Posted in Travel stories

Travel perdana bersama 1 balita + 1 baby

image


Pertama! abaikan yaa pipi gembul di foto atas itu, hihihi….

Traveling ke Solo kemarin itu merupakan traveling perdana kami membawa 1 balita dan 1 bayi. Traveling pesawat perdana buat baby A di usia 9 bulan kurang 4 hari.

Persiapannya hampir mirip ketika bawa mas B traveling pesawat perdana ke Bali (usianya 10 bulan) tapi nggak serempong itu juga sih karena waktunya cuma 2 malam 3 hari dan cuma pulang kampung aja kok.

  • 2 koper size M untuk pakaian saya dan suami dan untuk pakaian mas B dan baby A
  • 1 koper size S untuk peralatan MPASI
  • 1 diaper bag + 1 lunchbag isi MPASI dan botol ASIP

That’s it! pecah record light traveling ala ibu super rempong 😀

Sengaja nggak bawa stroller, babywrap (sebagai gantinya saya bawa jarig) dan portable bathtub karena pasukan gendongnya banyak dan emang bener sih kata orang, anak kedua lebih santai ya. Selain kami sekeluarga, ada mbak ncus, adik dan ibu saya. Udah gitu kebayang lah kalau ke Solo kan agendanya nyekar dan wisata kuliner. Udah hapal lokasinya.

Karena berasal dari kampung yang sama, waktu berangkat mbak ncus ikut naik pesawat bareng kami, tapi pas balik ke Jakarta pulangnya belakangan naik bis. Mau nggak mau pas balik ke Jakarta pasukan gendong berkurang 😀

image

Gimana pengalaman traveling bersama 1 balita + 1 bayi? rempong udah pasti, dinikmati aja. Kekhawatiran saya sebenernya adalah takut baby A crancky di atas pesawat (walaupun cuma 1 jam) dan sulit untuk membuatnya nyaman. Beda anak beda karakter. Begitu juga dengan kedua anak saya. Baby A kebetulan lebih agresif dan sensitif dibanding kakaknya mas B yang lebih kalem. Dari awal saya udah berdoa semoga selama di pesawat, baby A bisa tidur tenang setelah kenyang breastfeeding. Iya, resep paling ampuh untuk membuat bayi tenang selama perjalanan adalah breastfeeding.

Sedikit tips untuk yang ingin traveling membawa balita dan bayi :

  1. Persiapkan dan bawa pakaian seperlunya untuk orang tua. Tapi kalau ibunya macam saya sih walaupun pergi cuma 3 hari ya kostumnya dibawa se-lemari. Hihihi, lah kan mau foto OOTD cyiiin, mosok bajunya lulagi lulagi :P. End upnya 80% isi koper punya saya, 20% punya suami saya. *pukpuk suami
  2. Pakaian anak-anak agak lebih ekstra ya bawanya karena nggak mungkin seharian pake baju yang sama, apalagi kalau keringetan, ketumpahan makanan atau kerembesan ompol. Kalau perlu bawa banyak ya dibawa aja. Tentu saja sesuaikan dengan lamanya traveling dan kondisi tujuan wisata.
  3. Di dalam diaper bag, selain baju ganti dan diapers, jangan lupa membawa peralatan medis/obat2an pribadi untuk anak2 seperti obat batuk/pilek/demam, minyak/lotion telon, salep/lotion serbaguna dll yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
  4. Gunakan kostum yang nyaman baik untuk anak2 maupun orang tua.
    • Saya prefer menggunakan pakaian 2 pieces (kaos/blouse dan celana panjang/ jeans) dan sepatu sports. Baju 2 pieces bermanfaat apabila hendak breasfeeding dan sepatu sports memudahkan saya untuk berjalan cepat atau bahkan lari mengejar anak2. High heels is a BIG NO ! NO !
    • Karena saya tidak tahan dingin, biasanya saya membawa pashmina atau cardigan. Pashmina selain berfungsi memberi kehangatan juga bisa untuk nursing cover.
    • Untuk anak2 saya pakaian baju 2 pieces juga (kaos + celana panjang / legging) dan sepatu atau kaos kaki untuk bayi. Tidak lupa membawa ekstra jaket / kemeja kalau kedinginan.
  5. Cari waktu flight yang cukup fleksibel dan nyaman sesuai jam biologis anak. Pengalaman kemarin, saya ambil flight Jkt – Solo jam 11.40 (waktunya makan siang) dan Solo – Jkt jam 14.00. Kebetulan saya pilih Lionair yang tidak menyediakan konsumsi, sehingga saya memprioritaskan anak2 untuk makan dulu sebelum ke bandara atau makan di bandara.
  6. Persiapkan mainan/games untuk anak2 untuk menghilangkan rasa bosan selama menunggu waktu boarding atau selama di pesawat.
  7. Membawa cemilan + minuman yang cukup untuk mengantisipasi kondisi macet/delay selama perjalanan sampai kembali ke tujuan. Khusus untuk baby A, saya berikan MPASI dan breastfeed baby A sebelum boarding supaya kenyang dan selama di pesawat bisa tidur nyenyak. Pengalaman saya kemarin, selama di atas pesawat, baby A tidur pules. Doa terkabul, ibu legaaaaaa 🙂
  8. Selama traveling, sebisa mungkin saya buat sendiri MPASI baby A dengan peralatan andalan paling juara Phillips 2 in 1 Steamer Blender dan Pigeon Baby Food Maker lungsurannya mas B. Bahan sayur dan buah bisa beli di supermarket dekat hotel. Nggak lupa saya juga selalu sedia bubur instan untuk sarapan pagi kalau lagi males masak dan biskuit baby for emergency. Instan food is not a sin anyway.

image

Segitu dulu deh tipsnya, mungkin ada yang mau menambahkan, monggo loooh….

Perjalanan ke Solo kemarin ini sebenernya jadi ajang latihan juga buat kami yang rencananya akan traveling lagi ber-4. Kurang menantang yeee travelingnya kalau cuma ke Solo doank tapi body udah rontok, tulang rasanya kemretek mau copot satu persatu.

Insya Allah dalam waktu dekat kami akan traveling overseas perdana, yeeaaay. Lebih menantang tentunya. Saat ini masih dalam proses persiapan ijin terbang, itinerary dan kerempongan lainnya.

Doakan semoga rencana travelingnya terkabul ya. Kemana? just stay tune 🙂

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

4 thoughts on “Travel perdana bersama 1 balita + 1 baby

  1. mirip nih kayak kemarin gw pergi sama temen gw si fanny itu sama bayi 8 bulan dan sulungnya yg udah SD, dia lebih gak rempong lagi karena makanan bayinya udah beli jadi aja, cuma tetep sih stroller harus, kepakenya selain bawa bayi ya buat bawa belanjaan kita juga, wakakakak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s