Posted in Travel stories

London Trip – Day 1 : Parliament Building (Big Ben), Westminster Abbey, Buckingham Palace, Oxford Street, Travalgar Square

img_0013

Hari pertama kami tiba di London, mata masih jetlag dan badan belum adaptasi dengan cuaca hari itu yang mencapai 10″C. Baju yang udah disiapin 3 lapis terdiri dari atasan heatwarm/longjohn, sweater dan windbreaker plus bawahan heatwarm legging dan celana panjang/jeans tetep belum mempan juga. Maklum manusia tropis. Mmmbbrrr, dinginnyaaa ruar biasa.

Sebelumnya kami udah cek2 ombak sebentar ke area dekat apartment cari convenient store untuk belanja, tempat makan dan top up pulsa Oyster card di tube station sekalian belajar baca map tube dan coba naik bis/tube pakai oyster cardnya. Oyster card berguna sebagai modal bertransportasi selama di London selain google map.  Lumayan juga sih kami jalan kaki 20-30 menit, cukup jauh dari apartment tau-tau munculnya di Piccadily Circus. Pulangnya kami coba naik tube soalnya paha betis udah cenat cenut, hehehe, nyonyaaah nggak biasa jalan kaki siiih.

Pagi hari selesai masak dan sarapan, jam 9 suami saya langsung ajak jalan kaki padahal saya lagi pelajari peta tujuan yang mau kita datangi di hari itu. Masih inget yaa, saya kan sempet bingung tuh atur itinerary musti gimana, etapiiii ternyata kota London nggak serumit yang saya kira. Lokasi2 wisata yang TOP-nya bisa dijangkau di beberapa spot aja dengan berjalan kaki, jadi dalam 1 hari kita bisa datang sekaligus ke beberapa tempat hits kota London. Efektif dan efisien.

Sekali lagi ini tergantung kamu menganut paham yang mana. Kalau menganut paham “yang penting udah pernah kesana” or “at least lewat dan foto2 di depannya” cincai laaah, 3 hari juga kelar keliling kota kok. Tapi kalau emang mau perjalanan yang lebih deep, explore dan menjelajah yaa menurut saya 10 hari juga kurang. Hahaha….

Kami tinggal di kawasan Bloomsburry / Russel Square persis di belakang Russel Square tube station. Lokasinya cukup strategis walaupun nggak persis di tengah kota tapi untuk mencapai lokasi2 wisata TOP kota London lumayan lah hanya makan waktu 20-30 menit jalan kaki (siap2 kaki gempor) atau 10-15 menit by bus (kalau nggak macet) dan 5-10 menit by tube. Review tentang tempat menginap kami akan saya posting terpisah.

Tujuan pertama kami tentu saja lokasi paling HITS, landmark dan jantungnya kota London. Belum sah aja kalau belum ke tempat ini. Ooh iya, dalam setiap postingan, saya usahakan kasih gambar petanya juga ya supaya terbayang lokasinya dimana.

london-tourist-map

map_london_b
source: internet

Oooh ya, harap maklum kalau kualitas fotonya kurang canggih dan nggak Instagrammable. Modalnya jepret dari smartphone dan kamera pocket jadul tanpa edit. Udah gitu anglenya juga ala-ala turis lokal dimana fokus on person and the view as the background. Hehehe… yang penting kan Keep smile and cekrek 🙂

Parliament Building (Big Ben)

Jadiii kalau uda foto sama Big Ben udah saaaah ke London doonk. Hehehe. Nggak terasa naik bis dari apartment lanjut jalan kaki menyusuri jalan dan pedestrian di tepi sungai Thames, akhirnya sampai juga ke tempat ini. Kami sampai di sana sekitar jam 9.30 masih sepi, hanya ada beberapa turis aja tapi makin siang makin ramai juga.

Spot paling kece untuk ambil foto Big Ben adalah dari Westminster bridge tapi buat saya foto dari mana juga keren kok, yang penting kan “model”nyaaa, ya nggak, hahaha….

Westminster Abbey

Selesai foto2 Big Ben, kami jalan lagi menuju Westminster Abbey yang lokasinya persis bersebelahan dengan Big Ben. Westminster Abbey adalah gereja dengan arsitektur Gothic di sebelah barat Palace of Westminster. Gereja ini adalah tempat tradisional penobatan raja dan ratu Inggris dan juga pemakaman mereka.

