Posted in Daily stories, Parenting

#TUMngopicantik I Father’s love

image

Impian untuk menikah dan berkeluarga dan setahun kemudian memiliki seorang anak perempuan bernama Amidala telah dicapai oleh Fajar, drummer band Alexa.

Di usia 6 bulan, Dala sering demam disertai ruam-ruam kebiruan. Setelah beberapa kali observasi, ternyata Dala didiagnosa menderita kanker darah/Leukimia.

Keluarga Fajar berusaha untuk menerima kenyataan itu dengan ikhlas, tabah dan tetap giat berusaha. Always believe in miracle.

Serangkaian proses dilewati keluarga demi kesembuhan Dala, salah satunya kemoterapi. Kemoterapi itu sendiri tidak sehoror yang dibayangkan oleh Fajar sebelumnya. Ketika seorang keluarga sakit, seluruh keluarga merasakannya. Dijalankan saja, nikmati prosesnya.

Perjuangan dan proses panjang melawan Leukimia dilalui dgn berbagai cobaan berikutnya dimana Dala juga mengalami sakit Herpes, Demam Berdarah hingha sepsis…… and she ‘survive’. Hingga akhirnya Dala berpulang di usia 18 bulan di saat sakit Demam Berdarah yang kedua kalinya.

Sedih dan terharu banget saya dengernya sekaligus salut sama Fajar yang untuk pertama kalinya berani sharing di depan komunitas ibu2 yang notabene baru pertama kalinya ketemu di saat itu.

Ada beberapa poin yang saya ambil dari sharing mas Fajar atas kepergian Dala..

– Sebagai manusia yang beragama, kita selalu dituntut untuk ikhlas, ikhtiar dan bertawakal. Gampang diucapinnya tapi di saat kita menghadapi cobaan/ujian yang datang, untuk ngejalaninnya amatlah susah.
– Kehilangan orang yang dicintai bukan berarti kehilangan diri sendiri. Rasa sakit itu tidak pernah hilang namun tetap harus bijak dalam menyikapinya.
– Nikmati sakit sebagai proses, jadikan sakit sebagai teman, bersabar dan kelamaan akan jadi terbiasa.
– Saling support dalam keluarga, be the best of yourself.
– Hidup tidak selalu happy ending tapi itu bukan akhir dari segalanya. Dunia selalu berputar.
– Buatlah hidup lebih berarti dan gantikan rasa kehilangan itu dengan kegiatan yang positif. Dalam kasus ini, Fajar mengisinya dengan cara hidup sehat, berolahraga seperti lari dan bersepeda dan melanjutkan nge-band.

Fajar sadar diri bahwa setiap orang harus selalu siap kapan pun harus ‘pulang’. Dan setelah kehilangan ini, Fajar hanya ingin diingat sebagai Fajar Arifan yang baik.

image

Semoga hasil sharing acara Father’s Love ini menjadi pembelajaran buat kita semua. Aamin yra..

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s