Posted in Review, Travel stories

London Trip 2016: Apartment Review

20161030_160236

Setelah mendekam cukup lama di draft dan ceritanya belum bisa move on dari London Trip yang lalu, kali ini sedikit review tentang penginapan kami selama #thedanielsgoestoUK #thedanielsgoestoScotland

Sesuai waktu dan kebutuhan selama di London dan Scotland, Kami menginap di 3 tempat berbeda, 2 kali di apartment dan hari terakhir di Hotel.

Keputusan kami menginap di apartment cukup tepat karena memudahkan saya untuk bebas masak sesuai selera dan laundry baju untuk dipakai selama traveling. 2 alasan ini penting banget buat kami yang baru pertama kali travel mancanegara dengan anak.

Berikut reviewnya

STUDIOLET – LONDON APARTMENT Bloomsbury

Apartment Studiolet didapat atas rekomendasi teman suami yang pernah tinggal disini. Lokasinya di Bloomsbury cukup strategis, tepatnya di Guilford Street depan hotel President. Bukan wilayah the “it”-nya London tapi mau kemana-mana deket. Pemilihan lokasi apartment  bagi saya yang penting dekat dengan fasilitas transportasi, tempat makan dan supermarket. Alhamdulillah ketiganya kami dapat di lokasi apartment ini.

Bloomsbury sendiri merupakan daerah perumahan, pendidikan dan bisnis. Banyak penginapan/hotel. Disini juga ada University of London dan RS/kampus kesehatan anak. Cuma 5 menit jalan kaki ke British Museum dan Russel Square Garden. Mau ke Russel Square tube station dan belanja di Tesco Express tinggal muter 1 blok. Ada mall juga tapi saya nggak masuk. Mau ke Big Ben cuma 10 – 15 menit naik bis (kalau nggak macet) dan 25 – 30 menit jalan kaki. Enak lah pokoknya daerah ini.

Awalnya agak underestimate dengan apartment ini eeh end upnya malah saya jatuh cinta dan it was the most favorite place dari 3 tempat yang kami inapi. Kami tinggal di kamar berukuran 3 x 6 m dengan tempat tidur, living room menjadi 1 dengan pantry dilengkapi kamar mandi dalam. Kecil but yet soooo cozy.

Proses booking dan payment semua diurus sama suami yang langsung berhubungan dengan keepernya yang cukup ramah, Monica lewat email. Kami dapat kamar di lantai basement. Awalnya saya kecewa, yaah kok kamarnya di basement persis di depan garbage bin dan gudang, bakal bau donk. Etapi saya malah bersyukur dapat kamar di basement. Keluar masuk apartment gampang, nggak perlu lewat lobi, tinggal turun tangga lewat pagar samping, masuk lorong belok dikit sampe deh. Kamar kami deket banget sama laundry room jadi bisa nunggu cucian di kamar sambil ngerjain yang lain. Garbage bin yang tadinya saya kira bakal mengeluarkan aroma nggak sedap masuk ke kamar, ternyata nggak sama sekali.

Fasilitas di dalam kamar juga cukup lengkap. Di pantry disediakan alat2 masak termasuk kettle listrik, kompor listrik, exhaust fan dan microwave, heater, alat makan lengkap, sabun cuci piring dan sabun cuci baju. Lemari baju persis ada di depan pantry. Di kamar mandi disediakan handuk dan toiletries kecil. Tempat tidurnya berukuran 160 x 200 m jadi agak sempit kalau untuk tidur bertiga. Kadang suami atau mas B gantian tidur di sofa besar yang bisa dibuka jadi bed di depan TV. Nyonyah SELALU tidur di kasur empuk dooonk. Hehehehe..

Dan yang paling bikin bahagia lagi, free wifi kenceeeeeeeeeng bangettttzzzz. Woohoo. Mas B merdeka banget main games dan nonton youtube sepuasnya di apartment.

Harganya juga cukup terjangkau untuk standard apartment di London.

Karena konsepnya self service apartment jadi segala sesuatu dihandle oleh penghuni termasuk kebersihan. Di lorong selalu disediakan vaccum cleaner dan bisa dipakai sewaktu-waktu. Kalau kamar mau dibersihkan oleh cleaning service ada charge tambahan.

photogrid_1477558718784

Kalau mentemen lihat ada rice cooker di foto pantry, itu bawa sendiri yaa dari Jakarta, nggak disediakan oleh pihak apartment. Qkqkqkqk….

Waktu kami mau check out dan pindah ke Edinburgh, sebagian dr koper2 dititipkan ke Monica untuk disimpan di gudang. Ternyata apartment ini udah biasa dipakai untuk traveller dan kadang mereka juga menitipkan barang2nya. So far sih aman.

Duuh sambil nulis saya tetiba kangen tidur di studiolet ini deeeeh….

