Posted in Travel stories

London Trip day 4 : Piccadily Circus, M&M’s World, Covent Garden, London Transport Museum, Hamley’s Toystore

20161026_102729

Hari ini, saya bakal jalan berdua lagi sama mas B. Tujuan utamanya adalah London Transport Museum di Covent Garden. Seperti biasa kami bertiga keluar dari apartment jam 9 pagi menuju tube station. Suami saya ambil rute ke arah kantornya, saya dan mas B ambil rute ke arah Piccadily Circus station. Tadinya saya udah niat mau brunch di Jamie Oliver Diner yang ada di Piccadily, karena waktu hari pertama cek ombak di London secara kebetulan kami lewat di depannya tapi belum niat mau makan disitu karena udah kenyang. Naaah, saya pikir hari ini saat yang tepat buat brunch di Jamie’s. Udah sengaja ngosongin perut dari apartment, ealaaaaaah dewi fortunanya lagi nggak bersahabat sama saya. Ternyata Jamie’s-nya baru buka jam 12 siang saat lunch. Huhuhu. Glek, cuma bisa nelen ludah aja deeeeeh.

Akhirnya berhubung perut 1/2 lapar, jadi mlipir ke resto deket situ aja dan mencloknya di McD. Saya pesan Fillet O’ Fish, french fries dan teh anget. Tadinya mas B minta nasi ayam goreng McD kayak yang biasa dipesan kalau di Jakarta tapi yaaa manalah ada menu begitu di London yaaa. Jadiii mas B makan bekal nasi yang saya masak di apartment ditambah french fries deeh.

Piccadily Circus

Piccadilly Circus is a road junction and public space of London’s west end in the city of Wesminster built in 1819 to connect Regent Street with Piccadily. In this context, a circus, from the Latin word meaning “circle”, is a round open space at a street junction.

Piccadilly now links directly to the theatres on Shaftesbury Avenue as well as the Haymarket, Coventry Street (onwards to Leicester Square), and Glasshouse Street. The Circus is close to major shopping and entertainment areas in the West End. Its status as a major traffic junction has made Piccadilly Circus a busy meeting place and a tourist attraction in its own right. The Circus is particularly known for its video display and neon signs mounted on the corner building on the northern side, as well as the Shaftesburry memorial fountain and statue which is popularly, though mistakenly, believed to be of eros. It is surrounded by several notable buildings, including the London Pavilion and Criterion Theatre.

Foto waktu hari pertama menginjakkan kaki di London lewat Jamie’s Piccadily Circus dan Harry Potter Theatre

M&M’s World

Selesai makan di McD, saya langsung jalan menuju Transport Museum. Eeeh dilalahnya kok nggak sengaja lewat M&M’s World. Cuss lah langsung masuk aja saya. M&M’s World ini merupakan salah satu toko yang masuk ke dalam priviledgenya London Pass. Kalau kita belanja disini, bisa dapat diskon 15%. Begitu juga dengan toko Nickelodeon yang ada persis di sebelahnya.

Mas B seneng banget jelajah M&M’s World, saya pun kalap disini, hehehe. Toko ini terdiri dari 4 lantai. Selain menjual permen coklat andalannya, ada juga merchandise seperti kaos, boneka, casing HP, tempat permen yang bentuknya lucu2, souvenir2, tas, dasi, kaos kaki, jaket, candy dispenser dll. M&M’s ini juga ternyata ada tema-tema loooh.

Disini kita bisa bikin personalized permen M&M’s sesuai keinginan. Ada mini lab yang akan proses personalized permen kita itu. Seru deh…..

Naaah, buat temen2 yang ikutan dan menang Rawcktober giveaway saya, bakal dapat M&M’s lipsmacker (chocolate flavored lip gloss) dari saya yaaaa.

