Posted in Travel stories

Unpleasant review Novotel Solo

image

Sebenernya saya ragu mau posting review kurang menyenangkan terhadap jasa/produk tertentu, takut kejadian kayak kasus si mbak dengan RS itu looh. Amit-amit mudah2an nggak yaaa. Saya sekedar sharing pengalaman aja dan semoga saya, keluarga dan bagi yang membaca bisa mengambil hikmah (lesson learned) dari pengalaman kami ini.

Jadi pada saat long weekend lalu kami pulang kampung ke Solo menginap di Novotel Solo. Hotel favorit keluarga besar saya karena lokasinya yg strategis, akses mudah dan harga cukup terjangkau. Dan tambahan kelebihan bagi saya, ada fasilitas daycare dan kolam renang buat anak2.

Kebetulan kali ini perdana saya booking hotelnya via salahsatu provider travel online. Di form special request, saya isi permintaan 2 kamar bersebelahan dengan connecting door dan view menghadap kolam renang karena khawatir kamar fullybook akibat libur long weekend.

Proses booking, payment dan konfirmasi via telfon berjalan lancar tanpa kendala. Sampai akhirnya kami check in Kamis siang, ternyata kami dapat 2 kamar tdk bersebelahan di lantai 3…… area smoking room. Daaaang! I don’t expect that at all.  Suami saya minta untuk pindah ke kamar area non smoking room di lt. 4 atau 5 karena kami membawa 1 balita dan 1 bayi, tapi karena fullybook akhirnya permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi pihak hotel.

Walaupun katanya kamar sudah disteril tapi tetep aja bau rokoknya tercium mulai dari keluar lift, sepanjang lorong dan sampai ke dalam kamar tidur yang sudah saya semprot-semprot pakai pewangi dan minyak telon.

OK, ketidaknyamanan dan kekecewaan pertama terpaksa kami nikmati juga.

Kemudian keesokan harinya saat mandi pagi tiba2 adik saya telpon kalau air di kamarnya berwana hitam. Haaaah? Apalagi ini? Iyaah pas adik saya keramas tau2 air yg keluar dari shower warnanya kehitaman dan nempel di handuk pun. Padahal air di kamar saya biasa aja, bening bersih.

Akhirnya adik saya komplain ke pihak hotel dan dengan cepat teknisi datang utk memperbaiki. Sambil menunggu perbaikan air di kamarnya, adik saya numpang mandi di kamar mandi saya. Emang dasar apess yaaa, pas adik saya mandi tau2 air di kamar mandi saya pun berubah hitam juga. Aduuuh, kasian banget deh adik saya niih.

Perbaikan air ini akhirnya memakan waktu kira2 1 jam. Masih untungnya ya teknisi cukup sigap dan responsif menyelesaikan masalah di 2 kamar kami dan kamar tamu lain di depan kami.

Malam harinya saat kumpul2 dengan sodara, saya cerita tentang pengalaman kami di hotel ini, ternyata sodara saya pernah punya pengalaman yg sama soal air hitam itu sebelumnya, sampe akhirnya pindah ke hotel lain. Oalaaah ternyata memang kualitas airnya kurang bagus ya. Entah apa penyebabnya, mungkin filternya rusak?

Lesson learnednya sih saya jadi semakin selektif dalam memilih hotel terutama apabila traveling membawa balita dan bayi. Nggak cuma sekedar ada fasilitas playground, daycare dan kolam renang aja tapi faktor keamanan dan kenyamanan untuk seluruh anggota keluarga juga penting utk dipertimbangkan.

Kalau ditanya apakah akan menginap di Novotel Solo lagi? Saya jawab iya karena menurut saya Novotel Solo masih menang secara lokasi strategis dan kemudahan akses dibanding hotel lainnya. Cuma mungkin nextnya saya harus lebih prepare dan minta ke pihak hotel untuk memberikan fasilitas yg lebih baik.

Suami saya sudah menulis form kepuasan/komplain tamu yg tersedia si kamar dan sayapun sudah menuliskan feedback review melalui provider travel online yang saya pakai. Mudah2an masukan dari keluarga kami mendapat respon positif dari pihak hotel untuk memperbaiki fasilitas dan layanannya.

