Posted in Culinary therapy

Wedangan Cangkir Blirik

image


Wedangan berasal dari kata wedang yang artinya minuman (biasanya identik dengan minuman hangat/panas). Wedangan saat ini lebih dikenal sebagai tempat nongkrong/hang out warga di malam hari sambil minum dan makan.

Kalau saya perhatikan ada 3 konsep wedangan yang ada di Solo/Jogja (di Jogja sebutannya angkringan).
1. Wedangan asli dengan konsep warung pinggir jalan. Biasanya duduk lesehan atau di bangku kayu
2. Wedangan eksklusif dengan nuansa tradisional/kampung
3. Wedangan eksklusif modern dengan nuansa masa kini

Kenapa kok saya sebut wedangan eksklusif? Yaa karena sebenernya konsepnya sudah mirip cafe / resto tapi menu makan/minumnya yang ditawarkan sama dengan wedangan di warung dengan sajian/tampilan yang lebih menarik.

Kemarin saya coba 2 tempat wedangan dengan 2 konsep berbeda.

Wedangan cangkir blirik ini lokasinya ada di daerah Sumber setelah stadion Manahan, agak jauh dari Novotel.

Konsepnya etnik tradisional dengan nuansa rumah joglo yg diisi interior kampung Solo jaman dulu seperti tegel kunci motif batik, kursi jengki atau becak, meja2 kayu, ukiran2, lampu teplok dll. Lightingnya remang2 jd saya agak sulit mau foto2 suasana disana.

image

Waktu saya kesana hari Kamis malam jam 8-an cukup rame tapi nggak sampe antri. Begitu dateng langsung dpt tempat. Katanya sih kl weekend rame sampe antri gitu kl datengnya agak telat.

Makanannya ya standard menu wedangan spt nasi kucing isi teri/bandeng/jambal atau jenis lauk lain yg besarnya seiprit ruas jari. Lauknya aneka macam jeroan, seafood, tempe tahu, sosis solo dan gorengan/bakar2an. Ada jg cemilan manis spt jadah bubuk, jenang, klepon dll.

Pilihan minumannya spt teh poci, wedang uwuh, teh jahe, teh coklat, jahe susu dll.

Yang unik di wedangan cangkir blirik ini menu teh panasnya disajikan di cangkir blirik dengan gula batu (cangkir kaleng dengan tutup motif abstrak warna hijau putih). Teknik memasak tehnya pun menggunakan arang yang konon menambah rasa dan aroma khas daun tehnya.

image

Asik sih nongkrong di wedangan cangkir blirik ini. Kalau kuat bisa ngobrol2, ngeteh sambil ngemil sampe pagi. Total kerusakan juga nggak parah2 amat. Kemarin kami ber-7 makan sewaregnya habis kira2 Rp. 180 ribuan.

Berikutnya saya akan cerita wedangan dengan konsep modern. Stay tune 🙂

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

2 thoughts on “Wedangan Cangkir Blirik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s