Leicester Square

Di depan M&M’s World ini ada taman yang bernama Leicester Square. Saat kami lewat, tamannya rame banget, banyak anak-anak dan banyak street performers. Ternyata disitu lagi ada permainan jungkat jungkit dari bahan tube. Mas B minta main disitu lumayan lama. Saya nunggu aja sambil duduk-duduk dan liat orang lalu lalang. Ternyata jungkat jungkit ini sifatnya temporer aja, karena beberapa hari berikutnya saya lewat sini lagi eeeh udah nggak ada, cuma ada taman rumput biasa. Udah gitu ternyata jungkat jungkit ini kalau malam ada lampunya (liat dari IGnya Indonesia in my pocket)

Perjalanan dari Leicester Square ke arah Covent Garden banyak butik, toko dan theatre (bioskop)

Covent Garden

Setelah dari Leicester Square, sampailah kami di Covent Garden. Siang hari aja ramenya minta ampun, makin sore makin rame. Karena niat awal mau ke Transport Museum jadi saya belum menjelajah Covent Garden sampai ke dalam. Saya pikir nanti aja sepulang dari Transport Museum. Covent Garden sendiri merupakan pasar aneka barang fashion dan kuliner dan banyak street performers yang tampil. Mas B sempat lihat sebentar pertunjukan sulap di area dekat Jamie’s Oliver Union Jack.

Cuaca di hari ini amat sangat mendukung dan kebetulan karena kami udah terbiasa jalan jauh, jadi udah nggak berasa kedinginan lagi. Malah cenderung mulai berkeringat. Apalagi pas masuk ke dalam Transport museum terpaksa buka jaket karena emang di dalam suhunya hangat.

Transportation Museum

Setelah numpang lewat Covent Garden akhirnya sampai juga kami di London Transport Museum. Rencana awal cuma pengen 2 jam disini eh ternyataaaaa disinilah surganya mas B. Anaknya nggak mau pulang kakaaaaak, betaaaah banget main di dalam sini. *sigh

London Transport Museum ini perpaduan antara museum dan tempat permainan anak yang sarat edukasi. Isinya sejarah tentang berbagai alat transportasi yang ada di London mulai dari tahun 1800 s.d masa depan. Dengan modal London pass saya bisa langsung cuss masuk tanpa antri, tanpa bayar.

  • Tiket normal dewasa £ 17.00
  • Tiket anak-anak free tapi tetap harus didampingi orang dewassa

Asli yaa, di dalam museum, pating kemruyuk, banyak anak-anak mulai dari bayi, balita sampai remaja. Udah kayak playgroup gitu. Pusing pala barbie.

Di counter, mas B dikasih selembar kertas the stamper trail. Jadi di setiap area yang kita kunjungi ada semacam tiang yang dipakai untuk nge-jegrek/ngelubangi kertas tersebut. Totalnya ada 13 area/13 stamps. Lucunya setiap lubang stamps itu bentuknya berbeda-beda sesuai tema dari masing2 area. Disini anak-anak seolah bermain treasure hunt untuk mencari dimana ke 13 tiang itu berdiri dan belajar mengantri untuk dapetin lubang stampnya.

Mas B siiih nggak peduli yaaa kertasnya udah dilubangin apa belum, dia lebih excited main sama kendaraan2 yang ada disana. Jadi  tugas saya deh buat nyari si tiang pelubang itu, ikut antri bareng anak-anak piyik. Hahahaha….

Berkali-kali mas B diajak pulang nggak mau, setiap kali ditanya “eboook, mas B masih mau main, pulangnya nanti yaa”. Yaah, ada yang keasikan sampai lupa waktu deh.

Yaudah, saya nunggu aja dari mulai duduk bengong, foto-foto, main HP, jalan bolak balik ke area yang sama sampai bosen dan lapaaaaaaaar. Disana sih ada cafe (discount with London Pass) tapi nanggung lah kalau mau ngemil-ngemil doank, jadi saya ngemutin biskuit yang bawa dari apartment aja.

Total jendral mas B main di London Transport museum selamaaaaaa……. 4 jam, dari jam 2 s.d jam 6 sore. Itu juga karena jam 6 museumnya uda tutup, saved by the halo-halo “for all guests, attention please, the museum will be closed at 18.00”. Fiuuuuh….

