Posted in Culinary therapy, Travel stories

Semalam di Batam dan Tanjung Pinang

Membuktikan sendiri kata pepatah “sekali dayung 2 -3 pulau terlampaui”

Pengalaman perdana

  • Day 1: sarapan di Jakarta 🛫 makan siang di Batam 🚗 makan malam di Tanjung Pinang 🚣‍♀️
  • Day 2: sarapan di pulau tengah laut 🏖 makan siang di udara ⛅ makan malam di darat

“Nyonyiaaah member BPJS” di sarang penyamun. Cewek satu2nya, sisanya bapak2.

  • Day 1 | Brangkat dr rumah Jakarta jam 4.30 dini hari…. sampai Batam going from 1 project to another project. … jam 17.00 nyebrang laut 1 jam ke Tanjung Pinang.. lanjut proyek from highrise buildings to “uka-uka” housing complex 👻…. baru check in hotel Tanjung Pinang jam 22.00 😴
  • Day 2 | Balik dr Tanjung Pinang ke Batam by boat jam 7.00… sampai Batam lanjut meeting di proyek.. jam 11.40 take off Batam to Jakarta ✈

Kapok koe ora son…. 💪 But it was fun though ………

Ini resiko yang harus saya hadapi selama berada di divisi yang baru. Nyonyah sekarang jadi ibu mandor. Hahaha. Pengalaman perdana begitu menggoda, selanjutnya…. hayati lelaaah baaaang. Hahahaha.

Lipenstip dari cetar sampe luntur, garisan alis dari nanjak sampe udah gak lempeng. High heels mana high heels??????? All i need is Chanel espandrilles 👟 **eeeaaa sendal karet udah paling jos laah

Rencana awal emang kita cuma mau kontrol proyek di Batam aja etapii temen2 di area Batam minta untuk survey proyek yg ada di Tanjung Pinang, ibukota kepulauan Seribu. Alih2 mau extend 1 hari lagi eeh malah nekat jalan malam itu juga. Jadilah mendadak nyebrang pulau yg saya nggak tau kondisi laut kayak gimana.

Itung2 nambah pengalaman traveling juga sih, tapi nggak gini juga kaliya. Untung saya orangnya sikasik aja dan siap ngebolang sama bapak2. Bener-bener cewek sendokiran book. Backpaking!

Apasih yg bisa dinikmatin di kota Batam dan Tanjung Pinang? Mostly pemandangan alam laut dan makanan seafoodnya. Sebenernya ada beberapa tempat wisata bersejarah yg bisa dikunjungi tapi kami nggak sempat kesana. Even rencana mau ke iconnya kota Tanjung Pinang, taman gong-gong juga ga sempat, padahal lokasinya persis bersebelahan dengan terminal ferry tempat kapal boat kami berlabuh.

Beberapa makanan heits yg sempet saya coba..

Cari duit gini amat yaaa 😅 tetep syukur alhamdulillah…….. it’s much more better than teman2 sejawat yg kita kunjungi di daerah2 tersebut.

Kebayang nggak? datang ke kantor bangunannya bau apek, ceiling bocor, AC rusak, kiri kanan meja kerja untuk penyimpanan barang2 nggak terpakai. Begitu pulang ke rumah kondisinya juga nggak lebih baik. Keluarga muda perantauan (suami, istri, bayi 3 bulan) tinggal di rumah besar peninggalan masa kejayaan jaman dulu, tanah super luas, atap bocor, ceiling bolong, tembok berlumut, pintu jendela rusak, banyak pohon besar dan konon “serem” adanya.

Ini baru 1 daerah looh yg saya kunjungi dan masih kota besar, apalagi di daerah terpencil, kondisinya ada yg lebih memprihatinkan lagi.

Bu Dendy mana bu Dendy 💸 *sebar euro

Well, dibalik kerempongan urusan kerjaan, saya berusaha menikmati perjalanan dan pemandangan aja. Dan akan lebih banyak lagi judul “Semalam di kota…….” dalam arti 1 malam yang sebenar-benarnya #bumandoronduty

Pun sepertinya perjalanan ke kota Batam dan Tanjung Pinang ini akan ada sesi lanjutannya dan saya coba untuk bisa lebih eksplore dari sisi wisatanya. Untuk sementara, saya kasih oleh2 sunset cantik dari Tanjung Pinang dulu yaa…

Wish me luck…..

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

4 thoughts on “Semalam di Batam dan Tanjung Pinang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s