Pekanbaru kota seribu selembayung

Tepat seminggu sebelum kejadian penyerangan di kantor polisi Pekanbaru, saya dinas kesana.

Awalnya saya nggak punya ekspektasi terlalu tinggi terhadap kota ini. Yaaah paling seperti kota2 lain pada umumnya. Ternyata saya SALAH BESAR! Sebagai pemerhati kota dan penikmat bangunan, kota Pekanbaru menyimpan sejuta pesona keindahan kota dan nggak cukup bisa dinikmati hanya dalam waktu satu malam aja.

Kota Pekanbaru sendiri nggak terlalu besar. Pusat kotanya cuma ada di satu jalan sepanjang jl. Sudirman dari area atas sampai area bawah. Makanya kalau tanya lokasi/tempat yaa adanya cuma di wilayah Sudirman atas atau Sudirman bawah.

Banyak bangunan yg cukup iconic yg nggak cuma indah dipandang mata tapi punya filosofi dan memanfaatkan kearifan lokal yg cukup tinggi. Saya seneng banget kota Pekanbaru ini maju pesat dan modern. Harusnya bisa lebih sophisticated lagi kalau didukung sama pemerintah yg “jujur dan bersih”.

Baru aja mendarat dari pesawat saya udah dibuat takjub dgn keindahan bentuk bandara international Sri Sultan Syarif Kasim yang modern. Atapnya mengadopsi bentuk sayap burung/pesawat dan di depannya diberi aksen selembayung berwarn kuning keemasan khas kota Pekanbaru yg dibuat dgn nuansa modern.

Beberapa bangunan lain yg jadi favorit saya and i mean really makes me jawdrop..

  1. Kantor gubernur kepulauan Riau yang lama. Kesannya megah dan mevvah dengan bentuk atap Selembayung berwarna keemasan.
  2. Kantor gubernur Kepulauan Riau yg baru yg lokasinya tepat berasa di sebelah kantor lama. Kesan pertama lihat bangunan ini, modern pake banget!! Saya pikir saya lagi ada di Hongkong atau Beijing, ada bangunan yg mirip gini bentuknya. GILAK! Jakarta sebagai ibukota Indonesia aja gak punya bangunan sekeren ini loh.
  3. Perpustakaan Soeman HS yg bentuknya mengadopsi bentuk atap sebagai metamorfosa rehal Al Qur’an. Bentuk rehal merupakan filosofi dari ajaran Islam yg selalu menyanjung kebesaraan Allah SWT yg melalui firmanNYA menganjurkan kepada seluruh umatnya untuk senantiasa belajar dengan cara membaca IQRA. Saya sempat bela-belain masuk ke perpustakaan ini dan saya bener2 speechless laaah. Asli kerennya dahsyat bangetnget pemirsa!! Konon katanya perpustakaan ini didesain oleh senior kuliah saya dari hasil menang sayembara desain bangunan. Hhmm, saya mesti caritau lebih dalem ni. Detailnya sementara dinikmati dari foto2 dulu aja yaa…. pokoke kalau ke Pekanbaru wajib mampir ke perpustakaan Soeman HS.
  4. Gedung Bank Kepri. Sebenernya bangunan ini sih tergolong modern standard aja tapi karena letaknya ada di kota Pekanbaru yaa jadinya tetep keren juga sih.
  5. Mesjid Raya An-Nur yang dijuluki sebagai Taj Mahalnya Pekanbaru. Lagi2 bikin speechless and jawdrop saking mevvahnya.

Perpustakaan Soeman HS

Menikmati keindahan selembayung sebagai ciri khas lokal Melayu yang wajib ada di setiap bangunan di kota Pekanbaru.

Sebagai kota yang sarat akan adat Melayu yg mayoritas penduduknya beragama Islam, pastinya sangat akrab dengan pantun. Ada pantun yg cukup menyentuh yg saya temui di balai adat Melayu Riau dan pas banget timingnya saya share di hulan Ramadhan. Begini bunyinya…

Barangsiapa meninggalkan sembahyang

Seperti rumah tidak bertiang

Barangsiapa meninggalkan puasa

Tidak dapat dua temasya

Barangsiapa meninggalkan zakat

Tidaklah hartanya mendapat berkat

Barangsiapa meninggalkan haji

Tiadalah ia menyempurnakan janji

– Gurindam duabelas, pasal keempat, Raja Ali Haji –

Kota Pekanbaru juga punya jembatan yang cukup terkenal namanya jembatan Siak atau Lekton yg dibangun tahun 1973 sebagai jembatan tertua, termegah dan terpanjang di Sumatera (pada jamannya). Harusnya jembatan ini bisa seterkenal jembatan Ampera di Palembang sih tapi sayangnya nggak pernah dirawat jadi kondisinya nggak sekokoh dulu lagi. History jembatan Siak bisa cek disini

Kuliner kota Pekanbaru seperti kuliner masakan Melayu pada umumnya. Yang sempat saya cicipi yaitu lontong sayur gulai pakis, restoran pagi sore, sate padang, martabak mesir dan nyobain perdana teh susu telor buah pinang. Rasanya panas manis pahit agak seupeut gitusih. Konon kalau minum ini bisa menambah stamina. Oiya kota Pekanbaru juga terkenal dengan warung kopinya. Maksudnya yang bener warung kayak kopitiam gitu. Sayangnya saya belum sempat coba.

Kalau mau belanja oleh2 atau coba sarapan khas kota Pekanbaru lebih afdol ke pasar bawah. Saya belum sempat jalan2 kesana jadi gatau suasananya.

Lumayan yaa walau cuma semalam sempet datang ke beberapa tempat yg lokasinya berdekatan. Kapan2 kalau kesana lagi mesti eksplore yang lebih jauh seperti ke istana Siak, katanya cantik banget pemirsa.

Jalan2 ke Pekanbaru

Jangan lupa mandi pagi

Kalau diberi banyak waktu

Bolehlah kita berjumpa lagi

Kriuk………

Advertisements

4 thoughts on “Pekanbaru kota seribu selembayung

  1. beruntungnya dirimu walau hanya sebentar ke Pekanbaru ya mbak. Iya, liat dari foto2mu, bangunannya keren2 ya arsitekturnya. Semoga ke depannya Pekanbaru makin apik, baik tata kotanya maupun orang-orang yang menjalankan pemerintahannya. Amiiiin….

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s