Ambil sisi positifnya, mas B selama di museum ini kok bisa-bisanya mingle sama anak-anak bule dari bermacam negara loh, padahal dia kan nggak bisa bahasa Inggris. Kadang-kadang saya suka dengerin mas B sok ngerti Inggris, kadang dia nanya sama saya juga “Bu, bahasa inggrisnya antri apa? macet apa? mobil mogok apa? jembatan apa? tabrakan apa?” trus dia lanjut main dan “ngobrol” sama anak-anak bule itu. HAve fun and enjoy dengan bahasa tarzan-nya

Alhamdulillah rejeki mas B yang ulang tahun bisa main disini. Anak happy, ibu lebih happy lagi.

Jamie’s Oliver Union Jack Diner

Karena kami selesai dari Transport Museum sudah malam dan kebetulan suami juga udah selesai training, jadi saya minta suami untuk nyusul supaya kami bisa pulang bareng. Berhubung perut udah amat sangat krucuk-krucuk, kami cari makan di Covent Garden.

Masih inget kaan, betapa kepengennya saya nyobain makan di Jamie Oliver’s diner dan udah 2 kali gagal. Di dalam Covent garden ada cabangnya si om Jamie ini, namanya Jamie’s Oliver Union Jack. Waktu siang saya lewat disini antrinya panjaaaang banget etapiii pas kami lewat malam itu, sama sekali nggak ada antrian loh. Alhamdulillah, rejeki ibu menyusui yang kelaperan bisa langsung masuk dan pesan makanan.

Lagi-lagi urusan makanan jadi PR buat saya. Selain faktor halal, juga musti pilih makanan yang mas B suka. So, saya play save aja, pesan cheese pizza yang bisa dimakan rame-rame dan yang paling penting mas B doyan dan mau makan pizzanya. Selama makan, saya sempat lirik-lirik meja sebelah dan mupeng banget sama fried mushroom dan chicken salad, ada yang pesen steak juga, tapi berhubung porsinya cukup besar dan suami saya nggak mau diajak sharing, jadi saya cuma bisa nelen ludah aja deeeh. Glek!! Hahahaha…….

Hamley’s Toystore

Selesai makan, mas B udah mulai capek, ngantuk dan nggak kuat jalan. GAWAT!!! saya nggak bawa stroller. Akhirnya dengan AMAT SANGAT TERPAKSA, mas B digendong sama bapaknya. Huhuhuhu, bapak seeetroooooong…… yang kuat ya sayaaang, nanti di apartment mamih pijetin deeeh. Haha mamihwasaimih, uhuk, uhuk…..

Etapiii suami saya take a challenge. Bukannya ambil rute untuk langsung pulang, malah diajak jalan nyusurin Regent Street untuk ke toko mainan. Ternyataa ini strategy suami saya untuk bikin mas B melek dengan cara dibeliin mainan. Hehehehe. Terbukti sih sampai di Hamley’s tetiba mas B seger buger, nggak ngantuk lagi dan mau jalan. Lupa sama ngantuknya.

Saya sih seneng-seneng aja menikmati London di waktu malam, tapi kaki ini manatahaaan boook, udah jalan kaki melulu kan dari jam 9 pagi tadi. Lama-lama rontok juga tanteeee, mata udah mulai 5 watt pulak *kibas uban

Kami sampai di Hamley’s sekitar jam 8 – 9 malam dan tokonya masih rame bule2 pada belanja untuk Christmas.

Naah sebenernya kami itu salah pilih toko mainan. Emang sih Hamley’s ini toko mainan paling TOP dan HEITS di kota London, tapi sbenernya yang kami incer itu nama tokonya THE TOY STORE yang mana lokasinya deket situ juga. Kenapa? karena kalau di The Toy Store bisa dapet diskon dengan London Pass, sementara di Hamley’s nggak diskon. Tapiyaa namapun kaki dah mulai sengklek, nggak kuat jalan lagi, jadi yang di depan mata aja yang kita masukin. Itu juga udah dengan bantuin google map kok rasanya jauuuuh banget, nggak sampe-sampe. Efek udah kecapekan dan ngantuk siiih.

Pulangnya kami pilih pakai tube yang langsung menuju Russel Square station supaya jalannya nggak terlalu jauh sampai di apartment.Sampai di apartment jam 10 malam langsung tepar.

Well, demikian perjalanan kami hari ini. Besok waktunya untuk belanja-belanji di Bicester Village. Stay tune…

20161026_191601
Night at Regent Street

Save

Save

Save

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s