Sebenernya kami bisa masuk ke dalam Westminster Abbey gratis tapi berhubung belum sempat ambil London passnya jadi cuma foto2 di depannya aja. Itu aja saya udah seneng banget kok.

Mas B ketiduran di stroller karena masih jetlag dan kedinginan, nggak mau diajak jalan kaki. Padahal jalan kaki itu resep paling mujarab untuk ngusir dingin, asli nggak terasa kaki ngelangkah terus, tau-tau udah sampai tujuan dan baru sadar jaraknya cukup jauh. Rasa capek ketutup sementara sama rasa seneng/excited dan euphoria jalan2. Baru terasa capeknya sih sesudah sampai apartment, paha betis cenat cenut, jempol kaki melepuh. Koyo mana, koyo. Hehehe…

 

Buckingham Palace

Dari Westminster Abbey kami jalan kaki lagi menyusuri St. James Park dan berakhir di Buckingham Palace. Rencananya sih mau liat changing guard jam 11 pagi etapiiii ternyata jadual changing guardnya baru ada besok pagi. Huuuaaaa kuciwa deh saya. Saya sih udah pernah liat changing guard 12 tahun lalu, tapi saya pengen kasih liat ke mas B dan suami betapa serunya si changing guard itu. Jadi ya foto2 aja deh disana.

Suasana di depan Buckingham Palace rame banget, saya nggak ngeh sih kalau ternyata saat itu adalah autumn break dimana hari libur anak2 sekolah di Eropa, pantesan rame banget turis2 bawa anak dan keluarga.

img_0048

Kami sempat beberapa saat leyeh2 di St. James Park sebelum sampai di Buckingham Palace. Ternyata jalan2 di taman itu nyaman banget pemirsa. Menikmati semilir angin yang dingin sambil nyeruput hot chocolate dan ngunyah hot muffin, liat daun2 ijo yang mulai menguning dan kemerahan, kasih makan burung dan unggas, duduk2 di bench sambil ngeliatin orang lalu lalang, dog walking dan ibu2 yang lagi ajak balitanya lari2an di rumput. Waktu rasanya berhenti seketika. Nikmat apalagi yang kau dustakan.

20161111_210913
Summer 2004 — Dulu sowan minta dijadiin mantu, Autumn 2016 — sekarang sowan minta dijadiin besan

Oxford Street

Setelah dari Buckingham Palace kami motong jalan lewat Green Park menuju Green Park tube station untuk ke Oxford Street. Oxford Street di daerah Soho merupakan shopping area. Jadi di sepanjang jalan ini ya isinya cuma toko, toko dan toko. Segala macam brand ada disini. Oh iya, semua brand yang ada disini ada juga loh di Jakarta, mulai dari brand fashion, brand skincare and make up, asesoris dll, u name it. Next, Zara, Mango, HnM, Stradivarius, Accesorize, Monsoon, Mark & Spencer, Kiehls, Debenhams, Topshop, Topman, Pull and Bear, Uniqlo, The Bodyshop, L’occitane dll. High end brand sekelas Chanel, LV, Dior, Bottega, Balenciaga, Gucci juga ada di toko Selfridge.Yang nggak ada di Jakarta mungkin cuma Primark aja.

Kalau lagi nggak musim Sale, harga barang di toko2 tersebut sedikit lebih murah dibanding harga di Jakarta, tapi menurut saya sih so-so aja kalau emang nggak ada yang diincer, terutama untuk koleksi dewasa. Belum lagi mikir bawanya bakal bikin koper overweight.

Harga baju untuk koleksi anak-anak lumayan lebih murah di London dibanding di Jakarta. Saya sih bandingin harga jaket Zaranya mas B saya beli di Jakarta Rp. 500 ribu, sementara di Zara Oxford Street bila dikurs hanya Rp. 300 rb. Lumayan kaaaan.

