Posted in Travel stories

London Trip – Day 3 : Tower of London, Tower Bridge, HMS Belfast, Borough Market, Millenium Bridge, St. Paul’s Cathedral

tower-bridge

Sehari sebelumnya suami saya ngabarin kalau ternyata lokasi kantornya deket banget sama Tower of London dan Tower Bridge. Untuk menutupi sedikit kekecewaan kemarin akibat hari yang kurang efektif, saya memutuskan untuk ikut mengantar suami ke kantornya dan lanjut jalan berdua mas B ke Tower Bridge dan sekitarnya. Saya udah bertekad pokoknya hari ini jalan2nya harus MAKSIMAL, dengan catatan semoga cuaca bersahabat dan nggak hujan.

Sekalian mau manfaatin London pass yang udah diambil 2 hari sebelumnya.

Challengenya hari ini saya rencana nggak bawa stroller dan berharap semoga kondisi mas B seharian sehat, nggak rewel, nggak ngantuk dan kalaupun capek di saat yang tepat dimana ada tempat nyaman untuk istirahat. Nggak kebayang deh kalau mas B ngantuk dan harus saya gendong, 23 kg boook. Tantangan kalau jalan2 sama anak kecil yaa gitu buuk. Nggak peduli seberapa bagus view yang diliat, sing penting anake anteng.

Kalau liat peta dibawah ini, lokasi yang kami tuju ada di sebelah kanan. Alhamdulillah dalam sehari bisa keliling ke beberapa tempat sekaligus dengan berjalan kaki. Niattt banget lah pokoknya, kaki gempor dipikir belakangan.

map_london_b
source: internet

Kami berangkat dari apartment jam 9 pagi naik bis selama 20 menit dan lanjut jalan kaki langsung menuju Tower of London. Kebetulan kantor suami persis di sebelahnya dan masih ada waktu 1 jam sebelum trainingnya dimulai. Asik yaa jadi kami bisa santai, nggak diburu waktu dan masih bisa foto keluarga dulu deh di Tower of London dan Tower Bridge.

Oh iya, rata-rata jam buka museum atau tempat wisata di London itu jam 10 pagi, jadi kami seringnya berangkat dari apartment sekitar jam 9 pagi.

Tempat pertama yang kami lewati menuju Tower of London adalah The Monument.

The Monument

The Monument stands at the junction of Monument Street and Fish Street Hill in the City of London. It was built between 1671 and 1677 to commemorate the Great Fire of London and to celebrate the rebuilding of the City.

The Monument, as it came to be called, is 61 metres high (202 feet) – the exact distance between it and the site in Pudding Lane where the fire began.

14723571_1119402684844640_5951718151241596928_n

image-2009-10-21-12-18-17-25-640-2260-0_0360
Source : The monument

Hebat ya orang London ini, kebakaran besar sampai dibuat monumen peringatannya sebagus ini. Sebenernya kami bisa aja masuk gratis ke dalam Monumen pakai London Pass dan bisa naik ke atas untuk liat pemandangan kota London. Sayangnya waktu sampai disana, The Monumentnya masih tutup, baru buka jam 10. Etapiiii siapa juga yang mau manjat sebanyak 311 anak tangga? makasiiii loooooh. Cukup foto2 di depannya aja deh.

  • Tiket The Monument : Dewasa £ 4.50, anak2 £ 2.30

Setelah puas foto-foto di The Monument, kami lanjut jalan lagi ke arah sungai Thames. Awalnya mau masuk Tower of London ternyata belum buka, jadi kami bertiga foto-foto dulu di Tower Bridgenya.

Tepat jam 10 pagi, suami saya balik ke kantornya dan mulailah petualangan saya seharian berdua mas B jalan-jalan di kota London.

Entah kenapa, saya kok malah merasa udah ada di kota London itu setelah sampai di area London Bridge ini, bukannya di area Big Ben. Suasana Londonnya lebih berasa disini karena dari tepian sungai Thames kita bisa liat suasana kota London yang sesungguhnya. Mungkin karena di area ini banyak banget gedung bertingkat, perkantoran dan dari 1 spot aja kita bisa liat ke sekeliling dan turisnya nggak se-crowded saat di depan Big Ben.

