Posted in Travel stories

London to Edinburgh by Virgin Train

20161030_072632

Hari ke 8 kami akan lanjutkan perjalanan dari London ke Edinburgh menggunakan kereta api. Sebelumnya udah diwarning teman suami kalau di tanggal 30 Oktober 2016 ada Daylight saving time yang artinya jamnya mundur 1 jam dari sebelumnya. Kalau HP pasti udah otomatis berubah waktu, tapi jam tangan harus di-reset manual.

Kami berangkat dari apartment ke Kingscross Station naik London cab jam 7 pagi. Sebenernya jarak dari apartment ke Kingscross station nggak terlalu jauh. Kalau naik bis 20 menit, jalan kaki 30 menit tapi berhubung kami bawa 1 koper besar, 1 koper cabin dan stroller jadi terpaksa naik taxi juga. Itung2 nambah pengalaman naik transportasi di London.

Sampai di Kingscross station masih sepiiii banget, tapi daripada ketinggalan kereta api lebih baik nunggu disana sambil leyeh2, ngeteh, jalan2 dan mantengin nomor platform yang akan dituju (yang baru muncul 15 menit sebelum KA-nya datang)

Kingscross station ini bentuk bangunannya bagus. Perpaduan gedung stasiun jaman dulu dengan tambahan rangka baru yang lebih modern. Persis di seberangnya ada St. Pancrass station. Sekilas dari luar saya lebih suka facade St. Pancrass karena lebih artistik dan kesannya lebih “London”.

Pagi itu udaranya lebih dingin dari biasanya, atau sayanya aja yang nggak biasa liat London di pagi hari yaa. Biasanya kan keluar apartment baru jam 9 pagi sementara hari itu jam 7.30 pagi uda sampai di stasiun. Diluar gloomy banget dan berkabut. Setiap ngomong pasti keluar asap dari mulut. Hooooh…. wangii kaan, udah sikat gigi kok. Hahaha

Kingscross Station

20161030_072622

 

20161030_07313120161030_08094120161030_081313

 

St. Pancras Station

Platform 9 3/4

Pas lagi duduk bengong nggak sengaja saya liat beberapa orang nempel-nempel di tembok sambil foto-foto. Ngapain sih? Penasaran doonk saya deketin, eeaaaa ternyataaaa ada PLATFORM 9 3/4 -nya Harry Potter kakaaaaak. Persis di sebelah trolley ada tokonya juga donk. Hahaha, kemane aje mpook baru sadar. Asli yaa pagi-pagi suasananya masih sepi bangetnget, nggak ada yang antri, nggak dipagerin pulak. Langsung cusss deeeh minta suami dan mas B fefotoan sambil jejingkrakan di trolleynya Harry Potter. Emak-emak noraknya nggak ketulungan.

Sekitar jam 8 pegawai toko Harry Potternya datang dan mulai bikin barikade, ngasih pagar pembatas untuk orang antri dan nggak berapa lama makin banyak orang yang dateng dan mereka rela antri supaya bisa foto sama simbol Platform 9 3/4nya itu.

Alhamdulillah rejeki saya dan mas B dateng pagi2 mau foto berpuluh-puluh kali sampai jumpalitan bisaaaaa.

The Virgin train

Kereta api kami sampai tepat waktu sekitar jam 10an. Perjalanan dari London ke Edinburgh memakan waktu hampir 3 jam. Di kereta api kami pakai untuk liat pemandangan, ngobrol, main dan tidur. Untungnya kami bawa cukup bekal makan siang dari apartment, karena makanan yang bisa dibeli di kereta api cuma cemal cemil dan kopi/teh untuk ngeganjel perut aja.

Suami saya booking ticket Virgin train melalui online. Harga saat itu:

  • London – Edinburgh: Adult £ 49.20, child £ 24.60
  • Edinburgh – London: Adult £30.35, child £15.15

Ada cerita lucu dan seru yang mau saya share selama perjalanan di kereta api ini.

Yang pertama waktu saya mau ke toilet saya sempat bingung cenanak cenunuk. Bentuk ruangan toiletnya bulat 1/4 lingkaran warna biru dengan model pintu geser yang segede gaban. Tau laah ya kalau negara2 maju itu mostly udah serba otomatis. Maklum niih orang dari kampung nggak tau pintunya yang mana dan bukanya gimana. Hahaha. Saya sampai ngeraba2 nyari tombol buat buka pintu dan akhirnya ketemu etapiii abis itu di dalem juga nggak kalah bingung, tombol flush pun nggak tau yang mana. Hahaha. Udah gitu mau keluar juga bingung lagi. Begitu udah bisa keluar, masih bingung juga nggak tau cara nutup pintu gesernya. Akhirnya toilet saya tinggal dalam kondisi terbuka. Bhahahahaha….

Cerita seru yg kedua tentang parenting yg secara nggak sengaja saya dapet dari kegiatan keluarga muda yg duduk persis di sebelah meja kami.

