Posted in Daily stories

Playing is challenging

Waktu saya pertama kali nonton 4 video dari #RINSO untuk #KIDSTODAYPROJECT yaitu 1) Wajah bermain 2) Anak-anak perkotaan 3) Anak-anak yang sibuk dan 4) Menjadi seorang anak kecil, ada 2 highlights yang saya mau share disini.

Yang pertama, bahwa apapun yang terjadi di dunia ini dan di lingkungan sekitar, anak-anak tetaplah menjadi anak-anak. Mereka sangat senang bermain, suka mencoba hal baru, bereksplorasi dan bereksperimen, mempunyai kacamatanya sendiri, sudut pandang seorang anak-anak. Kita dulu pun sama seperti mereka, pernah menjadi anak-anak dan terutama saya, sangat menikmati masa kanak-kanak itu.

Dari video “wajah bermain” dan “menjadi seorang anak kecil” saya melihat bahwa masa kanak-kanak itu sangat menyenangkan. Bermain itu baik untuk perkembangan anak. Bermain bisa membuat anak-anak tertawa, berinteraksi dan bercanda dengan teman-teman, bebas bergerak kemanapun dan melakukan apapun. Just look deep into their innocent eyes and smile, they are happy. That’s all that matters.

Highlights kedua di video “Anak-anak perkotaan” dan “Anak-anak yang sibuk” adalah bahwa dengan terbatasnya fasilitas dan kesempatan yang ada menjadi tantangan bagi orang tua untuk selalu bisa menyediakan ‘ruang bermain’ bagi anak-anak setiap harinya. Tidak hanya dari segi tempat dan waktu saja, tapi juga menjadi kreatif menciptakan permainan untuk anak dengan segala keterbatasan yang ada. Toh, bermain tidak harus mahal.

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tapi yang terbaik itu harus dipikirkan juga bahwa benar kebaikan itu sesuai kebutuhan anak dan bukan baik sesuai kemauan orang tua. Memberikan kesibukan untuk anak berupa les/kursus itu baik untuk kecerdasan dan perkembangan anak dan pastinya bermanfaat untuk bekal masa depan mereka, tapi yang perlu diperhatikan lagi adalah pilihan les/kursus disesuaikan dengan bakat, minat dan kemampuan si anak. Jadikan les/kursus kegiatan yang menyenangkan dan disukai oleh anak. Kalaupun les/kursus bersifat pelajaran, jadikan pelajaran tersebut sesuatu yang menyenangkan untuk dipelajari dan cari lingkungan yang sesuai seperti ruang kelas bersih, teman dan guru yang mempunyai visi dan misi sama dalam belajar, sehingga anak tidak merasa terbeban untuk menjalaninya.

20140427-034845.jpg

Anak saya, Baron baru berusia 3,5 tahun dan baru akan masuk kelompok bermain pertengahan tahun ini. Sebagai orang tua pekerja, otomatis waktu kami berkumpul dan bermain dengan anak terbatas di sore dan malam hari dan di hari libur pekan. Sehari-hari, anak kami bermain dan berkegiatan dengan pengasuhnya.

Tantangan yang kami hadapi adalah:

1. Memaksimalkan keterbatasan lahan bermain
Tinggal di perumahan yang tidak banyak kendaraan lalu lalang dan belum tersedianya taman bermain, menjadikan jalanan sebagai lahan bermain buat anak-anak di perumahan kami. Kalaupun ingin ke taman bermain, anak-anak butuh waktu untuk jalan ke perumahan sebelah.

Sudah menjadi kegiatan rutin setiap pagi dan sore, anak-anak berkumpul bersama para pengasuh atau ibunya untuk jalan-jalan dan bermain. Beberapa anak juga sambil makan. Mereka bebas berlari kejar-kejaran, main sepeda atau mobil-mobilan, main petak umpet, pasaran, main tanah dan pasir dll. Beberapa anak juga suka saling berkunjung ke rumah temannya untuk bermain di dalam rumah.

2. Berdamai dengan gadget dan teknologi
Tidak bisa dipungkiri bahwa kami salahsatu orang tua yang memberi kebebasan anak kami untuk bermain dengan gadget. Awalnya menjadi kesepakatan dengan pengasuh bahwa gadget hanya dipakai pada saat (disuapi) makan supaya anak saya duduk dengan tenang (ini pun bukan contoh yang baik untuk ditiru), tapi pembatasan waktu itu seringkali dilanggar juga sehingga menjadi PR untuk kami lebih menerapkan disiplin dan membatasi waktu bermain dengan gadget.

3. Kreatif menciptakan jenis permainan
Mayoritas mainan yang ada di rumah saat ini adalah mobil-mobilan, sesuai hobi Baron terhadap alat transportasi dan alat konstruksi. Walaupun sudah disediakan juga permainan lainnya, tapi prioritas utama tetap main mobil dan kereta api. Selain itu, di rumah, Baron juga suka permainan yang sifatnya bergerak atau adventurer. Main lompat jauh di atas kasur, lompat-lompat di atas sofa, kuda-kudaan sama bapaknya, mondar mandir ruangan seolah-olah jadi kereta api, lari lompat gendong sama omnya, dorong-dorong kursi, berenang dan mandi bubble di bath tub/kolam plastik, main bola/golf di taman, kemah-kemahan pakai selimut, pukul-pukul bantal, ngumpet di balik pintu, treasure hunt, baca buku dan mengarang cerita dll.

Terbukti anak-anak lebih kreatif daripada orangtuanya. Saya bebaskan Baron main apa saja yang dia suka dengan pengawasan. Permainan tradisional kayak congklak, engklek, cublak-cublak suweng, jaranan, gobak sodor, benteng bisa jadi alternatif permainan yang menarik dan bagus untuk dilestarikan loh.

Mempunyai anak kecil harus siap mengorbankan isi rumah jadi berantakan dan kotor. Kalau sudah asik lari-larian dan lompat-lompatan, biasanya badan dan baju Baron basah oleh keringat. Tapi dengan adanya #RINSO saya nggak khawatir lagi. Baju kotor berkeringat langsung rendam di dalam ember berisi #RINSO cair, baju jadi bersih dan wangi lagi. Saya pun selalu sedia #RINSO molto ultra cair di kamar mandi untuk mencuci pakaian dalam supaya tetap lembut.

Akhir cerita, yuk sama-sama dukung program #RINSO #KIDSTODAYPROJECT untuk #PERKEMBANGANANAK. Isi kehidupan anak kita dengan bermain yang menyenangkan, jadikan masa kanak-kanak mereka kebahagiaan yang bisa dikenang sepanjang masa. Senyum anak, senyum kita juga. Bahagianya anak, bahagia kita juga. Setuju kan?

Artikel ini diikutkan dalam #KidsToday project blogger competition by #RINSO @missresik

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

8 thoughts on “Playing is challenging

  1. Bener banget ya Shin, sebagai orangtua kita harus kreatif dalam menciptakan permainan. Gw juga gitu sama anak2, apa pun bisa jadi mainan, mulai dari nyusun2 gelas mineral water, bikin dus bekas susu jadi mobil2an, dst, dst.., kalo udah gitu, ortu dan anak sama kreatifnya ;p

    Like

  2. Dan jangan lupa selagi bermain anak-anak akan kotor tapi mereka akan senang. Dan juga kadang selagi bermain ada yang jatuh, tapi ini juga mengajar mereka jadi kuat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s