Posted in Health, Review

Review. Young Living Essential Oil

Saya sudah pakai Young Living Essential Oil (YLEO)  sejak setahun lalu, ini juga setelah baca-baca review dan forum selama beberapa bulan. Awalnya masih ragu2 mau beli karena harganya cukup tinggi.

Kenapa akhirnya mau coba pakai EO?

Cerita bermula di pertengahan tahun 2016 lalu. Sekeluarga flu, batuk, pilek sing ora uwis2 selama berbulan2. Pertama suami sakit, lanjut ke mas B dan adik A berbarengan, terakhir saya dan kemudian kembali ke suami dan begitu seterusnya. Capek donk bolakbalik dokter dan minum obat. Minum obat udah, minum vitamin udah, balurin minyak tawon, minyak telon dan brambang udah, pijet sama si mbok juga udah, makan buah, minum air putih, istirahat cukup, you name it lah udah semua tapi flu and cough nggak kunjung pergi juga.

Akhirnya saya coba beli YLEO ini. Sebenernya banyak sih merk EO tapi entah kenapa EO dari Young Living ini paling heitssszz. Konon Young Living memproduksi minyak esensial grade A yaitu 100% pure therapeutical-grade, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan terapi kesehatan fisik, emosional, maupun spiritual.

Yaa i know yang namanya EO itu sifatnya bukan menyembuhkan but at least i try just to make sure kalau EO ini beneran bisa berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah datangnya penyakit yang lebih parah.

Saya beli best sellernya YLEO, the must have item sesuai dengan kebutuhan yaitu:

  • Peppermint dan Lemon untuk meringankan sakit kepala, energy boost, melegakan pernafasan dan meredakan tenggorokan.
  • Lavender untuk memberi rasa nyaman dan baik untuk penyembuhan kulit
  • Thieves dan RC untuk immune booster
  • Digize untuk masalah pencernaan dan gastro

berikut dengan VCO-nya sebagai campurannya atau biasa disebut carrier oil. Sebenernya sebagai pemula disarankan untuk beli paket 1 set Everyday Oils Collection yang berisi 11 macam essential oils tapi bagi saya terlalu banyak. Makanya saya beli yang bener2 saya perlukan.

Young Living Essential Oil dapat digunakan dengan beberapa cara, antara lain dengan mengaplikasikan langsung pada kulit, disebar ke udara atau dihirup, digunakan untuk memasak makanan, membuat minuman, atau langsung dikonsumsi.

Saya sendiri biasanya pakai YLEO dengan dioles langsung di blakang telinga, leher, tengkuk dan telapak kaki. Cukup setetes dua tetes, kadang kalau kulit lagi sensitif saya dilute pakai VCO. Namapun Essential Oil, kandungannya cukup keras dan rasanya di kulit bisa celekit celekit. Kalau untuk anak2 pasti saya dilute pakai VCO dulu dan cukup setetes aja EO-nya. Kalau untuk anak2 menurut saya masih terlalu keras even udah didilute pakai VCO. Kulit anak2 sensitif kadang jadi bruntusan dan ada efek panasnya, jadi saya pakai EO lain yg lebih ringan dan emang dibuat khusus untuk anak2. Selain merk lain harganya lbh murah juga. Saya sih nggak saran pakai YLEO untuk anak2 dibawah usia 5-6 tahun.

Saya pun akhirnya beli diffusernya yang Dew Drop untuk dipakai di kamar tidur dan USB ORB yang rencananya untuk di kantor atau travel. Sayangnya saya dapat USB ORB Diffuser yang reject jadi dari pertama kali beli, ORB ini nggak bisa saya pakai. Mistnya nggak keluar. Saya sempat komplain ke penjualnya (saya beli di IG Olshop) dan sempat dikembalikan untuk direparasi tapi tetap nggak bisa. YL sendiri nggak punya service center di Indonesia. Akhirnya kompensasinya direfund 50%. Saya juga udah coba benerin di tukang langganan saya tetap nggak bisa dibuka juga domenya. Konon product Young Living nggak ada garansinya pula. Sigh. Bete luar biasa.

Don’t expect YLEO akan menyembuhkan penyakit karena ini memang bukan “obat”. Somehow efek soothing and relaxingnya emang juara banget. Thus buat immune booster juga.

Saya pernah coba YLEO lemon diminum setetes dua tetes dicampur air teh / air putih. Rasanya seger, tapi nggak berani sering2 karena takut gastronya kumat.

Saya hampir setiap malam diffuse YLEO sebagai pengantar tidur. Diffuser saya isi pakai air mineral sampai batas garis merah, lalu ditetes YLEO sebanyak 5 – 7 tetes untuk jangka waktu 5 jam. Serasa tidur di dalam spa. Aromanya bikin relax, udara terasa fresh dan melegakan pernafasan.

Saya udah repurchase untuk peppermint dan lemon karena ini emang MUST HAVE ITEM buat saya. Untuk varian lainnya nanti dulu deh, secara kebutuhan saya masih belum sebanyak itu dan pertimbangan harga juga.

Saya cukup tertarik dengan dunia per-EO-an ini, malah terpikir untuk belajar lebih dalam tentang RDT (Rain Drop Therapy) atau teknik pemijatan yang fokus pada telapak kaki dan punggung dengan menggunakan EO seperti ilustrasi dibawah ini atau bisa cek di Youtube

RDT

source: internet

Saya masih sangat pemula urusan per-EO-an ini dan pemakaiannya pun masih suka-suka sendiri, nggak sesuai pakem jadi saya masih butuh masukan dan saran. Ada yang udah pernah pakai Young Living Essential Oil? please share donk pengalamannya

Save

Save

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

5 thoughts on “Review. Young Living Essential Oil

  1. aku baru kemaren-kemaren nih diracunin sama Young Living. Tapi…masih deg-degan mau belinya *akhirnya balik pake Botanina lagi 😀
    lagi ngincer beli peppermint sama lavendernya nih mbak

    Like

  2. Pernah beli YLEO yang lemon karena ada teman yang jual…. buat ngasih aroma ke air putih karena suka males minumnya, hehehe. Seger banget sih memang aromanya, pas banget buat nyemangatin ketika lagi banyak kerjaan.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s