Di sebelah kami ada keluarga seorang ibu muda British dengan 2 anak berusia kira2 10 tahun dan 6 tahun, seumuran mas B. Lucunya nama anak2 ini sama kayak nama The Royal member, si kakak perempuan Charlotte (C) dan si adik laki Harry (H). Dari awal berangkat, keluarga ini udah sangat menarik perhatian saya. Si kakak Charlotte ceritanya lagi ngajakin main sambil belajar adiknya Harry. Keliatannya mereka abis liburan autumn break ke Kidzania karena mereka bawa uang dan coin Kidzania. Charlotte ini anaknya cerdas banget, super demanding, perfeksionis and bossy. 

Iiiiish, soook banget buuk udah bisa nyimpulin karakter anak orang lain. Laaah wis 2 jam yang didenger dan diliat itu doank jee. Menarik buat ilmu parenting saya juga. 

C ngajarin H matematika pake uang kertas/koin yg digambar di atas buku. Ibunya merhatiin cara C ngajar sambil sesekali ngecek HP atau baca buku. See, yg ngajar kakaknya looh bukan ibunya.

Tapi namanya juga anak kecil, H kadang cuek nggak perhatiin kakaknya atau dia asik main yg lain.  Berkali-kali C dibuat KZL sm H dan beberapa kali ibunya berusaha nenangin C dengan “superrr sabar”.. sekali saya ulangi “superrr sabar”. Tanpa mbentak, tanpa marah, tanpa say No.

C: Harry, 2 pkus 2 equals….

H: four

C: Good job Harry. Now, what’s 5 plus 5?

H: …….. (asik liat pemandangan)

C: Harry, look at this! Harry, Harry look look 5 plus 5 equals what?

H: hhhmmm.. ten (dgn suara malas)

C: Good job Harry. Now, what’s 7 + 7?

H: 13

C: wrooong. Ok, let’s see se.. ven… plus… se… ven equals…..

H: ……. asik main lagi (kadang2 ngelirik ke mas B juga kayak pengen ngajakin main)

C mulai kzl: Harry, listen to me. Look at this. Pay attention…. endebrei endebrei….

Intinya setelah beberapa kali belajar matematika pake koin dan uang2an, H dah mulai bosen jadi sering salah jawab. C ngambek dan ngomelin H sampai nangis. Trus ibunya gimana, diem aja? marahin C? Marahin H? enggak saudara-saudara. Si ibu dengan nada kalem, suara pelan and wise nasehatin C “Charlotte, be patient. Your brother is still trying. It’s OK to make mistakes. If he can’t answer it, just try one more time. Don’t push too hard to your brother” kurang lebih gitu deh. Menurut saya cara ngasih tau/nasehatin/negur anaknya sopan dan santun banget. Mirip orang Solo gitu deh. Ehem. I mean beneran santun, bukan karena acting karena lagi di kereta api. Nyantaaai banget. Malah menurut saya lebih galakan Charlotte daripada ibunya. C itu ada kesan mengguruinya karena merasa lebih jago daripada adiknya. Nyebelin, saya aja KZL kok dengernya, gemesszzz. Hahaha…. sapeloo.

Yang saya heran, dulu si ibu gimana yaa mendidik Charlotte sampai bisa se-mandiri itu.

Tau kalau anak2nya uda bosen belajar matematika, si ibu menawarkan kegiatan lain ke anak2nya “Harry, Charlotte do you want to hear music, play hangman, drawing or eat snack?” and they will decide…

Pada saat mereka main hangman (tebak kata), si ibu nggak lupa kasih reward ke H maupun C kalau bisa nebak katanya dan rewardnya apa ibu-ibu? Selain kata2 “Good job Harry or Good job Charlotte” juga ditambah potongan buah APEL! (ready to eat beli di supermarket) dan 2 tebakan terakhir permen coklat.  Di saat bekal untuk rewardnya habis, si ibu terus terang ke anaknya “I’m sorry Harry i ran out of apels. Do you want some grapes” eeeaaa masih ada buah lainnya kakaaaak…

Dan snacking yg ditawarin ibunya itu berupa apa buk ibuk? Sandwichanggur, apel, susu dan chocolate bars. Ruaaaar biasaaaa sehatnyaaaa.. 

Sementaraaaaa… mas B lagi asik main games di ipad sambil ngunyah potato chips sepanjang perjalanan. Anak siapa yaa tuuuuh? Hidup miciiin. qkqkqk…

Saya asli takjub banget looh sama keluarga ini dan beruntung bisa di sebelah mereka karena ada lesson learned yg bisa saya ambil baik dari si ibu maupun kedua anaknya. Tadinya mau saya videoin diem2 tapi dilarang sama suami. Mau minta ijin foto juga aneh kaliyaaa, nanti mereka malah nggak jadi main lagi. Saya jadi nguping aja deh selama 2 jam perjalanan karena mereka turun lebih dulu di Manchester.

Selanjutnya saya menikmati pemandangan ijo royo-royo dari London menuju Edinburgh: padang rumput yang luas, domba-domba, pedesaan, sungai, laut, pinggir kota, mercu suar, pabrik, kincir angin pembangkit listrik, bukit, indaaaah banget pemirsaa.

 

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

One thought on “London to Edinburgh by Virgin Train

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s