Weaning with drama

Penyapihan adalah proses memperkenalkan mamalia muda (termasuk bayi manusia) dengan sumber pangan dewasanya dan perlahan-lahan menghentikan pemberian air susu ibu (proses menyusui). Bentuk dasarnya adalah sapih, seperti bentuk kalimat, “Seorang ibu menyapih bayinya.” Proses penyapihan dianggap selesai bila sang anak sepenuhnya tidak lagi tergantung dari air susu ibu (tidak harus berhenti dari tindakan menyusu langsung dari tetek). Saat penyapihan berbeda-beda, tergantung kondisi induk/ibu dan anak. Pada manusia, penyapihan dianjurkan paling lambat dua tahun setelah kelahiran dan tidak dianjurkan untuk dihentikan sebelum bayi berusia enam bulan. Namun, ada kasus penurunan produksi susu pada ibu sebelum dua tahun, sehingga penyapihan dilakukan sebelum bayi berusia dua tahun. – sumber: wikipedia

….. itu praktik dan idealnya.

Kenyataannya si anak bulan depan umurnya mau 4 tahun dan sampai saat ini belum berhasil disapih/weaning. Emang masih ada ASInya? Enggak! “Nenen” hanya untuk “ngempeng”, cari nyaman, bonding anak sama ibu dan feel secure saat tidur.

How should extended breastfeeding supposed to? Do i do something wrong here? Gak malu uda segede gitu masih nen? Malu engga, capek iya….

Gak pernah terbayang sebelumnya bahwa proses weaning akan seSULIT itu. Sulit dari perspektif ibu karena gak berhasil memasukkan kalimat affirmatif ke telinga si anak, gagal menerapkan hipnoterapi yg konon katanya paling ampuh dan nyaman untuk proses weaning, gagal Weaning With Love. Proses weaning mulai dari yg paling halus bak ibu bidadari dengan kalimat2 penuh kasih sayang dan pengertian sampai yg paling drama bagai ibu monster penuh emosi membara, dan tantrum guling2an di lantai tengah malam. Hellow Terrible Three!!!

Jujur proses weaning ini bikin saya emosi terutama secara psikologis dan dampaknya gak cuma ke adik A aja tapi ke seluruh keluarga. Efeknya gak cuma saat proses weaning aja tapi di berbagai situasi. Saya juga mikir kayaknya adik A juga sedikit mengalami trauma dgn cara proses weaning ini. Adu kuat2n bertahan dengan tujuan masing2. Ibu bertahan untuk “weaning”, adik A bertahan untuk “nenen.. neNEN.. NENEN!…”

… dan drama ini sendiri berlanjut jadi separation anxiety setiap pagi ketika saya berangkat ke kantor. Bukan takut kehilangan ibunya tapi takut kehilangan gentong ASInya. Saya pernah tanya

I: “adek sayang sama ibu?”

A: “sayang”

I: “adek sayang sama “nenen””

A: “sayang”

I: “adek sayang sama ibu atau sama nenen”

A: …… diem lama, bingung….

OK, membandingkan kasihsayang dgn cara seperri itu is a bad way tapi saya udah hilamg ide. Only if i could ninggalin gentong ASI di rumah, maybe it would be the answer. Hahahahaha….

Apalagi ditambah baca2 di sosial media “kesuksesan” bukibuk yg berhasil weaning with love. Bukannya makin termotivasi justru bikin Sedih, marah, kecewa, desperate, kesel sama diri sendiri dan takut. I FAILED!!

Gak usah jauh2, kalau dibandingkan sama proses weaning kakaknya dulu (2 tahun 3 bulan) yg begitu indah dan mudahnya jadi berpikir, dulu bisa kok sekarang gak bisa? Yaaah, tiap anak beda karakter, beda treatment. Jadi orangtua ternyata susah, pemirsa……

Banyak sih yg kasih masukan pake ini, ina, itu.. dikasih tau anaknya mesti begini, begina, begitu… BEEN THERE, DONE THAT.. kecuali brotowali! Should i or shouldn’t i?

Ada juga yg bilang, uda dinikmatin dulu aja, nanti juga berhenti sendiri kalau udah “sekolah”. Tapi sampai kapaaan? Yaqin akan berhenti dengan sendirinya? I will not ended like artikel yg pernah saya baca di majalah ada seorang ibu di Amerika breasftfeed anaknya s.d usia 9 tahun. NO WAY!!

Support system gimana? They do good but not great enough. Karena memang si kecil satu ini karakternya spesial. Pepatah yg bilang “it takes village to raise a kid” bener2 kami rasakan sebener2nya secara harfiah. IT takes a whole village even a whole city.

The clock is tickling. Tetap usaha tiada henti apapun caranya dan doa. Semoga semua akan indah pada waktunya. Bismillah……..

Advertisements

21 thoughts on “Weaning with drama

  1. Shin, sori kalau pertanyaanku agak privasi. Apa ga merasa risih kalau anak sudah lengkap giginya dan masih nyusu langsung? Maksudku Ibunya yg risih, ada perasaan ga nyaman karena si anak giginya sudah lengkap, jadi menimbulkan perasaan ga nyaman saat nyusu.

    Like

    • zbethz says:

      Aku nimbrung ikut jawab ya Den 😄 Kalau aku enggak (menyusui sampai pas 2 tahun), gak ada bedanya dg pas blm ada gigi tp kayaknya tergantung anaknya juga ya.. Kan ada tuh anak yg suka gigit bahkan mluntir… Duh aku bayanginnya aja udah ngilu 🙈

      Like

    • Hahaha, bayi belum punya gigi sama anak udah punya gigi sama rasanya Den… gusi bayi itu tajem looh kalau untuk menyusui.. selama gak digigit gak masalah…. yg bikin gak nyaman sih lebih ke posisi tidur. Badan pegel dan kepala tengeng karena mesti tidur miring. Kalau menyusu sambil duduk, pegel gendongnya. Belum lagi kalau anaknya posisi akrobatik, jumpalitan, kepala dibawah kaki diatas (bingung kan ngebayanginnya),

      Like

      • Oh berarti beda2 yang dirasakan Ibu perkara anak menyusu langsung kalau giginya sudah lengkap. Ada yang risih, ada yang merasa ga ada bedanya dibandingkan saat belum bergigi atau giginya belum lengkap.

        Like

      • zbethz says:

        Ouch… Diiming-imingi mainan atau apa gitu nggak mau? Semoga segera dapat cara buat weaning ya say.

        Like

      • udah.. mulai dari afirmatif, ancaman sampai bribery.. dasar anaknya lebih pinter dan jago ngeles.. mainan dapat, nenennya tetep minta.. hahaha… padahal uda pake kata “janji yaa, kalau abis beli mainan gak nenen lagi”… ïya” jawabnya… janji tinggal janji… minggu2 ini lagi on process frekuensi berkurang dan diganti minta digaruk2 punggung sebelum tidur.. semoga pertanda baik…

        Like

  2. hi kak… kayaknya dulu aku pernah komen… sekarang pengen komen lagi karena aku pernah ngalamin hal yang sama… anakku yang pertama juga nyusu ampe umur 3 tahun lebih… dia baru bener2 stop pas aku hamil anak kedua, itu pun seminggu pertama masih nyusu, cuma perutku jadi agak sakit, dan mungkin rasanya buat dia juga uda ga enak atau uda ga keluar sama sekali kali ya, jadi tau2 stop sendiri… sekarang kalo ditawarin uda ga mau, tapi dedenya suka ga boleh nenen hahahaha…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s