Air hitam di wastafel

image

Air hitam di urinoir/toilet
image

Pengalaman ketiga adalah mas B nyaris tenggelam. Huwaaaaaaa….

Jumat pagi kami sekeluarga berenang. Saya dan baby A di kolam anak, mas B dan bapaknya di kolam dalam, adik laki dan ibu saya menunggu di pinggir kolam sambil ngobrol2. Saya dan baby A selesai duluan dan langsung naik ke atas untuk mandi dan menyusui. Saya nggak ada feeling apa2 tuh, sampai setelah saya selesai mandi, mas B dan bapaknya nyusul ke kamar dan baru cerita.

Jadi ceritanya mas B dan bapaknya kan uda selesai berenang nih, trus setelah suami saya melepas pelampung lengannya mas B, suami saya ke shower room untuk ganti baju. Naaah ternyata setelah itu mas B nyebur lagi ke kolam dangkal, main sama teman yang baru kenal disitu. Kebetulan temannya itu sudah lebih besar dan bisa berenang. Naah pas temannya itu mau pindah dan nyebur dari kolam dangkal ke kolam dalam yang emang cuma dibatasi tembok rendah, tau2 mas B yang belum bisa berenang ikut2an temennya nyebur di kolam dalam dengan kondisi tanpa pelampung. Byuuurrrrrr!!!!

Untung aja adik saya sigap liat mas B nyebur ke kolam dalam tanpa pelampung, dalam hitungan detik adik saya nyebur ke kolam dengan baju lengkap untuk ngangkat badan mas B dari dalam kolam. Untungnya sih mas B belum sampe tenggelam yg gimana2 atau gelagapan gitu dan dia sendiri nggak sadar dengan apa yang terjadi, cuma bengong aja, bingung kok tau2 digotong sama omnya dari dalam kolam.

Setelah diangkat ke atas kolam dan ditanya kondisinya baru deh mas B nangis. Nangis karena bingung dan ketakutan. Ya Allah, saya aja yg cuma denger ceritanya merindiiiiing, gimana adik dan ibu saya yang ngeliat dan ngalamin langsung. Ya Allah gusti, Alhamdulillah masih diberi perlindungan, keselamatan dan kesehatan buat mas B. Lemeeeesss. Sampai saat ini saya nggak pernah lagi tanya2 soal kejadian kemarin itu, takut dia trauma dan nggak mau berenang lagi danas B belum pernah saya ajak berenang lagi. Nunggu mood (ibu)nya adem dulu.

Lesson learnednya:
1. Saya jadi lebih protektif urusan menjaga anak di kala berenang di kolam renang umum, apalagi kalau tempatnya kurang dirasa aman. Harus ada pengawasan dan penjagaan orang tua, jangan lengah sedetik pun.
2. Pelajaran berenang wajib hukumnya buat kedua anak saya, nggak perlu jago gaya berenang macam2 yang penting how to survive inside water (survival skill) aja yang utama.
3. Sebaiknya di setiap fasilitas kolam renang hotel ada lifeguard/penjaganya untuk mengantipasi terjadi sesuatu terhadap keselamatan tamunya.

image

Mudah-mudahan pengalaman kurang menyenangkan kami bermanfaat buat teman2 yang mau berlibur bersama anak-anak.

Don’t be afraid, just be very careful. Happy traveling.

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

11 thoughts on “Unpleasant review Novotel Solo

  1. Waktu kalian komplain bagaimana sikap pihak hotel Shin? Duh untuk ada adik kamu ya yang tolong si B dari kolam renang. Waa, ngga enak ya hotelnya tapi aku harap kalian menikmati liburannya.

    Like

    1. Yg urusan air lsg dtg teknisinya dan lsg benerin mbak, yg smoking room ya cm bs minta maaf ga bs menyediakan kmr lain walau tetap dicarikan.
      Dulu pernah sodara mw diksh kompensasi discount rate krn air kotor tp sodaraku keburu bete dan lsg pindah hotel aja.

      Like

  2. pertama lihat backdrop reception cantik, tapi pas baca lanjutan2nya…wah kok payah ya. Shinta, moga2 mas B ga sampai trauma untuk berenang . G bless

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s