Saya sudah divaksin

DUA KALI!!

Setelah keluar pengumuman bahwa Busui boleh dan aman divaksin C19, saya akhirnya memberanikan diri untuk ikut program vaksin dari perusahaan, bersama teman2 kantor saya. Pengalaman menjalani vaksin ke-1 dan ke-2 ini cukup memorable.

Diawali dengan pendaftaran melalui pedulilindungi.id, lalu kami mendapat jadual vaksin melalui sms dari 1199.

Saya dan teman2 kantor ikut program sentra vaksin bersama BUMN di Istora Senayan. Antrian diawali dengan muter2 melingkari Istora Senayan selama 3 jam. Walaupun disediakan tempat duduk tetep aja yg namanya antri lama itu nggak menyenangkan bro. Setelah 3 jam, lalu kami masuk ke dalam tenda untuk registrasi yg antrinya 1/2 jam. Lalu masuk ke dalam istora untuk cek kesehatan, setelah dinyatakan sehat (tensi dan suhu normal) baru boleh divaksin. Setelah vaksin selesai lalu diobservasi sebentar untuk melihat ada efek samping atau tidak. Overall sistem antriannya sih tertib teratur dan disiplin yaaa etapiii karena pesertanya amat sangat sungguh banyaknya TERLALU, saya antri sampai 4 nyaris 5 jam. Dari jam 11.30 s.d jam 15.30.

Kekhawatiran akan terjadi “cluster vaksin istora” baru untung cuma hoax.

Alhamdulillah saya nggak merasakan efek samping dari vaksin ke-1 tapi efek lelah, laparrrr dan betis cenut2 karena antrinya lama aja sih.

28 hari kemudian vaksin ke-2 jatuh di bulan Ramadhan dimana kita semua sedang berpuasa. Saya dan teman2 udah antisipasi bakal antri lama lagi, jadi datang lebih pagi, eh alhamdulillah antriannya hanya 2 jam aja. Dari jam 8 s.d jam 10 udah selesai. Kebetulan pesertanya jg gak sebanyak sebelumnya jd bisa lebih cepat. Efek ngantuk juga terjadi bukan karena vaksin tapi karena puasa hehehehe…

Suami saya juga sudah vaksin dari kantornya, ibu saya (lansia) bahkan vaksin lebih dulu daripada saya. Insya Allah, sebagai salah satu ikhtiar, usaha dan juga doa demi kesehatan kita bersama, yuk kita vaksin yuk…