Adik A 1st day at School

Waaaaaaaah anak ibu udah sekolaaaaah…. huhuhu cepet banget yaaaa…. perasaan baru kemarin melahirkan kok tau-tau udah sekolah main aja….

Adik A emang masuk sekolah lebih cepet dari mas B. Usia 2 tahun 11 bulan, playgroup A. Beberapa alasannya:

– Tumbuh kembang adik A boleh dibilang cepet dari temen2 sebayanya dan dari kakaknya dulu jadi saya pikir dengan bersekolah bisa diarahkan lebih baik oleh bu guru dibandingkan setiap hari di rumah dengan pengasuhnya yg akhir2 suka main gadget.

– Pendaftaran sekolah terutama di sekolah mas B dan adik A ini makin sulit jadi kalau nggak dari kelas paling dasar bakal nggak ada slot lagi.

– Antusiasme adik A untuk sekolah cukup tinggi, terbukti kalau mas B mau sekolah selalu minta ikut untuk anter atau bahkan minta nunggu di sekolah sambil main2.

– Jadual sekolahnya nggak terlalu padat, 2 – 3 kali seminggu dan hanya 2jam aja, jadi saya pikir nggak terlalu berat buat adik A. Cuma PRnya yaa adaptasi daei segi jam biologisnya aja sih, yg biasanya dipakai untuk tidur jd harus sekolah.

Berbekal pertimbangan tsb, akhirnya saya memberanikan diri mendaftarkan adik A dan alhamdulillah keterima.

Hari pertama dan kedua sekolah , saya anter dan tungguin di dalam sampai selesai. So far lancar. Awalnya masih belum mau ikut kegiatan, masih main sana sini sesuka hati. Hari kedua mulai lirik2 ke kegiatannya.

Berhubung masuk ke lingkungan baru, kegiatan baru, orang2 baru jadi perasaannya belum secure. Kalau saya menjauh sedikit dicariin. Kalau lagi asik main sendiri sebentar2 matanya nyari ibunya. Untungnya nggak samoe nangis atau mogok. Untuk adaptasi aqal, so far so good..

Hari ketiga, saya nggak bisa anter, jadi yg anter mbaknya dan eyangnya. Surprisingly, adik A mau ditinggal di dalem kelas SeNDIRI NGGAK PAKE NANGIS, sementara si mbak dan eyanhnya nunggu diluar. Anak ibu pinterrrrrr……

Hari ke-empat dan sampai saat ini, kondisi masih belum kondusif. Anaknya moody tapi kebanyakan masih minta ditungguin di dalem kelas karena dia ngeliat temen2 yg lain juga ditungguin. Kadang sama gurunya, si mbak disuruh diem2 nunggu diluar tapi begitu anaknya sadar dan nyariin mbaknya nggak ada, langsung nangis. Kalau nangisnya cuma sbentar biasanya guru bisa handle tapiii kalah nangisnya makin kejer biasanya mbaknya dipanggil untuk nunggu di dalem.

Setelah beberapa hari sekolah, diadain openhouse dan pertemuan orgtua murid dan guru. Di sesi itu, bu guru menyampaikan hasil screening/pantauan awal terhadap karakter dan kemampuan adaptasi anak di sekolah.

Dari hasil screening tersebut, bu guru menyampaikan kalau adik A ini potensinya cukup besar. Kebetulan kan dia emang paling tua di kelas tapi emang bodynya aja mungil.

Tingkat kemandirian adik A cukup tinggi tapi masih suka ke-distract dengan teman2nya yg belum mandiri. Jadi temen2nya ada yg tingkat ketergantungan dengan ibunya atau pengantarnya cukup tinggi. Ada juga yg malu2/takut bahkan setiap ke sekolah nangis. Naaah biasanya kalau 1 anak nangis, nular ke yang lain, termasuk adik A.

Seperti pengamatan saya sebelumnya, kemampuan adik A di sekolah juga udah keliatan lebih baik dibanding temen2nya. Motorik kasar, motorik halus, daya tangkap, logical thinking, kemampuan bahasa, respon dll. Yang masih jadi PR sih sosial emosi dan egoismenya terutama kalau udah nangis/ngambek atau mggak mau sharing/mau menang sendiri. Ngasihtaunya nggak bisa frontal tapi harus pelan2.

So far adaptasi untuk belajar sambil bermain di sekolah cukup lancar dan adik A pun senang ke sekolah.

Always be happy and have fun yaaa deeeek…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s