Posted in Daily stories, Health, Little sister - Adik A, Tips

My milk my adventure – part 3

OK, sebenarnya bahasan tentang ASI ini sudah pernah saya posting sebelumnya, tapi boleh donk yaa kalau direkap lagi untuk self reminder perjuangan memenuhi kebutuhan ASI baby A. Harap maklum, busui lagi suka pamer susu, hehehe…

Postingan ini sudah pernah saya tulis di artikel The Urban Mama … semoga bermanfaat

Belajar dari pengalaman menyusui anak pertama 5 tahun lalu dan informasi dari beberapa sosial media maupun teman, saya mempersiapkan diri dan belajar lagi manajemen ASIP (ASI Perah) untuk membantu proses menyusui anak kedua yang lahir bulan Agustus 2015 lalu. Tujuannya agar pada saat saya selesai cuti melahirkan dan kembali bekerja, saya dapat menjalaninya dengan lebih santai, lancar, dan tidak kejar tayang seperti kakaknya dulu.

Saya mulai memompa ASI sekitar dua minggu setelah melahirkan. Hasil ASIP pertama saya hanya cukup untuk membasahi pantat botol saja, kemudian makin hari bertambah menjadi 5 ml, 10-20 ml, 80 ml, dan saat ini setelah memompa di kantor bisa mencapai 100 – 200 ml. Sebulan pertama stok ASIP dipakai milk therapy untuk meningkatkan berat badan baby A yang terlahir dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) akibat saya pre-eklampsia. Agar takarannya lebih terpantau dan mencapai target berat badan yang diminta DSA, target minum ASI baby A sebanyak 400-500 ml/hari baik ASI hasil perahan maupun menyusu langsung. Setiap hari saya buat jadwal jam berapa minum ASI dan berapa ml sekali minum. Di akhir hari tinggal ditotal saja kebutuhan ASI sudah sesuai target atau belum. Alhamdulillah berkat disiplin dan niat kuat akhirnya baby A bisa mencapai target berat badan di atas normal sesuai target.

Menjelang masuk kantor, saya menyiapkan perlengkapan breastpumping yang selalu saya bawa kemana-mana :

  1. Breastpump beserta perlengkapannya termasuk baterai cadangan. Mengingat breastpump pertama yang saya beli 5 tahun lalu sudah rusak dan tidak dapat direparasi lagi, saya membeli breastpump elektrik baru dengan versi berbeda hasil rekomendasi dari beberapa teman untuk memudahkan saya saat memompa ASI di kantor.
  2. Wadah penampung ASIP. Saya menggunakan botol kaca sebagai wadah menyimpan ASIP dan diberi label hari/tanggal/waktu selama memompa di rumah dan di kantor. Sementara kalau saya sedang dinas ke luar kota atau bepergian, saya menggunakan wadah kantong plastik ASIP .
  3. Cooler/thermal bag,  tempat makan/plastic jar dan blue ice untuk membawa ASIP dari kantor/perjalanan dinas luar kota ke rumah.
  4. Tisu basah, tisu kering, hand sanitizer dan sabun cuci botol travel size untuk membersihkan tangan dan perlengkapan ASIP.
  5. Apron untuk menutupi badan selama memompa ASI atau di kala menyusui bayi di tempat umum.

 

Peralatan lainnya yang tersedia di rumah/di kantor antara lain:

  1. Bottle sterilizer yang digunakan untuk mensterilkan botol dan perlengkapan lainnya.
  2. Freezer ASI 6 rak yang disediakan di ruang laktasi yang pernah saya ceritakan di sini.
  3. Botol Susu dan cup feeder.

Selama di kantor, saya memompa sebanyak 2 -4 kali/hari disesuaikan dengan padat/longgarnya jam kerja, yaitu pukul 7 pagi sebelum masuk kantor, pukul 11 siang sebelum jam istirahat, pukul 2 siang setelah istirahat, dan pukul 4 sore sebelum pulang kantor.

Dari sebelum saya kembali bekerja, saya dan pengasuh melatih baby A untuk minum ASIP dari botol maupun cup feeder. Awalnya pemberian ASIP dari botol susu berjalan lancar, namun setelah beberapa hari saya masuk kantor, terjadi kendala baby A menolak minum ASIP baik dari botol susu maupun cup feeder dan lebih suka minum ASI segar/fresh langsung melalui payudara ibu.  Setelah konsultasi dengan DSA, ada 2 hal yang biasa terjadi kepada bayi yang menolak minum ASIP:

  1. Perubahan rasa pada ASIP (bukan ASI segar/fresh). Pada awalnya saya menggunakan metode pemberian ASIP secara FIFO (First In First Out) atau ASIP yang dikonsumsi pertama adalah hasil perah ASIP lebih dahulu. Setelah terjadi penolakan ASIP secara FIFO, selanjutnya saya menerapkan metode pemberian ASIP secara LIFO (Last In First Out) dimana ASIP yang saya hasilkan terakhir/terbaru akan dikonsumsi lebih dahulu. Sementara ASIP hasil perah lebih dahulu akan dikonsumsi bersamaan dengan pemberian MPASI sehingga perubahan rasa ASIP-nya tidak terasa lagi karena sudah bercampur dengan rasa MPASI. Sisi positif dari pemberian ASIP secara LIFO bahwa ASIP yang diminum lebih fresh baik dari sisi kandungan, gizi, komposisi maupun rasanya dibandingkan ASIP yang sudah lama berada di dalam freezer.
  2. Ketidakcocokan dengan nipple/dot botol susu. Kebetulan botol susu yang saya gunakan, merk dan tipenya sama seperti botol susu yang digunakan kakaknya dulu, namun ternyata tidak cocok untuk baby A. Setelah beberapa kali uji coba dan observasi berbagai jenis botol susu terutama dari sisi nipple botol yang menyerupai payudara ibu, akhirnya pilihan baby A jatuh kepada botol Philips Avent NaturalWide Neck. Nipple Philips Avent natural bentuknya lebih mirip kontur payudara ibu, sehingga memudahkan bayi untuk latch on semudah menyusu langsung pada ibu. Selain mempunyai nipple yang lembut dan lebih fleksibel bergerak ketika bayi menyusu, Philips Avent NaturalWide Neck juga dilengkapi dua valve sebagai anti colic (kembung) dan berleher lebar untuk memudahkan pengisian susu dan pembersihan botol.

Alhamdulillah dengan management ASIP yang lebih teratur dan didukung dengan botol Philips Avent Natural Wide Neck, baby A semakin lancar dan semangat minum ASIP dan menyusu langsung. Tidak terasa, pada 8 Februari 2016 lalu, baby A tepat berusia 6 bulan lulus ASI Eksklusif dan mulai masa MPASI.

Urban Mama yang saat ini masih menyusui, bagaimana tipsnya dalam mempersiapkan manajemen ASIP untuk bayinya?

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

3 thoughts on “My milk my adventure – part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s