Menurut saya yang cukup worth it untuk diborong disini adalah skincare dan make up. Saya sempat beli Bio Oil di Primark ukuran 125 ml harganya £ 7,40 (+- Rp. 120 ribu). Dengan harga sama, saya beli di Jakarta cuma dapat ukuran 60 ml. Naaah, yang kayak gini bolehlah buat buka PO ya siss……. Saya belum sempat ceki2 skincare lainnya eeeh keburu ditarik sama suami saya, hahaha takut istrinya kalap ya massss, hehehe…

Dan konon harga tas LV di London adalah yang TER-murah dibanding harga di counter LV lain di dunia. Sooo, yang mau mborong, monggo looooh.

Sebenernya saya belum siap untuk shopping di hari itu, jiyeeeeeh niat shoppiiiiiing, hihihi. Laaah wong baru mendarat mosok langsung shopping siiih, lebih asik exploring places kaan, masih banyak yang belum didatengin. Lagian kami memang ada waktu khusus untuk belanja di Bicester Village. Etapi kami ke Oxford Street ini sebenernya bukan untuk belanja tapi untuk makan siang bersama teman2 suami saya. Untuk memudahkan meeting point makanya dipilih Oxford Street, jadi yang mau sekalian belanja juga bisa. Kami makan di salah satu Thai resto di belakang Debenhams. Apparently rasanya enak banget, tapi saya lupa mau foto2in, udah laper beraaaats.

Meeting point kami ada di depan toko Disney. Waktu sampai disana tokonya belum buka tapi antriannya udah panjaaaaang banget. Ternyata Disney store disini baru aja launching koleksi terbarunya Starwars.  Sempet ceki2 sebentar ke dalam toko tapi nggak beli apa2 juga karena mas B nggak suka Starwars ataupun merchandisenya Disney. Sayanya juga males antri di kasir yang mengular. Foto2 aja deh sama cosplaynya.

Jadi sesuai motto “pantang pulang dengan tangan hampa”, saya melipir aja ke Primark, hehehe. Murah meriah. Primark ini Department Store aneka barang fashion dengan harga cukup terjangkau. Kalau di Jakarta mungkin sekelas Matahari atau Robinson gitu deh. Untuk kamu yang mau beli oleh2 selain di toko2 souvenir dan yang nggak “London” banget, bisa belanja di Primark.

Oxford Street sendiri udah mulai dihias dengan lampu2, ornamen dan hiasan2 Christmas, cuma karena kami kesini pas siang hari jadi nggak terlalu keliatan. Mungkin kalau malam bakal cantik kelap kelip lampu.

Travalgar Square

Selesai makan siang, kami lanjut naik tube ke arah Charing Cross road untuk ambil London pass di redemption desknya. Review mengenai London pass menyusul yaa.

Selesai ambil London Pass perjalanan lanjut jalan kaki menuju Travalgar Square. Huhu, mulai mbrebes mili deeh, inget pertama kali kesini sama alm. bapak, ibu dan adik saya. Jadi serasa napak tilas. Coincidently, saya pakai sweater yang sama waktu kesini 12 tahun lalu.

Canggih kaaan, sweaternya masih muat. Tetiba inget lagu jadul “Aku masiiiiiih seperti yang duluuuuu…..”. Cuma dulu agak longgar, sekarang bantet kayak lemper. Hahaha.

20161023_162456

Suasana sore itu ramenyaaaa minta ampun. Banyak orang liat street performance yang beraksi di depan museumnya. Kami sebenernya bisa masuk ke museum gratis tapi suami saya nggak suka liat museum jadi yaa foto2 aja di depannya sambil menikmati suasana Travalgar Square.

20161111_211715

Sebenernya kalau masih kuat, kami bisa aja lanjut jalan menuju Covent Garden, tapi suami saya harus prepare untuk tugas besok jadi perjalanan hari pertama kami berakhir di Travalgar Square sekitar jam 5-6 sore dan kami langsung pulang naik bis untuk makan malam di rumah (iyes, setiap hari saya masak for breakfast dan dinner) dan istirahat supaya besoknya bisa melanjutkan perjalanan kami lagi.

Keep on reading…..

Save

Save

Save

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

5 thoughts on “London Trip – Day 1 : Parliament Building (Big Ben), Westminster Abbey, Buckingham Palace, Oxford Street, Travalgar Square

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s