Tower of London

Kami masuk di Tower of London tepat jam 10 pagi saat buka dan di pintu gerbang turis2 udah mulai antri. Kami pun masuk dengan memakai  London Pass, langsung cuss tanpa bayar dan tanpa antri sama sekali.

  • Tiket normal Tower of London : Dewasa £ 25.00, anak £ 12.00
  • Tiket online promo Tower of London : Dewasa £ 22.50 , anak £ 11.00

Notes: Harga-harga tiket tempat wisata nanti akan saya rangkum di review tentang London Pass aja ya supaya kelihatan perbandingan harganya dengan atau tanpa London Pass.

Tower of London adalah kastil bersejarah yang ada di pusat kota London. Kastil ini didirikan tahun 1066 sebagai bagian dari penaklukan Normandia di Inggris. White Tower yang merupakan bagian terpenting dari kastil ini dibangun pada tahun 1078 merupakan simbol dari kebencian dan penindasan yang ditimpakan pada London oleh para elit penguasa baru. Pada awalnya, kastil ini dibuat sebagai istana megah kediaman resmi kerajaan Inggris, namun pernah beralih fungsi jadi penjara.

Di dalam White Tower kita bisa liat display alat-alat perang jaman dulu. Ada 2 hal yang menurut saya seru di Tower of London ini:

  1. Misteri adanya burung gagak hitam (raven). Jadi di Tower Of London ini kita bisa liat burung gagak hitam yang berkeliaran di taman. Tidak diketahui darimana datangnya, yang jelas dari jaman dulu akhirnya burung gagak ini dipelihara di tempat ini. Konon mitosnya kalau burung gagak ini sampai kabur atau punah maka Tower Of London akan hancur.
  2. Di dalam salah satu ruangan, ada display peralatan perang yang suka dibawa oleh tentara saat perang dulu. Salah satunya adalah backpack hijau besar yang beratnya sampai 80 kg (mas B sempet coba gendong backpacknya). Kita para pengunjung dichallenge untuk bisa mengangkat backpack tersebut di pundaknya tapi dari beberapa bule yang coba sih, rata2 pada nggak kuat angkat. Kebayang nggak jaman dulunya, tentara2 Inggris itu setiap hari harus bopong backpack 80 kg ke medan perang. Alamakjaaaan, ruarrrr binasssa…..

Selesai melihat White Tower, kami lanjut ke kastil berikutnya yang bernama The Crown Jewels untuk melihat koleksi perhiasan kerajaan Inggris. Masya Allah, cantik-cantik bener pemirsaaaa, sayangnya kita nggak boleh foto-foto di dalam.

Kami keliling Tower of London sekitar 2 jam, pas deh jam 12 siang mas B kelaperan. Akhirnya kami istirahat dulu dan untungnya saya udah siap bawa bekal untuk mas B makan, jadi sekalian saya suapin. Menunya nasi, telor dadar, abon dan rendang telor. Hahaha, 100% Indonesia. Alhamdulillah yaa, ada untungnya jadi ibu rempong, nggak apalah bawa ransel berat sedikit. Berkah di kala anak lapar nggak perlu susah cari tempat makan, tinggal buka bekal, HAP lalu disantap berdua kembulan. Hehehehe….

 Tower Bridge

Setelah mas B selesai makan siang, kami berdua lanjut jalan kaki ke Tower Bridge. Lagi-lagi kami dapat priviledge dengan adanya London Pass.

  • Tiket normal Tower Bridge : Dewasa £ 9.00, anak2 £ 3.80
  • Tiket online promo Tower Bridge : Dewasa £ 8.00, anak2 £ 3.50

Tower bridge ini sering disalahsebutkan oleh kita dengan London Bridge, padahal yang namanya London Bridge itu posisinya ada di sebelahnya dan bentuknya jembatan biasa aja. Saya suka banget liat view dari atas Tower Bridge.

