Posted in Big brother - mas B, Parenting, School is cool

KB Official Trial + Interview

Hari Jumat kemarin, Baron trial untuk yg kedua kalinya, dan ini adalah trial khusus anak2 baru. Waktunya jam 10, setelah jam sekolah kelas lama. Sekaligus ngembaliin formulir dan wawancara.

Sampe disana, Baron ketemu sm soulmatenya. Wildan dan Collin dan mereka bertiga dan anak2 baru lainnya langsung masuk bareng ibu guru. Baron dan collin uda berani masuk sendiri, sementara Wildan masih didampingi sama mbak Mut. Anak2 lain ada juga didampingi orang tua, terutama yg baru pertama kali sekolah.

Selama trial, orang tua yg anaknya uda bisa mandiri nunggu di ruang tunggu, tapi berhubung penasaran jadi aku sm mamanya Wildan and Collin nyelinap masuk dan berhasil doonk ngeliatin anak2 main sambil ngeshoot. Hahahaha. Yabesss, kesempatan liat kegiatan anak sekolah main cuma ada pas trial ini. Kalau uda waktu belajar resmi, orang tua gak boleh lagi masuk ke kelas.

Overall aq perhatiin Baron cukup mendominasi kegiatan yaa. Suaranya paling kenceng, kedengeran sampe ke ruang tunggu di depan. Setiap gurunya kasih instruksi, dia langsung join dan ngikutin aba-aba, malah paling duluan dan selalu di depan.

Kegiatannya lari bolak-balik lapangan, lomba memungut bola, kerjasama bantu bu guru bawa keranjang bola ke tempat semula, main prosotan, nyanyi dll. Keliatan banget kalau dia seneng dan nyaman main sama bu guru dan teman-teman. Sedikit beda dibanding dulu di kinderland. Sekarang lebih outgoing, lebih PD, berani, sumeh, cheerfull, malah cenderung over-react menurutku. Mungkin faktor kemapanan usia juga ya. Dulu masih terlalu dini untuk sekolah. Yaaasutralaah, gapapa selama anaknya enjoy.

Anak-anak lain gimana? Yaaa macem2 siiih, ada yg masih malu-malu, explore seluruh ruangan, bingung, nempel ibunya terus kemana-mana, hihihihi lucu banget anak-anak deeeh.

Paralel sama anak-anak trial, orang tua secara gantian interview sama gurunya. Inti dari interview ini sebenernya untuk menyamakan persepsi, visi dan misi sekolah dengan harapan orang tua menyekolahkan anaknya di KB ini. Lebih ke diskusi sih sebenernya. Orangtua bisa menyampaikan keinginannya kepada pihak sekolah, pihak sekolahpun sekalian marketing ttg layanan pendidikan yg akan mereka kasih ke anak-anak.

20140225-135639.jpg
Baron OOTD: Asayani Batik I Gap I Mothercare

Pertanyaannya meliputi:
– Tau darimana ttg KB ini? Apa yg ibu tau ttg KB ini? Apa harapan ibu menyekolahkan anak di KB ini?
– Kondisi di rumah, apakah ibu/bapak bekerja? Di rumah anak biasa dengan siapa? Masih pake diapers/ga, masih ngedot/ga?
– dan lain-lain

Penjelasan ttg KB ini sendiri more or less sesuai ekspektasiku, semoga ga cuma lip service aja. Secara singkat dijelasin kl KB ini memberikan layanan pendidikan usia dini dengan berbasis agama Islam tapi yg modern dan bukan pesantren, menggunakan bahasa pengantar Indonesia tapi juga mengajarkan bahasa asing (utamanya Inggris) pada waktunya, mengajarkan anak mandiri sesuai usianya.

Secara garis besar..
Visi: Mendidik dan menghasilkan intelektual Islam yang berkualitas internasional.
Misi: Menyelenggarakan pendidikan umum yang bernafaskan Islam, pendidikan yang menumbuhkembangkan potensi siswa untuk menjadi manusia yang beriman, mandiri, kreatif dan cerdas, pendidikan yang mengembangkan perilaku yang dapat diteladani, Membentuk kepribadian dan karakter siswa yang senang belajar, Mengupayakan terciptanya masyarakat belajar, Menjadikan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai mitra kerja yang baik.
Motto: Beriman, Mandiri, Kreatif, Cerdas.

keren deh! kata Baron. Qkqkqk.

Yang cukup surprise buatku adalah, walopun berbasis agama Islam tapi sekolah ini cukup terbuka menerima murid non muslim dan bahkan guru-guru pun ada yg non-muslim. Gataudeh, hal ini sebenernya biasa aja atau gimana, toleransi beragama yg cukup menarik sih menurutku. Biasanya kan, kondisi kebalikannya.

Ooh iya, di interview ini aq juga infoin ke gurunya kl Baron pernah terapi wicara dan kondisi linguistik dia saat ini. Mudah-mudahan dengan adanya info ini, pihak sekolah juga bisa bantu melancarkan penguasaan bahasanya Baron terutama dari segi grammar. Ga cuma cadel-nya aja tapi lebih ke pengucapan kata yg se-benar-nya.

Dari info ini, bu guru juga nyampein kalau belajar ini semua butuh proses sesuai usia tumbuh kembang anak. Anak sendiri yang akan menjalani proses itu dan whenever he’s ready, he’s ready. Orang tua, lingkungan rumah dan pihak sekolah sifatnya hanya membantu menjalani proses tersebut. Intinya sih kerjasama semua pihak dan ada sinergi diantara keduanya.

Wokeeeeh, ibu dah selesai tugas survey, anter trial dan interview. Sekarang gantian tugas Bapak bayar tuition fee-nya yaaa. Hidup sinergi… Qkqkqkqk..

So, are you ready to go to school, Baron? Huuuyyeeeaaa…..

Save

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s