Posted in Daily stories

Kamu ingin dikenang sbg pribadi seperti apa?

Bulan ini saya kehilangan 2 mantan bos saya yang sangat saya sayangi dan kagumi. Hanya selisih 1 minggu mereka pergi menghadap Illahi.

Yang pertama mantan bos saya waktu dinas di Denpasar selama 1 tahun. Beliau ini amat sangat baik, tutur katanya sopan, lembut, tepo selironya tinggi dan kesan paling mendalam yang saya rasakan adalah walaupun saya adalah anak buah beliau tapi saya kalau ngomong ke beliau seperti saya ngobrol sama bapak sendiri. Apalagi saya anak perantauan kan. Hal ini juga dirasakan sama temen2 saya yang lain baik yg perantauan maupun yg asli Bali. Setiap selesai jam kantor, kami sering dibeliin cemilan sama beliau, either pas lembur atau enggak, kadang kami makan malam bareng walopun cuma di warteg tapi kebersamaan dan kekompakannya yang nggak bisa tergantikan. Kalau kami ada masalah baik tentang pekerjaan maupun pribadi, nggak sungkan kami curhat ke beliau. Kalaupun kami ada masalah di pekerjaan, beliau nggak pernah marah, tapi lebih ke kasih saran, wejangan dan solusi.

Sejak 2 tahun lalu beliau mengidap penyakit yg cukup parah dan membutuhkan biaya yg cukup tinggi. Walopun beliau uda nggak ngantor lagi dan tim kami yang dulu uda berpencar ke berbagai penjuru Indonesia dan bahkan ada yg uda resign, saking sayang dan cintanya, secara sukarela kami mengumpulkan dana untuk meringankan biaya pengobatan beliau. Dan tahun ini beliau telah tiada. Tepat tgl 14 Nopember yang lalu diaben di Bali. Nyeselnya saya, walopun hampir setiap tahun ke Bali tapi nggak pernah mampir untuk jenguk beliau. Sedih, hiks 😦

Mantan Bos saya yang satu lagi terkenal amat sangat royal dan nggak hitungan (saya dan temen2 sering dikasih oleh2 setiap beliau atau istrinya pergi travelling, kalau ada temen yg kesulitan beliau tidak segan untuk memberikan bantuan (finansial) even kita tidak meminta) lucu dan suka guyon, perokok berat, suka dugem (aah haa!!), suka ntraktir makan (untuk yg satu ini royalnya nggak kira2), hobi masak dan kita anak buahnya selalu dianggap sebagai anaknya sendiri seolah nggak ada jarak hirarki diantara kita. Malah kalau di kantor suka asik aja ngajak ngobrol pake bahasa jawa.

Beliau ini cukup eksis di kantor saya, jadi setiap ada yg tau kalau saya anak buahnya pasti semua orang  kasih kesan dan komen tentang beliau. Banyak cerita seru dan heboh yang sering saya dengar dari senior2 saya yang lebih dulu kenal dan akrab dengan beliau and they keep on going to share their memories with him. Saya terharu. Walopun saya cuma 1 tahun jadi anakbuahnya, tapi memori2 bersama beliau masih melekat di ingatan saya.

Masih ada beberapa temen kantor senior saya yang sudah almarhum yang memberikan kesan mendalam di dalam hidup saya dan pastinya yang positif.

May you all RIP and our memories keep remain.

Jadi inget pepatah Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Seorang manusia terutama diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah tiada lagi.

Salahsatu bos di kantor saya dulu ada yg orangnya galak banget, kalau ngomong super kenceng dan kalau uda marah suka maki-maki seluruh isi kebun binatang keluar semua. Untungnya beliau bukan bos saya langsung jd cuma denger ceritanya dari temen saya aja. Stress banget pasti kalau jadi anak buahnya langsung tapi temen2 saya dan anakbuahnya yang lain kok tahan2 aja ya. Temen saya bilang “nggak usah didengerin shin, pokoknya kamu kerja aja”. Haduuh saya sih gak bisa kerja di lingkungan nggak nyaman kayak gitu. Beberapa tahun yg lalu si bapak ini uda pindah ke perusahaan lain dan konon karakter ‘kejam’nya itu masih dibawa sampai sekarang.

Jadi gimanaaaa gitu rasanya kalau suatu saat ada orang tanya:
Q: “mbak/pak/bu, inget nggak sama bu S or pak Y?”
A: “iya inget, yang orangnya judes/pelit/galak/yang suka ngomong kasar itu kan?”
Kita diinget sebagai seseorang yang negatif atau membawa pengaruh jelek di lingkungan kita. Jleb!!!

Jangan sampe deh yaa, Insya Allah, jejak yang kita tinggalkan di dunia ini dan yang diingat oleh orang lain adalah yang positif dan yang baik.

Gusti Allah mboten sare……

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

15 thoughts on “Kamu ingin dikenang sbg pribadi seperti apa?

  1. Turut berduka ya Shin. Aku pernah kerja 1,5 thn sama seorang oma. Beliau baikk bangett. Satu yg sampai saat ini kusesali bikin nyesek, ga punya foto beliau. Pengen minta foto bareng selalu aku tunda2 😦 .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s