Idul Fitri 1442 H

Lebaran tahun ke-2 di masa pandemi

Alhamdulillah saya, adik2 dan ibu saya tinggal berdekatan, jadi kami bisa sholat ied bersama2 di rumah, makan ketupat opor komplit dan sungkeman dengan ibu di Hari Raya Idul Fitri. Siangnya kami silahturahmi dengan saudara2 via zoom meeting. Alhamdulillah atas kecanggihan teknologi yang dapat mempertemukan keluarga yang berjarak dan mengumpulkan saudara yang berpencar di Jakarta, luar kota bahkan di luar Indonesia.

Ada rasa sedih, kangen, seneng, takut campur jadi satu saat nggak bisa kumpul, ngobrol dan ketawa ketiwi langsung dengan keluarga besar.

Dan satu hal yang nggak bisa kami lakukan di masa pandemi ini adalah nyekar ke makam bapak di Solo. Insya Allah doa yang dapat kami panjatkan untuk almarhum bapak dan saudara2 yg telah mendahului, dihijabah Allah SWT.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Taqaballallahu minaa wa minkum

Mohon maaf lahir batin apabila ada blogpost dan komen di WP yang kurang berkenan

Selalu menerapkan protokol kesehatan 5M, jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia. Semoga pandemi ini segera berakhir, Aamin yra

– xoxo –

Menu Lebaran

Oi oi… gimana udah bosen sama paket komplit ketupat, opor ayam, sambel goreng, gulai, rendang dan kawan2 bersantan lainnya? Hahaha… sebosen2nya kita makan hidangan bersantan, tapi tiap tahun pasti menu ini yg paling kita tunggu2, yeekaaan….. rasanya gak afdol kalau Lebaran tanpa makan ketupat dan opor.

Apalagi masih ditambah cemilan2 kue2 toples seperti kastengel, nastar, cheesestick, katetong, kue kacang dll. SEMPURNAlah Lebaranku……

Continue reading

Hari Raya Idul Fitri 1440 H

Bulan Ramadhan telah kita lewati

Sebulan penuh kita dikasih kesempatan untuk beribadah puasa, tarawih, berzakat, bersedekah, tadarus, itikaf dan ibadah lainnya untuk menambah bonus berkah, hidayah serta pahala dari Allah SWT

Sudahkah saya menjalani itu semua?

Sebagian kecil iya tapi masih banyak bagian besar lainnya yg nggak saya lakukan. Sangat jauh dari sempurna!!!!

Bahkan saya merasa Ramadhan kali ini banyak dosa dan noda yg saya lakukan yg saya sendiri ngerasa Astaghfirullah allazim, kenapa gue kayak gini ya? Kenapa gue begitu ya? Dan biasanya sadar itu datangnya belakangan….. ibarat nasi udah jadi bubur…

Mungkinkah ini yg dinamakan ujian? Entahlah….. tapi setelah saya sadar apa yg saya lakukan itu salah, saya cuma bisa sujud, berdoa mohon ampun sama Yang Maha Kuasa. Lillahi Taala..

And at the end of the month, kita semua ngerayain Hari Raya Idul Fitri. Ini juga jadi moment of truth buat saya makna arti hari kemenangan, bersilahturahmi dan bermaaf-maafan sama keluarga.

Sudah ngerasa menang? Belum sama sekali!! bermaaf-maafan? Insya Allah sudah tapi saya gak yakin apakah di masa berikutnya saya gak akan melakukan dosa yg sama. Ungkapan “mohon maaf lahir batin” gampang aja kita ucapkan, Insya Allah ikhlas Lillahi Taala, tapi hati dan perasaan gak bisa bohong, masih ada yg mengganjal. Sulit utk dihempaskan. Kuncinya belajar sabar, sabar dan sabar…

Terimakasih buat temen2 WP yg rela meluangkan waktu baca blog dan postingan saya baik yg isinya curhatan, sharing pengalaman, tips dan uneg-uneg lainnya. Yang isinya baik diambil hikmahnya, yg nggak baik anggap aja nggak ada, hahahaha…

Akhir kata kami sekeluarga mengucapkan..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H

Taqobbalallahu minna wa minkum
Shiyaamana wa shiyaamakum. Barakallahu fiikum

Mohon maaf lahir bathin apabila selama ini terdapat postingan dan komen2 yg kurang berkenan

Selamat Lebaran dan Happy Holiday yaaa……..

Berlibur saat cuti bersama Hari Raya

Halo loha laho… *lap debu dulu ya….

Gimana, netijen masih lancar puasanya? Mumpung masih suasana Ramadhan, mohon maaf lahir bathin ya, semoga Ramadhan manteman kali ini lebih berkah….

Ngomong2 soal libur Lebaran yg tinggal beberapa hari lagi… Siapa sih yg nggak suka berlibur? Apalagi liburannya bisa memanfaatkan waktu yg efektif dan efisien seperti saat cuti bersama hari raya. Sayangnya saya termasuk orang yg kurang efektif soal memanfaatkan jatah cuti.

Seperti tahun2 sebelumnya, setiap Lebaran saya dan keluarga liburannya berjemur aja alias ngangkatin jemuran karena PRT mudik. hahaha…

Padahal cuti bersama Lebaran tahun ini endeuss banget deeh. Sabtu to Minggu genap 10 hari. Waktu yg tepat sebenernya utk pergi berlibur karena waktunya lebih lama dan jatah cuti tahunannya bisa sisa banyak. Terutama untuk para pekerja kantoran.

Beberapa teman saya memanfaatkan momen ini utk berlibur. Berlibur disini maksudnya diluar dari tujuan/destinasi mudik ya, bener2 liburan/vacation gitu baik ke luar kota, ke luar negeri atau sekedar staycation di hotel. Boss saya bahkan setiap Lebaran pasti jalan2 keluar negeri karena orangtuanya udah nggak ada jadi beliau sekeluarga hanya menghabiskan waktu Lebaran hari pertama aja lalu lanjut jalan2 keluar negeri di hari kedua selama 2-3 minggu.

Ada juga yh staycation karena ditinggal PRT mudik, kl di rumah males kaliya gak ada yg ngeladeni jd better staycation..

Terus terang ide berlibur di hari raya ini nggak terpikir sama sekali. Buat orang konservatif macam saya gini, momen Lebaran itu yaa waktunya untuk keluarga. Quality time di rumah. Sesekali keluar jalan2 atau cari makan ke mall atau restauran.
Padahal yg namanya quality time kan nggak harus di rumah yaaa. Kalau dulu jaman alm. bapak saya masih ada, kan Lebarannya selalu di rumah karena bapak termasuk yg di”tua”kan, kalau ada keluarga yg tidak datang saat Lebaran sama sekali untuk urusan apapun (apalagi untuk urusan pribadi yg nggak berhubungan dengan suasana Lebaran) pasti udah dimarahin abisz. Dianggap tidak menghargai. Lebih baik terlambat daripada tidak datang.

Nah sejak bapak nggak ada, sepertinya momen silahturahmi/berkumpul saat Lebaran mulai kendur. Read: soalnya nggak ada polisi yg marah2in lagi, hihihi…. Beberapa keluarga juga mulai memanfaatkan libur Lebaran untuk jalan2 keluar kota dan keluarga negeri untuk vacation. Emang udah saatnya, generasi ketiga yg harus turun tangan untuk koordinir acara halal bihalal/silahturahmi keluarga sih.

Kalau keluarga kamu bagaimana? libur lebaran dipakai untuk kumpul keluarga di rumah atau berlibur keluar kota?