Posted in Daily stories, Fashion, Tips

Re-arrangement I Bags

Saatnya untuk mere-arrange walking closet lemari. Maksud hati pengen punya walking closet kayak Carrie Bradshaw atau Kimora Lee tapi apa daya yadayadaya masih dalam mimpi.

Kali ini yang jadi korban perhatian re-arrangement lemari adalah BAGS. Yes. As you all know, addicted to bags itu racun nomor satu buat saya. Menduduki peringkat teratas bersama baju, celana, flat shoes, syal #eh #eh #eh laaadalaah kebablasan, ehek ehek πŸ˜‰

Lemari tas saya sudah lama terbengkalai. Hobinya sih beli dan pakai tapi perawatannya kurang diperhatiin, padahal salah satu syarat supaya tas itu awet dan tahan lama adalah di perawatan.

Kondisi semula:
– Tas diletakkan jadi satu, saling menempel tumpang tindih, ga dikasih dustbag, ga diisi buntelan jadi bentuknya nglempret, duh pake bahasa planet, apa ya bahasa Indonesianya, pokoknya tas ga sesuai bentuk aslinya lagi
– Untuk high end bags, alhamdulillah masih agak behave nyimpennya, walaupun untuk yang sering dipake atau yang abis dipake suka kelupaan juga, main gabruk aja campur sama tas lainnya. Beberapa disimpen pake dustbag, diisi buntelan dan disimpan di dalam paperbagnya

Sebenernya di internet banyak cara/tips merawat dan menyimpan tas, especially genuine leather branded bags. Tinggal search, read and do it. Yang mau saya share kali ini adalah the way or how to re-arrange and re-organize bags-nya dengan memanfaatkan barang yang ada.

Dan inilah step-stepnya:
1. Keluarkan semua tas dari lemari dan taruh di lantai atau di tempat yang cukup luas supaya terlihat semua

2. Pisahkan berdasarkan kategori. Saya membagi menjadi:
a. High end branded bags
b. Reguler branded bags
c. Evening bags atau party bags seperti clutch, mini sling bags, giant envelope bags etc
d. Anykind of wallet, cosmetic pouch, wrislet, coin purse etc
e. Travel bags termasuk koper

3. Seluruh tas dibersihkan. Membersihkan debu dengan lap kering. Mengentaskan jamur dengan lap basah kemudian lap kering. Untuk noda membandel di bahan kulit bisa hanya dengan lap basah yg diberi sedikit deterjen atau minyak kayu putih. At least it works for me. Ada juga yg bilang pake cuka, vaseline, semprot parfum. Well, feel free to try

4. Selanjutnya prioritas utama tentunya kategori high end dulu.
– Tas-tas tersebut saya isi dengan buntelan yang besarnya cukup sesuai bentuk tas.
– Buntelan bisa dibentuk dari kertas koran, kertas roti, plastik bekas laundry, kain/kaos yg uda ga terpakai, box sepatu bekas, guntingan kardus
– Tas yg sudah diisi buntelan dimasukkan ke dalam dust bag
– Dustbag berisi tas dimasukkan ke dalam paper bag sesuai brandnya. Kalau paperbag dari toko sudah tidak ada, saya manfaatkan paper bag lain yg tersedia dan sesuaikan besarnya dengan ukuran tas supaya muat. Satu tas, satu dustbag, satu paperbag. Oh iya, selain paperbag ada juga yg ditaruh di box bekas kado. High end brand needs high maintenance is a must. Treat them special like your diamonds (lagaknya kayak punya diamond aja ni ah) πŸ˜›

5. Untuk reguler bags, treatmentnya agak dibawah standard yg high end karena ketebatasan space penyimpanan sebenernya. Inget kan mimpi punya walking closet, uhuk ;). Beberapa bags yang bahannya cukup elastis walaupun terbuat dari synthetic leather, semi leather ataupun kain yg dirasa cukup aman, dimasukkan ke dalam satu paperbag yg cukup besar. Tanpa dustbag, tanpa buntelan. Kecuali untuk yang ukurannya cukup besar, punya bentuk spesifik tetap disimpen dalam satu dustbag dan satu paper bag sendiri, terpisah dengan lainnya

6. Evening bags/party bags ukurannya ga sebesar tas yg dipakai sehari-hari jadi simpennya dijadikan satu. Untuk yg bentuknya clutch, giant envelope dibungkus dengan kertas roti atau plastik dulu, selanjutnya dimasukkan ke dalam paperbag

7. Anykind of wallet, cosmetic pouch, wrislet, coin purse etc langsung dimasukkan jadi satu paper bag. Beberapa ada box/plastik penyimpanannya juga

8. Travel bags dimasukkan jadi satu ke dalam koper kosong untuk menghemat space dan mempertahankan bentuk koper supaya ga keplenet meleyot penyok juga

9. Setelah semua jenis tas masuk ke dalam paper bag, masukkan seluruhnya ke dalam lemari dengan posisi berbaris (jangan ditumpuk, kecuali diatas box atau koper). Untuk koper/travel bag yg ukurannya makan tempat, boleh ditumpuk dengan posisi koper/travel bag paling besar dan paling berat ada di paling bawah.

Masih jadi PR yg blum sempat dilakukan adalah:
– Kasih silica gel di setiap tas
– Taruh pewangi di dalam lemari untuk menghindari bau, jamur dan lembab. Bahan alami lebih bagus seperti bubuk teh atau bubuk kopi yg dimasukkan ke dalam plastik atau mangkok kecil. Kadang suka juga pake kamper/kapur barus/pewangi lemari pakaian tapi pilih yg baunya ga terlalu menyengat. Bisa juga kasih pot pourri atau semprot parfum di kertas tissue
– Tempel label di setiap paperbag yang ga sesuai brand untuk memudahkan pencarian tas. Ga perlu terlalu detail sih, tulis aja kategori tasnya, selanjutnya ubek-ubek sendiri deh

Nah, dibawah ini salahsatu local brand tulisan limited edition favorit saya yang masuk kategori high end bersanding dengan int’l brand lainnya. Disediakan dustbag dan tas kain untuk penyimpanannya. They sell it in really good care. Always love produk Indonesia.

20140202-025442.jpg

Fiuh, akhirnya selesai juga beres-beresnya *lap kringet. Mudah-mudah berguna ya, atau kalo ada tips lainnya, monggo loh dishare.

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

4 thoughts on “Re-arrangement I Bags

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s