Posted in Culinary therapy

Tentang buah. Asli vs olahan

image


Entah uda berapa merk almond milk yang saya coba, mulai dari yang organik sampai yg kemasan, yg original maupun yg ada rasa tambahan, baik diminum langsung maupun dengan tambahan topping, tetep aja semua saya nggak suka. Saya bukan penggemar kacang (males aja suka nyempil di gigi) tapi saya penggemar berat kacang almond loooh dan termasuk penyuka susu, terutama susu sapi (dengan berbagai macam kontroversinya) dan susu kedelai. Kalau uda ngemil kacang almond dan kacang kedelai/edamame bisa abis setoples sendiri.

Buat pemakan segala kayak saya dan nggak ada pantangan apa-apa, agak aneh aja kalau nggak suka sama salah satu jenis makanan/minuman tertentu. Kalaupun saya nggak makan sesuatu, biasanya bukan karena saya nggak suka tapi lebih menghindari aja supaya gastro/asam lambung saya nggak kambuh, misalnya makanan yang terlalu pedas, pahit dan asam.

Somehow kacang almond itu kalau uda diolah jadi almond milk itu rasanya jadi berubah ya, mirip kayak minum santan cair gitu. Kalau susu kedelai kan masih ada rasa “susu”nya dan cenderung lebih kental.

Ternyata selain kacang almond dan edamame, ada beberapa makanan lain (mayoritas buah) yang saya lebih suka dikonsumsi sesuai aslinya daripada yang sudah diolah.

1. Melon. Saya suka sekali buah melon tapiiiii kalau di suatu acara ada pilihan aneka jus, biasanya jus melon jadi pilihan terakhir atau bahkan saya nggak lirik sama sekali. Apalagi permen rasa/bau melon, bleeeeh…. *lepeh

2. Semangka lebih suka makan buah aslinya daripada dibuat jus. Bagi saya aneh aja, wong buahnya aja kalau dimakan udah kayak air, langsung glek! ngapain musti dijadiin jus semangka lagi.

3. Durian. Saya sih bukan penggemar durian jadi cuma kadang-kadang makannya, itu pun nggak banyak. saya nggak suka kalau durian dijadiin dodol durian, padahal ini kan oleh-oleh khas dari Pontianak/Medan ya. Bahan olahan durian yang menurut saya masih bisa ditolerir kalau dijadiin eskrim. Anehnya saya malah suka jus durian. Ini sih gara-gara pertama kali saya coba jus durian tahun 2000an jaman warung tenda lagi heitsnya, yang bikin jusnya ganteng banget. Hahahaha….

4. Nangka juga termasuk buah yang jarang saya konsumsi.  Naah kalau nangka ini justru saya lebih suka kalau dikonsumsi sebagai topping berbagai macam makanan/minuman, misalnya kayak campuran es teler, kolak, puding, nagasari atau kripik nangka. Andalan dari nangka itu kan bau wangi dan manisnya ya, jadi kalau dijadikan topping bisa menambah selera atau sebagai perisa alami. Jadi lebih enak ya dimakan sedikit-sedikit (potong kecil-kecil) buat sweetener aja.

5. Nanas. I positively say NO to jus nanas. Nggak tau deh, kalau denger nama jus nanas bawaannya uda kinyir-kinyir asem (pukpuk gastro). Kalau buah nanas langsung (yang uda dicuci pakai garam) masih OK lah walau jarang juga.

Yang keinget baru itu siih. Naaah, kalau kamu, buah atau makanan apa yang lebih suka dikonsumsi langsung daripada dijadiin makanan/minuman olahan?

Save

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

4 thoughts on “Tentang buah. Asli vs olahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s