Definitely MUST HAVE VISIT!!

Di dalam Tower Bridge ada lantai kaca yang kita bisa liat sungai dan kapal2 yang lewat dibawah kita, kalau yang phobia ketinggian pastinya gamang tapi buat saya dan mas B ini seru banget. So, here we are 65 metres above Thames river.

Di dalam Tower Bridge juga kita bisa liat dan tonton sejarah mengenai jembatan2 yang ada di kota London. Ternyata di London banyak banget loh jembatan di sepanjang Thames river. Jembatan unik di kota lain di dunia juga ditampilin disini, salah satunya jembatan gantung di Langkawi.

Ini loh breathtaking view dari Tower Bridge. Agak mendung sedikit tapi uda bikin saya jawdrop dan nggak mau turun dari jembatan. Mager. Hehehe…

Saya paling suka liat gedung2 yang bentuknya unik seperti foto dibawah ini:

  1. The Shard : gedung paling tinggi di Eropa
  2. City Hall : gedung yang bentuknya bulat 1/2 lingkaran kayak helm
  3. Gherkin : gedung bulat lonjong seperti telur

 

Selesai keliling Tower Bridge, kami turun di sisi seberang Thames River and this is it! The view from the other side with my prince charming.

 HMS Belfast

Dari arah Tower of London, kita bisa liat ada pesawat induk nangkring di seberang Thames River. Mas B udah nanya-nanyain terus pengen masuk ke dalam kapal induk HMS Belfast. So here we are, another free entry from London Pass.

  • Open: 10am – 5pm every day
  • Tiket with donation HMS Belfast : Dewasa £ 16.00, anak2 £ 8.00
  • Tiket without donation HMS Belfast : Dewasa £ 14.50, anak2 £ 7.25

*Your 10% voluntary donation means we can reclaim tax on the whole ticket price under Gift Aid. This allows us to make the most of your donations

HMS Belfast is the most significant surviving Second World War Royal Navy warship, with a history that extends to the Arctic convoys, D-Day, the Cold War, Korea and beyond. She has seen a lot of action in her day and travelled all over the world battling extreme weather conditions. On board you can learn how war affected and impacted on the morale, resilience and determination of the 950-strong crew, through the real life stories of the people who served on the ship.

Explore all nine decks of HMS Belfast and discover its stories as you climb up and down ladders and weave your way through the bowels of the ship where you can see what life was like at war and at sea.

Ya intinya sih HMS Belfast ini merupakan kapal perang induk Inggris yang dipakai saat Perang Dunia ke-2, isinya diorama kehidupan di dalam kapal perang jaman perang dulu.

Southwark Cathedral

Keluar dari kapal induk, hari udah mulai sore, sekitar jam 4. Saya dan mas B leyeh-leyeh dulu di pinggiran Thames river. Saya sempat ragu mau balik lagi atau lanjut jalan lagi karena mikir kasian mas B capek, sementara tempat yang mau saya tuju berikutnya jalannya lumayan jauh.

Demi niat dan tekad untuk manfaatin waktu sambil nunggu suami pulang training, akhirnya ikut kemana kaki melangkah dan alhamdulillah sampai juga tujuan berikutnya yaitu Southwark Cathedral. Disini saya cuma numpang lewat aja, males masuk juga karena tujuan intinya adalah ke Borough Market yang lokasinya persis di sebelah cathedral ini.

Borough Market

Sampai di Borough Market, mas B mulai crancky karena emang jalannya cukup jauh dan mas B udah kelaperan lagi, sayapun laper berats, sementara bekal nasi udah habis. Borough Market sendiri merupakan pasar kuliner aneka macam jajanan mancanegara. Saya pikir, waaah saatnya wisata kuliner niiiih. Etapiiii setelah kelilingan, kok saya jadi bingung sendiri. Pilihan makanannya banyak banget dan harganya cukup terjangkau tapiiiiiiiii halal nggak yaaaaaa? DILEMA!

