karena sakit) tapi setelah baca review dari turiskece.com, saya pikir boleh juga ni book yang 2 bedroom komplit ada living room dan fully equipped kitchen. Uda gitu lokasinya persis di seberang pantai double six, lumayan mengobati “kekecewaan” nggak bisa nikmatin pantai di Sanur sebelumnya. Uda gitu daerah Seminyak masih cukup terjangkau kalau mau cari makan dan pergi kemana-mana.

Satu concern saya waktu mau booking, karena lokasinya di double six yang mana jaman dulu kala itu ngetop sama dunia malam perdugeman jedang jedung sepanjang jalan sampe ke ujung pantai, saya khawatir gembreng-gembreng di malam hari bakal ngeganggu kenyamanan tidur keluarga kami. Belum lagi kalau tetiba pagi2 ketemu sama bule-bule mabok nggak pake baju kaaan. Hahahaha.. halusinasi tingkat tinggi. Etapii kalau ada yang review cocok buat family hotel, saya pikir nggak ada salahnya nginep disitu.

Lokasinya gampang banget kok. Kalau uda masuk daerah Seminyak dari arah Legian, belok ke kiri di jl. Arjuna, ikutin jalan teruus aja sampe mentok parkiran pantai, belok kiri, hotelnya di sebelah kiri persis sebelahnya Dejavu/Trattoria. Ada tulisannya “Furama Xclusive Resort” kayak foto diatas itu.

Terus terang penampakan hotel ini dari depan kurang meyakinkan dan begitupun lobinya. Lobinya sih biasa aja, cuma lucunya, dari lobi kita bisa liat orang2 yang lagi berenang atau nyelam di dalam kolam renang karena posisinya lebih tinggi dari lobi jadi kayak semacam aquarium di tembok gitu. Waaah, apa kata dunia kalau orang2 hotel liat penampakan saya pas brenang nanti yaa, nanti dikira ada ikan paus lewat, oh em ji, hahahaha.

Setelah check in, kami diantar ke kamar dan begitu masuk ke area kolam renang ternyata saya sukaaaak sama desain hotelnya.

Bentuknya kayak kubus susun berundak (jadi inget lego atau blok2 kayu mainannya Baron), layoutnya menghadap persis ke laut (walaupun lautnya gak keliatan juga sih), warna putih jadi kesannya bersih, terbuka (rawan kehujanan dan tampias), didominasi sama kaca baik di kamar, railing tangga dan balkon/jembatan (PR banget buat staff hotel untuk selalu bersihin kaca supaya tetep kinclong). Bener-bener berasa aquarium/etalase kalau lagi di dalam kamar. Hihihihi…

image
Kolam renangnya ada 2 macam. Kolam anak di atas, dalemnya +- 60cm, kolam dewasa yang bentuknya memanjang kayak aliran sungai dalemnya +- 1,5 meter. Di ujung kolam dewasa ada whirl poolnya, Baron senengnya malah berendem di whirl pool.

Yang saya KZL banget sama kolam renang dewasanya ini karena di dasarnya yg deket whirl pool itu ada gambar Ikan Hiu yg dibentuk dari tempelan keramik. Dan nggak cuma 1 tapi DUA IKAN HIU. Aslik bikin BT, benci, parno!! I hate shark!! Plak!!

image

image

image

image
Saya book 1 room with 2 bedrooms. 1 bedroom with king size bed untuk saya, mas D dan Baron, 1 bedroom with 2 single bed untuk mama mertua dan mbak. Posisinya cukup strategis karena deket sama lift dan tangga dan dari balkon bisa liat ke arah kolam renang/sunset view.

Kamarnya sendiri cukup luas dan lega, dapurnya bersih dan lengkap. Sayangnya kamar mandinya cuma 1 jadi kalau mau mandi harus antri deeh.

Selain itu saya ada beberapa masukan untuk di bagian kamar mandi.

1. Air yg di washtafel dan di showernya asyiiiiin. Setiap kumur gosok gigi dan wudhu tuh baru berasa banget rasanya, laaah trus badan dan rambut begimana nasibnya niiih, berasa mandi pake air laut?

2. Shower boxnya nggak ada pintunya jadi setiap habis mandi pasti airnya mbleber dan basah kemana-mana sampe ke area washtafel dan urinoir.

3. Handuk dan kesetnya tipis dan gampang sobek. Saya sih curiganya karena dicuci pake pemutih terlalu banyak jadi gampang rusak.

Untuk di beberapa spot bangunan juga saya liat ada yang uda bocel keramiknya, kolam ikan di lobi uda hijau lumutan kayak nggak pernah dibersihin dan bahkan di kolam renang anak ada kebocoran sedikit di temboknya. Mudah2an management hotel aware sama hal itu dan segera diperbaiki.

Waktu check out saya sempet sampein masukan saya itu ke resepsionisnya dan rencana mau kirim email juga give them some review and feedback for a better facility.

image

Diluar itu semua, saya dan keluarga cukup puas dengan fasilitas dan hospitality dari Furama Xclusive Resort.

Pagi2 bisa langsung joging dan main di pantai, beli nasi jinggo buat sarapan di depan hotel, belanja keperluan dapur di minimarket di kiri kanan hotel.
Kekhawatiran gembrang gembreng dari musik bar di kiri kanan juga nyaris tak terdengar.

Boleh laaah masuk daftar hotel keluarga kalau ke Bali lagi.

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

5 thoughts on “Furama Xclusive Resort aka O-C-E-N by Outrigger

  1. area situ jadi asik bgt euy, favorit gw jg nih skarang kl nyari keriaan apalagi kalau mulai sore….eh siang pun kalau mau sunbath juga sepi terus lunch nya di Resto Zanzibar, fave gw juga.

    btw sayang bgt ya udah bukan group nya Outrigger lagi…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s