Ngobrol singkat Kartini BUMN

Beberapa waktu lalu saya ngobrol singkat sama salahsatu pemenang Kartini BUMN yg mendapat 2 penghargaan sekaligus, Platinum Award dan Best of The Best dari 160 kandidat. Auwooo ajegileee kan, gak jadi ngobrol deh, mlipir pelan-pelan karena minder. Hehehe nggak ding. Seneng aja dapet kesempatan sekaligus minta tips2 jadi sukses seperti beliau.

Cerita tentang bagaimana prosesnya menjalani ujian dan wawancara di lomba Kartini BUMN tersebut dan bagaimana menjalankan perannya sebagai wanita karir, ibu dari 3 anak laki, istri dan kegiatan sosial.

Persiapan menjalani ujian Kartini BUMN bisa dikatakan tanpa persiapan sama sekali. Beliau diinformasikan akan menjalankan ujian di hari Rabu -disaat sedang training di luar kota- untuk ujian di hari Sabtu. Dengan waktu yg sangat terbatas, beliau langsung berkoordinasi dengan 1 orang tim untuk disiapkan bahan presentasi dimana brief dan reviewnya dilakukan secara online hanya selama 2 hari (Kamis-Jumat). Hari Sabtu beliau datang dengan gaya yang cukup santai -Jeans dan blus batik- sementara peserta lainnya menggunakan pakaian terbaik mereka lengkap dengan make up dan sanggul tinggi ala-ala salon terkemuka. “Kok ibu berani pake jeans?” tanya saya, dan beliau menjawab “hari sabtu itu kan harinya keluarga seharusnya nggak diganggu untuk keperluan pekerjaan. Dan saya hari itu sudah janji sama anak saya mau belikan sepatu ke mall. Jadi ya saya pakai baju santai aja”. As simple as that. Pada saat wawancara, para juri yg notabene orang terkemuka, profesor dan ahli di bidangnya ada juga yg kasih masukan mengenai penampilan beliau tersebut. Nyentrik yaaa. Qkqkqk.

Ada beberapa highlight yg saya dapat seputar peran beliau sebagai kartini masa kini. Diantaranya..

Wanita Karir
Karir beliau boleh dibilang cukup baik, sukses dan lancar. Menjabat posisi yang cukup tinggi, beliau sering mendapat kepercayaan dari management dan komisaris untuk mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan walaupun cukup beresiko dan cukup berhasil memajukan dan mengharumkan citra/image baik divisi yang dipimpinnya.

Pola berpikirnya cukup praktis, suka sesuatu yg simple, sedikit bicara tapi masukan2 dan kata2nya singkat, jelas, padat, lugas, straight to the point, apa adanya, tepat sasaran untuk mendapatkan solusi yg tepat. Walaupun cara penyampaiannya agak kaku tapi tata bahasanya cukup luwes. Bahkan berani mengemukan pendapat yg berbeda dengan management selama apa yg disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

Satu hal kekurangan yang beliau akui sendiri adalah selera/taste beliau kurang bagus sehingga nggak cocok kalau ditempatkan di divisi promosi/advertising atau hal2 berbau fashion and entertainment.

Bukan tipe pekerja keras tp kerja cerdas dan cukup santai. Bukan tipe sangat religius atau agamis gimana gitu sih tapi the most important bahwa segala perkataan dan perbuatan selalu dikaitkan dengan Allah SWT, pun selalu mengingatkan ke anak buahnya.

Setiap hari beliau datang pagi dan tidak suka pulang lembur, tapi jabatan yang ditampuknya membuat beliau terpaksa kerja hingga larut malam. Itu pun masih bawa PR / pending pekerjaan  ke rumah yg sebisa mungkin beliau selesaikan di mobil selama perjalanan ke dan atau dari rumah. Kalau belum selesai juga yaa dilanjutin di rumah.

Kalau kata management dan rekan kerjanya beliau ini casingnya aja wanita tapi isinya laki-laki. Hahahaha…

Salahsatu pertanyaan yg sempat di-challenge oleh para juri adalah kalau seandainya diangkat jadi direktur mau pilih direktur perusahaan apa? Dan apa jawab beliau? Beliau pilih untuk stay di perusahaan saat ini atau nggak mau pindah kemana-mana. SURPRISED!! Disaat orang lain berusaha sedemikian rupa untuk bisa pindah ke tempat lain dengan offering yg lebih baik, laaah ini dikasih kesempatan kok malah pilih stay. Dan pertanyaan berikutnya bergulir mau jadi direktur apa? jawabnya Direktur Human Capital karena beliau suka mengurus hal2 yg berhubungan dengan personil. Lagi2 jawaban yang cukup ajaib buat saya.

Keluarga
Untuk topik yang satu ini sifatnya sangat personal dan cukup sensitif, karena biasanya yg terjadi di kalangan wanita karir yg cukup sukses dan menduduki posisi/jabatan tinggi, kurang berhasil dalam memanage rumah tangga. Sehingga para juri sangat hati2 dalam mengajukan pertanyaan ini.

Alhamdulillah beliau mempunyai keluarga yang mensupport karir beliau. Sebagai istri dan ibu, beliau setiap hari bangun jam 4 pagi untuk mencuci pakaian dan menyiapkan bekal makan pagi dan siang untuk suami dan ketiga anaknya. Kalau ada waktu sebelum berangkat kerja, beliau juga mengantar anaknya ke sekolah. Beliau juga mengajarkan sendiri ilmu Matematika serta Fisika ke anak2nya.

“Selama saya masih bisa kerjakan yaa saya kerjakan sendiri. Jasa art saya perlukan untuk pekerjaan2 yg tidak bisa saya handle sendiri diluar dari pekerjaan yg sifatnya pribadi” begitu kata beliau.

Kegiatan Sosial
Beliau kasih tau kalau punya beberapa belas anak asuh di lingkungan rumahnya untuk dibiayai sekolah dan kebutuhan hidup lainnya.

Ada yg bilang dibalik kesuksesan dan keberhasilan seseorang pasti ada sisi yg dikorbankan dan biasanya itu adalah keluarga. Berdasarkan pengamatan teman saya, hal yg dikorbankan oleh ibu ini adalah energi dan waktu untuk mengurus diri sendiri. Artinya dari 24 jam waktu yg ada, sebagian besar beliau pakai untuk mengurus pekerjaan, anggota keluarga dan orang di sekitarnya.

Satu hal yang saya dan teman2 saya selalu ingat dan gak akan pernah lupa terhadap sosok beliau adalah sorot mata yang cukup tajam yang senantiasa selalu melirik dan menggerayangi seluruh tubuh kita mulai dari ujung ubun2 sampai ujung kaki yang bisa bikin kita salah tingkah gak ada arti karena selalu berpikir apa ada yg salah ya dengan pakaian saya hari ini? Kenapa ya gue? Baju gue melorot apa gimana sih? Endesbrei endevrow. Hahahaha.

Oh yaa, did i mention that she’s expert in playing table tennis aka pingpong? Iiyess, she is, and i mean expert like a professional athlete!

Dari ngobrol singkat itu, saya sangat kagum dan takjub dengan sosok dan pribadi beliau tapi kalau mau mengikuti jejak beliau? Uhuuui kagak sanggup bro. Somehow ada semacam karakter atau kekuatan beliau yg orang lain nggak punya. Woles aja lah yaa šŸ˜€

One thought on “Ngobrol singkat Kartini BUMN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s