Posted in Travel stories

Jelajah Sanur the sunrise beach

image

Kamis sore setelah pulang dari Bali Bird Park and Reptile Park, kami balik ke hotel. Para eyang mau istirahat dan Baron juga perlu istirahat karena masih batuk pilek dan badannya agak sumeng. Sementara saya yg badannya gatel masih pengen jalan-jalan akhirnya joging sore aja di sekitar hotel dan sepanjang pantai.

Sebenernya acara jelajah Sanur ini uda diniatin dari Jakarta karena saya tuh bener2 penasaran sama wilayah Sanur. Terus terang awalnya pantai Sanur itu menurut saya nggak menarik sama sekali karena pasirnya kasar agak kekuningan jadi kesannya nggak bersih, pantainya pendek dan curam (bukan tipe pantai landai), ombak lautnya tenang jadi kurang asik buat orang surfing, keindahan pantainya tertutup hotel dan toko2.

Fakta tentang pantai Sanur seperti yang saya bilang diatas sih bener yaa (based on my subjectivity) tapi somehow ada daya tarik lain yang bikin pantai Sanur ini tetep hips dan heits sampe sekarang.

Dari hasil googling sejarah Sanur, wilayah ini sebenernya tergolong daerah wisata mewah, berkelas dan cukup eksklusif di masa Presiden Soekarno. Semakin lama ketenaran pantai Sanur makin tergerus sama kondyangnya pantai Kuta, Seminyak dan 5 star area Nusa Dua.

Laporan pandangan mata sore itu sepanjang +- 2km, rasa underestimate saya ternyata salah besar pemirsa.

Ternyata pantai Sanur-Sindhu itu masih banyak hotel bintang 3 dan 4. Mayoritas memang hotel2 lama yg direnovasi, tapi hotel baru juga banyak kok. Salahsatunya Swiss-belresort yg saya inapi. Hotel2 ini ada yang langsung nyambung ke pantai, ada juga yang terletak di pinggir jl. Tamblingan dan Poso. Kalau mau ke pantai bisa pake shuttle car dari hotel atau jalan kaki +- 200-300 meter. Hotel yang langsung ke pantai malah ada yg punya kolam renang persis sebelahan sama jogging track yg saya lewati. Agak gak nyaman sebenernya kl pas berenang bisa ditonton sama orang yg joging atau naik sepeda.

Ooh iya, patokan untuk ke pantai Sanur sendiri adalah p4an Sanur Paradise Plaza Hotel (hotel tertua di Bali, dulu namanya Ina Grand Bali Beach Hotel) sementara ke pantai Sindhu belokannya pas McD Sanur. Dua2nya masih masuk wilayah Sanur. Nama jalan di wilayah ini didominasi nama danau.

Di sepanjang jl. Tamblingan dan jl. Poso sebagai jalan utama Sanur banyak berderetan cafe2/rumah makan, mini market dan toko2 baju/souvenir persis sama kayak yg ada di Jl. Legian, malah disini jalannya lebih luas bisa lewat 2 mobil dan parkir di sisi kiri kanan jalannya.

Di sepanjang pantai juga banyak beach bar yang sore itu baru mulai buka untuk ngeramein hingar bingar suasana malam di pantai Sanur. Banyak turis lokal dan asing sepedaan dan joging, ada beberapa anak kecil berenang, keluarga dan pasangan duduk2 di pantai dan foto2 dan kapal2 nelayan parkir di pinggir pantai. Dari pantai Sanur kita bisa lihat di kejauhan pulau Nusa Lembongan dan gunung Agung.

Sama seperti Benoa, Sanur juga terkenal untuk watersportsnya: main kayak, seawalkers, snorkling dan diving. Untuk wisata kulinernya sendiri pasti uda banyak yang tau nikmatnya sop ikan dan ikan goreng mak Beng dan nasi campurnya Made Weti donk. Saya sendiri blum pernah coba nasi campur Made Weti, kemarin batal pengen coba. Sementara sop ikan dan ikan goreng mak Beng kurang cocok di perut gastro saya karena pedesss, huh hah..

Itu sih kesimpulan sementara saya tentang pantai Sanur. Mudah2an pantai Sanur masih bisa mempertahankan pamornya seperti masa jayanya dulu.
image

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

9 thoughts on “Jelajah Sanur the sunrise beach

  1. Pernah minta anterin guide ke sanur dan aku juga merasa pantai sanur ga menarik..tapi suka ama kerang2 yg ada di paair pantainya mba shin….katanya sanur bagua utk liat sunrise kan ya?

    Like

  2. Sanur memang kayaknya ga enak deh untuk berenang yaa… Kecualiiii untuk foto2 pas sunrise. Banyak kapal2 yang jadi siluet cantik gitu pas matahari muncul. Aku pernah photowalking kesana, emang cantik sih sunrise nya.
    Dan katanya untuk undewater activity, di sanur jauh lebih cantik dari Benoa, karena airnya lebih jernih.. belom pernah tau sih soal underwater activitynya, kalau ada kesempatan lagi pengen juga nyobain seawalker di Sanur 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s