Posted in Culinary therapy, Fashion, Retail Therapy, Review, Travel stories

Wiskul & hotel hunting at Jogjes 2017

Beberapa minggu lalu saya ke Jogja selama 3 hari dalam rangka survey untuk workshop kantor tahun depan. Agendanya hotel and culinary hunting, secara saya berangkat mewakili tim konsumsi (cucok kaaaaan) bersama teman saya dari tim akomodasi. Selama 3 hari asli ngukur jalan dari pagi sampai malam, kerjanya keluar masuk hotel sama cipicip makanan. Tempat2 yang kita datengin mostly hotel2 di seputaran Malioboro, ada juga yg agak jauh dari kota. Tadinya pingin saya review satu persatu tapi saking banyaknya yg disurvey dan diicipin sampe eneg sendiri. Hahaha. Ada kira-kira 10 hotel deh mulai dari bintang 3 s.d bintang 5.

Etapi kalau saya nggak bawa oleh2 dari perjalanan ke Jogjes kayaknya nggak afdol yaa kalau nggak dishare dimari. So, ini saya oleh2in 2 tempat makan yang lagi heitsz saat ini di kalangan traveler jaman NOW.

  1. Warung kopi klotok

Asli yaa saya tuuh nggak update banget sama lokasi wisata yg heits di Jogja. Tempat ini juga awalnya tau dari bos saya. Berhubung blio penikmat kuliner Jawa jadilah nama ini diagung-agungkan oleh blio. KEPO donk eke, apa sih istimewanya kopi klotok. Secara saya bukan coffee drinker jadi nggak pernah terlintas di benak saya untuk wiskul ke coffee shop atau warkop2.

Demi mengentaskan rasa penasaran saya sekalian survey lokasi, akhirnya kami sempet juga mampir ke tempat ini.

Awalnya agak amazed juga dengan lokasinya yang nyempil di area persawahan. Aje gileeee, warung kopi di tengah sawah gini kenapa bisa HEITZ banget ya. Rame banget book. Waktu kami sampai disana pas jam makan siang, parkiran mobil full dan ada rombongan bis juga. Di dalam ramai orang antri ambil menu andalan yaitu aneka sayur lodeh dan telor dadar krispy. Semuanya serba self service dan harus rela antri demi sejumput telor.  Yang nggak kalah endeuss juga yaitu cemilan pisang goreng dan jadah goreng.  Khusus untuk minuman bisa pesan di pelayannya.

Dan tentu saja saya coba semuanya doooonk. Hahahaha… laper apa maruk buk.

Bangunan warung kopi klotok sendiri asli dari rumah joglo limasan khas Jogja. Tempatnya cukup luas dan (Supposed to be) adem kalau nggak banyak orang karena langit2nya tinggi dan halamannya luas. Sebelahnya persis area persawahan. Area bagian dalam menyatu dengan dapur jadi rada panas karena dekat kompor dan bakaran arang.

Ternyata pemilik warung kopi klotok ini bule’ (bude)-nya temen kantor saya. Naah saya lagi coba cari tau awalnya sang bule’ kok punya ide buat bikin warung di tengah sawah gitu dan akhirnya bisa HEITSZ jadi lokasi wisata kuliner. Haha segitu penasarannya yes.

Sayur lodeh adalah menu favoritnya alm. bapak saya jadi bisa dibilang udah jadi menu makan keluarga sehari-hari. Menurut saya sayur lodeh di warung ini emang rasanya rasa rumahan gitu. Endeus siih, etapi terus terang kalau untuk dibela-belain makan disitu saya kok ngerasa nggak segitunya. Teuteup dengan pertanyaan kok bisa HEITZ banget yaaa?

Untuk lebih lengkapnya sila baca review dari mas Ardian

 

2. BALE RAOS

Rumah makan yang satu ini sih udah lama banget ya HEITZnya. Yang bikin rumah makan ini HEITZ ini adalah karena lokasinya ada di wilayah kraton Jogjakarta dan menu2nya pun pilihan masakan favorit Sultan Jogja. Jadi kita kalau makan di resto ini ibaratnya seperti dijamu layaknya makan masakan keluarga kraton.

Overall makanan disini sudah modifikasi antara masakan asli Jawa dengan perpaduan masakan Belanda. Waktu saya tanya sama petugasnya “mbak, makanan andalan di resto ini apa?” dan mbaknya jawab “bisa liat di menu yg ada tulisan masakan kegemaran Sultan Jogja bu” dan pas saya liat.. laaaaaah semua masakan ada tulisannya¬†masakan kegemaran Sri Sultan, hahaha, yang membedakan adalah ada yang kegemarannya Sri Sultan Hamengkubowono IX dan ada yang X.

Akhirnya capcipcup kembang kuncup, kami pilih beberapa menu dan semuanya endeeeeeussss. Asli nggak boong. Sebelum kita rencana mau makan disini, temen kantor saya sempet bilang “makanannya biasa aja Shin” tapi pas saya coba sendiri kok enak ya, cocok di lidah Jawa saya. Beda orang beda selera dan untuk yang bukan orang Jawa mungkin dirasa terlalu manis atau gurih gitu kaliya. Tapi waktu saya kesana kebetulan bareng temen2 kantor yg orang Sunda dan Batak, mereka enjoy2 aja kok buktinya piring kami ludes tak bersisa. Hahaha…..

Ada beberapa tempat makan lagi yang kami coba tapi kayaknya nggak se-heitz yang 2 diatas, jadi belum saya review dulu.

Selamat berwisata kuliner di Jogja…..

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

3 thoughts on “Wiskul & hotel hunting at Jogjes 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s