Posted in Travel stories

Pantai Pandawa

 

Kesan pertama begitu menggoda…

Selanjutnya?

Biasa aja….

Hahahaha, gitu deh perasaan saya ketika sampai di pantai Pandawa yang lagi heits ini. Entah kenapa deh. Apa mungkin saya kesorean sampe disini (sekitar jam 4.30 sore), cuma sebentar karena keburu gelap dan nggak dapet sunset (bagi saya pantai itu identik dengan sunset or sunrise).

Pantai Pandawa ini lokasinya ada di Jimbaran. Kalau dari arah GWK terus sedikit ada perempatan belok kiri lalu ikutin tanda/arah yang ada tulisannya pantai Pandawa.

Pertama masuk pantai ini kita menyusuri jalan mobil yang kiri kanannya tebing tinggi dan di kelokan terakhir tebingnya ada gua buatan yang isinya patung2 Pandawa lima dan beberapa patung lagi saya lupa namanya. Di beberapa sudut tebing lagi ada pembangunan resort/hotel/cafe gitu dengan banyaknya crane malang melintang di atas bukit.

Masuk ke pantai Pandawa kita dikenakan biaya Rp. 10 ribu.

Banyak pengunjung yang berhentiin mobilnya di dekat gua2 patung itu dan foto2 dengan background patung atau pandai Pandawa dari kejauhan.

Menurut saya pantai Pandawa ini yaa sama kayak pantai2 di daerah Kuta. Pantainya lebar dan panjaaang, pasirnya putih bersih, lembut dan ombaknya tinggi. Konon banyak keluarga muda sama anak2 yang suka berlama-lama main di pantai ini. Seharian penuh. Karena yaa tempatnya emang enak buat leyeh2, main pasir, main kano dan berenang (bagian laut yang dangkal cukup seru buat berenang).

Di deket area parkir uda banyak kios2 jajanan dan souvenir, jadi kalau nggak bawa bekal bisa langsung beli makanan di kios2 itu.

Kalau boleh sharing pendapat pribadi, honestly saya agak miris yaa dengan pantai Pandawa ini. Beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan pasti nasibnya nggak beda jauh dengan pantai Dreamland. Kenapa? Saya kenal pantai Dreamland sejak masih ‘virgin’ banget. Saya masih ngalamin masuk ke pantai Dreamland gratis dan musti turun lewat tebing curam dan lewatin bebatuan. Pemandangan di pantai Dreamland masih pure batu2 gunung asli, tebing tinggi dan balai2 dari bambu dan suara semilir angin dan ombak. Keindahannya masih asli alam. Sekarang? Viewnya kalau dari bawah pantai adanya batu dan tembok dan entah bangunan buatan apalagi plus musik jedang jedung dari cafe di atas. Terlalu komersil ya menurut saya.

Satu lagi, saya sebenernya kasian sama batu2 gunung yang dikeruk/dibom/ digerus apalah itu namanya ya dengan dalih untuk membuka akses ke pantai Pandawa ini.


Jadi inget bude saya waktu pertama kali saya ajak ke GWK, saya udah nabsu banget promosiin betapa kerennya GWK eeh beliau malah nggak suka. Bude saya nggak suka karena batu2 gunung di GWK jadi hancur digerus semua dan keindahannya udah nggak asli lagi tapi buatan manusia. Jleb! Jleb! Saya dengernya..

Yaaa gunung2 di pantai Pandawa ini juga bakalnya jadi kayak gitu juga sih ya. Well, semua ini pasti ada pro dan kontranya. Apalagi kalau sampe melibatkan komunitas/lembaga pemerhati lingkungan. Berat neeek pertanggungjawabannya. Kalau mikirin itu nanti saya malah nggak bisa ke pantai Pandawa deeh, hehehe..

Yaah semoga keaslian dan kemurnian pantai Pandawa tetap terjaga walaupun uda dimodifikasi sedemikian rupa.

Di pantai Pandawa ini juga ada area pertunjukan tari kecak dan barong di jam 6 sore. Kalau nggak salah bayar Rp.100.000/orang tapi saya nggak nonton sih.

Maksud hati liat sunset tapi gak dapet juga. Ntah karena mendung Β atau emang posisi pantainya nggak menghadap sunset ya.

Kapan2 pengen balik ke pantai Pandawa lagi dan coba nikmatin pantai dan pasirnya agak lama. Asik juga kok buat leyeh2 dan main sama anak2.

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

12 thoughts on “Pantai Pandawa

  1. Aku juga tahun lalu ke sini Shin. Bagus pantainya tapi masih bagusan Padang Padang & Balangan menurutku. Pandawa kok jadi massal gitu dan aku setuju sama kamu dan budemu.

    Dengan akses jalan gitu, bukit dibobok charmnya hilang ya. Ini menurut selera pribadiku ya.

    Like

  2. Gak begitu suka ama Pandawa, andalan gw skarang ke Bowl Beach, sebenernya hanya berapa km dari Pandawa, tp masih natural bgt plus ratusan tangga buat ke bawah jadi bikin kurang pengunjung, susah sih kl bawa kiddos

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s