Posted in Big brother - mas B, Parenting

Persahabatan bagai Tom and Jerry

Edited and published at The Urban Mama

Punya teman masa kecil itu sangat menyenangkan, apalagi kalau pertemanan itu berlangsung sampai dewasa dan lebih erat lagi menjadi persahabatan. Sampai saat ini saya masih ingat asiknya bermain bersama teman masa kecil saya yang tidak lain adalah tetangga dekat rumah. Bermain karet, gobak sodor, sepeda, benteng, congklak, engklek, kartu, boneka, bongkar pasang, pasaran, dan permainan lain yang dulu sangat hits di jamannya. Belum lagi keseruan ikut lomba tujuh belas agustusan seperti makan krupuk, pasang kancing kemeja, bawa kelereng, balap karung dll. Selain bermain bersama, kami juga mengaji dan les bahasa inggris sama-sama. That good old days.

Pertemenan nggak selamanya berjalan mulus, kadang juga dibumbui peristiwa berantem, marahan, ngambek sampai nggak ngomong atau mogok main berhari-hari, cemburu, kompetitif dll. Tapi kalau sudah reda, langsung baikan dan main bareng lagi.

Walaupun sekarang kami sudah tinggal berjauhan, punya kehidupan masing-masing dan jarang bertemu tapi kami masih saling kontak melalui social media dan smartphone. Beberapa waktu kami juga sempat bersilahturahmi saat salah satu dari kami menikah, punya anak, lebaran di rumah orang tua masing2 atau janjian saat pemilihan umum yang lalu.

Indahnya mempunyai teman masa kecil ini dirasakan juga oleh Baron (3,5 tahun) dan temannya Wildan yang terpaut 3 bulan. Kebetulan rumah kami terpisah 2 blok, agak jauh sebenarnya tapi bukan halangan terhadap kedekatan mereka. Mereka mulai akrab sejak bayi karena setiap pagi dan sore selalu jalan keliling komplek bersama pengasuh dan masih dilakukan sampai saat ini bersama teman-teman lainnya.

Sebenernya mereka punya banyak teman yang sebaya baik laki maupun perempuan di perumahan kami. Secara total ada +- 15 anak, tapi hanya Baron dan Wildan saja yang relatif lebih sering main bersama, sehingga jadi lebih akrab.

Pada dasarnya keduanya memiliki karakter yang berbeda seperti di film Tom and Jerry. Yang satu karakternya periang, suka bercanda, hobinya menggoda temannya, suaranya kencang melengking. Yang satu lagi tipe serius, suka ngambek kalau ada yang merebut mainannya atau marah kalau digoda dan suaranya ngebas. Si periang ini suka sekali menggoda si serius dan kalau si serius ngambek, maka si periang makin keras ketawanya. Tapi keduanya baik hati dan saling sayang satu sama lain.

Yang satu suka telpon kalau lagi kangen, tapi yang satu lagi suka gengsi kalau ditelpon. Kalau lagi main bareng suka rebutan mainan tapi kalau disuruh pulang nggak mau, maunya main terus. Kadang kalau yang satu mau pulang, yang satunya nangis temannya nggak boleh pulang. Solusi urusan pulang habis bermain ini agak tricky tapi juga lucu. Jadi misalnya Wildan lagi main kerumah Baron dan nggak mau pulang, harus dibujuk dulu dengan dipinjamkan mainan atau sepeda Baron. Kalau nggak mempan juga, Baron akan anter Wildan pulang sampai kerumahnya dan dilanjutkan main di rumah Wildan. Nanti giliran Baron yang mau pulang, gantian pinjem mainannya Wildan. Begitu juga sebaliknya.

Baron dan Wildan pertengahan tahun ini juga akan sekolah di kelompok bermain yang sama yang dekat, sehingga bisa pergi pulang bersamaan.

Saya sangat senang Baron mempunyai teman atau sahabat dekat yang bisa dipercaya dan menemani kesehariannya. Harapan saya mereka berdua tetap kompak, saling support, bisa saling memberikan manfaat positif dari pertemenan mereka, bersahabat sampai dewasa nanti dan nggak saling rebutan pacar ya.

Belajar dari pengalaman ini, saya melihat proses pertemanan menjadi persahabatan berjalan sangat natural. Bukan saling mengkontakkan tapi lebih kepada chemistry dan bonding yang terjadi diantara keduanya. Bisa jadi pertemanan ini berlangsung sebentar kalau chemistry itu sudah nggak ada lagi atau bisa jadi selamanya, waktu yang akan menjawab.

Buka seluasnya kesempatan untuk anak berteman dan bersosialisasi di lingkungan rumah. Biarkan anak-anak bermain dengan siapa saja, tentunya dengan pengawasan. Secara alami, anak akan memilih teman yang cocok dan akan menjadi sahabat. Walaupun sudah mempunyai teman yang (lebih) akrab, beri pengertian kepada anak untuk bermain juga dengan yang lainnya.

Buat para Urban Mama yang punya sahabat masa kecil atau putra-putrinya punya teman akrab, yuk dishare tips-tips bersahabat supaya tetap langgeng dan awet.

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

8 thoughts on “Persahabatan bagai Tom and Jerry

      1. Aduuuhhh! Rugiiii…! Egrang itu mainan tradisional terkeren sedunia menurutku. Walopun kalo dipikir2 sekarang, kok bisa ya dulu naik egrang sekecil itu, pake lomba lari segalaaaaa… hahaha…

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s