NORTHBRIDGE LOFT No.28 – EDINBURGH APARTMENT

Apartment kami di Edinburgh lokasinya ada di Jl. North Bridge, sangat dekat dengan Waverley station, tinggal jalan kaki muterin blok sedikit 10 menit juga sampe. Seharusnya yaa 5 menit juga sampe looh tapiiiii berhubung Edinburgh ini daerahnya berbukit dan untuk menuju ke apartment jalannya nanjak jadi yaaa lumayan rontok pinggang niiih jalan kaki sambil dorong2 koper. Sebenernya ada jalan pintas tapi lebih perjuangan lagi karena berupa gang dengan tangga yang curam dan tanjakannya cukup tinggi. Sigh. Sama-sama nggak enaknya.

Northbridge loft no.28 ini lokasinya strategis banget. Persis di pinggir jalan besar yang kiri kanan pertokoan, coffee shop, supermarket, tempat makan dan selalu ramai. Depannya persis ada hotel Hilton. Dari depan sih sungguh nggak meyakinkan penampakannya, karena hanya berupa pintu kecil berwarna biru dengan tulisan samar-sama di dindingnya. Nyaris kelewatan.

Jarak dari apartment ke bus stop hop on hop off juga lumayan deket, jalan kaki 5 menit. Mau ke Edinburgh castle jalan kaki 10 menit. Enak deh pokoknya deket kemana-mana.

Begitu masuk ke dalam, kami disuguhkan lorong panjang remang2 dengan ceiling tinggi. Kesannya spooky. Liftnya aja masih jadul banget. Pintunya 2 lapis, dinding lift dilapis kayu dan tombolnya sooo vintage banget. Unik but me don’t like it.

Kamar kami ada di attic, lantai 5 paling atas. Kami naik lift dulu 3 lantai lanjut naik tangga 2 lantai. Saya dan mas B tugas bawa stroller dan koper kabin sih enteng ya. Yang kasian suami saya dooonk, harus nggotong koper big size berat 25 kilo. Makjaaan, sampai kamar langsung minta pijet. Huhuhu pukpuk suami.

Dari awal masuk sampai ke dalam kamar, kami sama sekali nggak ketemu siapa2. Ada 1 orang cleaning service aja. Semua komunikasi antara suami dan keeper hanya by email. Kunci kamar dan buka pintu utama pun hanya berupa kode2 yg tinggal dipencet macam pin atm. Mulai dari check in s.d check out, blas nggak ada yang bantuin.

Apartment di Edinburgh lebih besar daripada di London tapi modelnya njlekutit. Terdiri dari 3 ruangan: kamar tidur, livingroom yang jadi 1 dengan pantry + laundry machine (tanpa pengering, PR banget nih waktu mau ngeringin baju terpaksa dijemur di heater) dan kamar mandi.

Apartment ini didapat dari booking.com oleh suami. Harganya relatif lebih tinggi daripada studiolet tapi fasilitasnya lebih lengkap dan lebih canggih. Saya dan suami agak sedikit cenanak cenunuk setiap kali mau nyalain kompor listrik yang nggak ngeluarin panas tapi bisa bikin air mendidih dan telor matang.

Di booking.com apartment ini dapet review lumayan bagus tapi waktu kami nginep disana, pintu kamar mandinya mosok jebol dan nggak bisa dikunci. Jadi setiap lagi mandi harus diganjel pake keset atau ganjelan pintu. Wifinya pun lumayan kenceng walaupun nggak sekenceng waktu di Studiolet.

photogrid_1478045475320photogrid_1478045623498photogrid_1478047766768photogrid_1478047980201photogrid_1478048147207

Dapet kamar di attic bawa kelebihan tersendiri dibanding kamar di basement dekat garbage bin. Salahsatunya adalah view ke arah kota Edinburgh yang begitu cantiknya, walaupun agak ketutupan atap gedung sebelah tetep aja cantik. Tapi juga otomatis udaranya jadi lebih dingiiiiin, nggak berani buka jendela lebar2. Padahal lagi musim autumn loh. Nggak kebayang deh kalau winter saya pasti nyerah.

Lihat deeh sunsetnya cantik banget kaaan……

20161101_171836

Holiday Inn Hotel – Bloomsburry

Nothing much yang saya mau ceritain tentang hotel ini. Udah paling bener tinggal di apartment deh. Berhubung hari terakhir hanya tersisa 1 hari jadi emang satu2nya pilihan adalah tinggal di hotel.

Udahlah harganya paling mahal dibanding 2 apartment sebelumnya, kamarnya kecil, harus sewa extra bed pula karena tidur bertiga. Nggak bisa nyuci, nggak bisa masak, wifinya memble lagi koneksinya dan cuma boleh untuk 2 device. Untung cuma nginep semalam aja di hotel ini karena besoknya kami pulang ke Jakarta.

20161103_112442

Semoga reviewnya berguna untuk temen2 yg mau berlibur ke London dan Edinburgh.

Save

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

4 thoughts on “London Trip 2016: Apartment Review

  1. Hi Shinta,

    saya berencana untuk trip ke London pada liburan idul fitri tahun ini. Boleh minta kontak untuk studiolet yang kamu tinggali? Terima kasih sebelumnya. Great review.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s