Posted in Daily stories

Memaknai 38 tahun

image

Nggak terasa uda lewat tgl 9 Oktober lagi dan tahun ini officially genap di 40-2 tahun. Iyes, 2 tahun lagi boook my life begin at fourty. Instead of reminiscing my life setahun ini, justru di hari Kamis 9 oktober 2014 kemarin banyak banget moment yg bikin jleb dan tetiba heeiii waktumu tinggal sebentar lagi 😦

Mulai dari kamis pagi dini hari. Punya suami yg gak romantis sama sekali itu yaa, malem-malem kebangun karena Baron ngelindur, trus ujug-ujug saya dicolek mas D, disalamin dan diucapin “Happy Birthday yaa”, tanpa cipika cipiki lanjut bobo lagi. ZZZzzzZzZZ 😪

Kamis pagi, mas D pamit mau dinas ke Sentul s.d Sabtu yang artinya saya dan Baron bakal tidur berduaan aja on our birthday. Hiks.
At least kalau mau ditinggal pergi kan kadonya dulu doonk. Kado?? Kado apaan?? Kalau saya nggak request apa2 yaa sampe nambah umur tahun depannya lagi juga gak bakal ada kado. ZzzZZZzzZzz 😪

Sampai di kantor tetiba dikabari kalau anak salah satu Office boy meninggal dunia. Innalillahi wa inna Illahi rojiun. Anak laki kesayangan dan kebanggaan wafat di usia produktif 21 tahun. Saya dan temen2 melayat ke pemakaman dan sambil menunggu rombongan lain datang, saya seperti disadarkan bahwa hidup dan mati saya adalah rahasia Allah. Umur saya bukan bertambah tapi justru berkurang dan sisa hidup saya ini seharusnya diisi untuk ibadah, menambah bekal untuk akhirat nanti. Melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan. Cuma itu! Keliatan sepele tapi butuh iman yang kuat untuk ngejalaninnya dan harusnya saya bisa jika saya mau dan nggak banyak alasan. Insya Allah. Bismillah..

Kalau belum rejeki ya diikhlaskan saja…
Pulang dari melayat, saya terpikir untuk ngecek saldo tabungan investasi saya dan ternyata saya ngalami opportunity loss yang cukup besar selama 3 bulan. Loss gara2 alasan sepele, manager investasi saya lupa untuk memperpanjang form apresiasi saya. KZL to the max kan, dan saya gak bisa claim untuk itu. Pun kalau diperpanjang per Oktober ini, returnnya lebih kecil dari sebelumnya. What should i do? Ikhlas…

Kamis sore, saya belanja ke C4 untuk persiapan goodiebags ultahnya Baron. Saya ingat saya masih punya voucher C4 hadiah dari event golf mas D yang blum saya belanjain sejak lama. Setelah ambil beberapa pack susu, pas mau bayar di kasir pake voucher petugasnya bilang kalau voucher saya expired. WHAT?? emosi doonk, kok bisa expired, sementara tanggal expired maupun aktivasinya gak tercantum di kartunya, mana saya tau udah expired dari bulan April 2014 yang lalu. Mau komplain/marah2 ke customer service juga percuma, kalau mau ngotot2an sih bisa aja tapi saya tau ini keteledoran saya nggak ngecek teliti terms and condition voucher dan sore itu saya harus buru2 ke PIM mau order Jco donuts.
Emang sih vouchernya saya dapet udah dari tahun lalu tapi saya lupa bulan apa. Berhubung saya jarang banget belanja di C4 jadi baru kepake kemarin itu dan ternyata rejeki melayang lagi. Nilainya lumayan buat belanja bulanan pulak. Hiks hiks..

Malemnya iseng saya cek saldo tabungan harian saya dan kaget doonk saldonya uda tipisssss banget. Tumbenan ni, buat apa ya? Yaaa buat blanja tas, baju, spatu laaah. Saya baru inget kalau dananya beberapa kali untuk beli tiket dan akomodasi ke Solo dan terakhir ditambah ke Jogja sejak kepergian alm. Bapak.
Maksud hati lapor ke mas D supaya disuntik dana lagi eeeh bukannya ngerasa prihatin kalau istrinya bakal gak bisa belanja tas, baju, spatu lagi lagi kesulitan, malah diceramahin ina ini itu dan endingnya teuteup loooh gak ada suntikannya. Preeeeeet banget deh suami yang paling kucinta ini. Siap-siap ngemut jempol ajah sampe akhir bulan. Awas yaaah *loooch* 😀

Moment-moment ini yang akhirnya menyadarkan dan mengingatkan lagi bahwa hidup saya hanyalah titipan, yang saya miliki di dunia ini semata-mata pinjaman dan kalau memang apa yang sudah ada di genggaman saya ternyata tetap nggak bisa saya nikmati yaaa namanya belum rejeki. Semua karena kuasa Allah SWT. Perjalanan hidup sepertinya masih panjang. Kewajiban saya sebagai istri dan ibu baru seumur jagung. Kewajiban saya sebagai anak masih belum berhenti, walaupun maut memisahkan.
Masih banyak PR yang belum saya selesaiin baik untuk diri sendiri, keluarga maupun untuk lingkungan sekitar saya. Tapi saya nggak tau, berapa lama lagi sisa umur saya. Jadi saya pikir, Insya Allah saya nggak akan menunda-nunda lagi apa yang uda jadi kewajiban saya. At least kalau saya nggak bisa lakuin sekarang, saya mulai dari Niat dulu Insya Allah uda dicatat amalnya.

Luckily, saya dikelilingi keluarga tercinta dan temen2 tersayang yang sama-sama saling support satu sama lain. Saling mengingatkan, kasih masukan about life, love, healthy lifestyle, well being and especially spiritual injects. Jadi saya nggak pernah merasa sendiri.

Lengkapi ibadah sholat wajib dan shunah, baca quran, banyak bersedekah, tunaikan haji dan umroh. Kalau masih diberi umur panjang, nikmat sehat, nikmat rejeki dan kesempatan, Insya Allah semua bisa dijalanin. Bismillah…

Aamiin ya rabbal allamin…

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

4 thoughts on “Memaknai 38 tahun

    1. Iya man, jadi voucher C4 ini sistemnya kartu prabayar gitu. Ada sih tulisan expired 1 tahun setelah aktivasi tapi tanggal aktivasinya yg gak ada. Padahal kita terima voucher itu kan hadiah atau dari orang lain, which is kita gak tau dia kapan belinya

      Like

  1. Betapa ya bo kalo yg namanya ultah tuh setelah diatas 30 sbnernya udh ga pengen diitung lg. Apalagi gw dah ni blom jugak ada anak, kebayang segala penjuru dunia sibuk ngingetin umur. Pdhl gw nya blaga amnesia…duhh susah bgt ye tinggal di indo..banyak yg icam-ikut campur..

    Like

    1. Hahaha awalnya sih gitu neeek, cuek, tapi begitu mendekati kepala 4 jadi ngaca lagi looh. Disinipun didera permintaan anak ke-2 jadi mikir juga, secara fisik dah mulai turun, dan mikir nantinya kalau uda pensiun anak masih belum mapan. Bismillah, lillahi Ta’ala aja deh…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s