Posted in Culinary therapy, Review

Three Buns Burger and Heads

image

Now, let’s talk about burger!!

Sedikit review aja tentang burger yang baru aja buka di jl. Senopati ini. Hal pertama yang bikin tempat ini layak untuk didatengin adalah konsep bangunannya yang cukup unik, eye catching dan beda dari lainnya. Dibangun diatas lahan perumahan, tempat ini berupa ruang terbuka tinggi dan besar mirip seperti hanggar. Di depannya ada mobil combi untuk terima pesanan makanan. Di dalamnya sendiri dibangun seperti layaknya cafe di daerah Seminyak/Kuta, dudukan dibuat seperti panggung berundak, nuansa industrial dominasi kayu warna muda dan besi.

Konsep pelayanannya murni 100% SELF SERVICE. Jadi awal masuk, kita pesan makanan dan minuman di mobil combi, bayar, ambil makanan di food bar then enjoy the food, drink and the view. Kalau uda terlanjur duduk trus butuh tambahan saus tomat, sambel, kecap, gula, tissue dll, silahkan jalan dan ambil sendiri kakaaak karena pelayan disini nggak akan bantu ambilin. Dari awal mereka sudah woro-woro “silahkan ambil saus disana pak, bu, disini sistemnya self service, saya bantu sekali ini saja ya” PLAK!!

Tante yang satu ini emang manjanya gak ketulungan sih jadi kalo dah duduk males berdiri. Auranya ga match sama target market resto ini yang menyasar high class teenagers yg gawul.

Kalau urusan kenyang sih dapet banget ya secara ukuran burger ini cukup besar.

Menu disini didominasi burger. Ada 6 varian:
— Baby Huey – prime 150gr beef patty, cheese, lettuce, ketchup, pickles & spiced mayo (idr 95k)
— Burning man – prime 150gr beef patty, cheese, roasted jalapeno, relish, hot kechup & dashi mayo (idr 110k)
— Four Floors – double prime 100 beef patties, double cheese, triple onions, lettuce, pickles, ketchup & den miso mayo (idr 125k)
— Rambo – superir 150gr lamb patty, feta, green chilli, eggplant, pickle & cumin aioli (idr 120k)
— Honky-Tonk – soya milk fried chicken, coleslaw, lettuce, hot sauce & den miso mayo (idr 100k)
— The Roots – seasonal veggie, cheese fritte, coleslaw, lettuce, pickles, hot sauce & mayo (idr 95k)

image

Ada menu lain juga seperti french fries original dan with toppings (lupa namanya). Minumannya pun beragam mulai dari Equil, tea, wine, beer dll.

Iyes, this place is a new hippy hang out place in Jakarta.

Saya dateng kesini saat makan siang sama temen2 kantor yg notabene kostumnya formal blazer plus dasi look. Ga cucok bingit deh. Kesan pribadi saya, untuk siang hari dengan kondisi udara Jakarta yang begitulah adanya, resto ini jadi terasa panas even udah dipasang acd an ditutup gerbang kayu. Konsep outdoor tetep terasa siih tp ya sumuknya itu tadi manatahan. Parkir mobil amat minim, cuma muat 4-5 mobil dan sisanya pake valet diparkir di taman belakang deket Ciragil situ deh.

image

Burgernya sendiri gimana? I’m so sorry to say, gak cocok sama lidah nusantara saya. Beef patty-nya agak kering, kurang moist, lettucenya sedikit dan sausnya terlalu asem. Saya makan sengaja tanpa ditambah saus tomat atau sambel untuk ngerasain originalitas rasanya yg saya simpulkan hambar. Ok, awalnya saya pikir memang lidah saya aja agak kamseupai gak cocok sama burger selera Amerika, tapi pas posting di path dan sepupu saya yg lama tinggal di Amerika, he said..

8 dollar sudah cukup mewah untuk harga restoran/cafe.. Diatas itu harga untuk kelas hotel atau fine dining.. Dominasi mayo dan mustard memang benar, tapi pada saat beli biasanya tawar, customer yg menambahkan mayo dan mustard sesuai dengan selera.. Daging sih memang cenderung untuk hambar karena bumbunya paling mentok dikasih garam dan merica aja, kadang ada yang di marinate bumbu rempah overnight, tp jarang.. Dari sini kualitas dagingnya baru ketahuan dari rasanya, kalau terlalu hambar ya kemungkinan itu daging abal2, tapi kalau rasanya bisa menyerap bumbu (even hanya garam dan merica) dengan baik itu baru tergolong daging yang kualitasnya lumayan, belum nyinggung soal cara menyimpan di kulkas, cara grill dan tipe arangnya ya hehe.. Yes, somehow i’m a freak when it comes to burger hehe..

Ooow aiii see, then what should we call this burger then? High class exclusive street food? Untuk french friesnya terlalu garing yg kemarin tapi bumbunya enak kok.

Jadi rekomendasi saya, this burger is worth to try just for first come supaya gak penasaran aja secara harganya relatif tinggi untuk burger sejenis. Kalau dateng just for hang out snd chill out sih tempatnya cukup asik kok. Apalagi kalau keluar dari resto bisa langsung ketemu sama Jl. Legian atau Seminyak, wassalam yaa sayangnya harus berhadapan sama macet dan debunya jl. senopati hihihihi…

Saya sih masih penasaran sm vsrian Rambo yg jadi favorit disini, sama Four Floors juga tp kl Four Floors kyknya mesti paroan deeh.

So, hipsters, just try it on…

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

9 thoughts on “Three Buns Burger and Heads

  1. lagi hits banget ya mbak Shinta nih burger *sering liat di IG orang-orang*
    tapi kalau lihat harganya aku mikir mikir lagi deh mbak buat nyoba. Kalau ga sesuai kan sayang yah

    Like

  2. Mehil amat Shin! Bener sepupu kamu yang di Amrik bilang. Kalo harga udah diatas USD 8 ya termasuk fine dining burger. Di Belanda walaupun bukan negara asal burger dan wong londo paling hanya ke McD atau BK makan burger, burger harga € 5/USD 8 yo wis larang. Walaupun mahal tetep rame ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s