Akhirnya pilihan saya jatuh pada Paela! semacam nasi kuning topping seafood dan ayam. Kenapa kok pilih Paela? Yaa karena di Jakarta belum nemu makanan model begini, ada juga nasi kuning kaaan. Hehehe….

Akhinya coba sesuap dua suap yang rasanya lumayan enak, udangnya ginak ginuk seger, nasinya gurih dan sampai pas adukan ke berapa gitu sendok saya nyangkut di sesuatu yang ternyata itu sosis. Alamaaaaaak, sosisnya daging apa ya ini? Haduuuuh….. piye iki gusti. Yaa kadung uda beberapa suap masuk dan perut lapar yaaa sosis2 saya singkirin dan saya lanjut makan lagi. Aduh, tau gitu tadi pilih Fish and Chips aja yaa. *sigh…

Lesson learned ya nduk, apapun makanannya pilihlah ikan, ikan, dan ikan… that’s it!

Selesai makan, ternyata suami saya udah selesai training dan dia jemput kita di Borough Market. Suami saya awalnya sempet shock juga saya ajak mas B sejauh itu, soalnya dia ngerasain sendiri jalan kaki dari kantornya ke arah Borough Market pas jemput. Hehehe, baru tau yaa mas istrinya jagoan neon. Dilepas dikit langsung liar. Hahaha…

Dari Borough Market, suami saya ajak pulang tapi saya keukeuh sumeukeuh pengen liat yang namanya Millenium Bridge. Untungnya Millenium bridge ini bisa kami lewati untuk menyeberang Thames river ke arah kami pulang, walaupun jalannya juga lumayan effort (baca: jauh).

Shakespeare Globe

Perjalanan dari Borough Market ke Millenium Bridge, kami melewati Shakespeare Globe. Sebenernya kami bisa masuk gratis dengan London Pass tapi berhubung saya bukan penggemar sastra dan saya yakin suami dan mas B bakal manyun kalau diajak ke dalam, jadi ya kami foto2 aja di depannya. Lagian Shakespeare Globe ini emang semacam theatre buat nonton pertunjukan gitu sih, jadi kalau nontonnya terburu-buru juga nggak bakal menikmati.

London Millenium Bridge

Akhirnya sampai juga kami di Millenium Bridge, sambil foto2 sambil jalan nyebrangi Thames river, sambil nikmati pemandangan dari jembatan. Nikmat apalagi yang kau dustakan.

St. Paul’s Cathedral

Di ujung jalan dari Millenium Bridge kami sampai di St. Paul’s Cathedral, kubah besar dan tinggi yang ada di London. Kebetulan halte bis kami ada persis di depannya St. Paul’s Cathedral, jadi saya bisa cukup lama menikmati dan memandangi bangunan super megah ini dari luar.

  • Tiket normal St. Paul’s Cathedral : Dewasa £ 18.00, anak2 £ 8.00
  • Tiket online promo St. Paul’s Cathedral : Dewasa £ 16.00, anak2 £ 7.00

Rencana untuk masuk ke dalam St. Paul’s Cathedral terpaksa saya kubur dalam2 karena waktu udah semakin sore dan mas B udah mulai keliatan lelah. Saya yakin di dalam Cathedral ini cantiknya luar biasa, wong dari luar aja keren banget dan saya udah cukup kagum liat webnya. Insya Allah yaa kalau ada rejeki ke London lagi, saya haruss masuk ke St. Paul’s Cathedral ini. Aamiin.

Ini peta perjalanan kami hari ini mulai dari Tower Of London — Tower Bridge sampai ke Millenium Bridge dan berakhir di St. Paul’s Cathedral. Remek deeeeh betis sampai apartment….

Well, sekian perjalanan kami di hari ketiga di London. Alhamdulillah puasnya terbayarkan mulai dari jam 10 pagi s.d jam 6 sore ke beberapa tempat wisata yang ada di 1 area.

Nantikan perjalanan kami berikutnya yaaa….

Save

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

2 thoughts on “London Trip – Day 3 : Tower of London, Tower Bridge, HMS Belfast, Borough Market, Millenium Bridge, St. Paul’s Cathedral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s