Posted in Big brother - mas B, Review

#throwback Vintage Stroller

Waktu jaman awal punya baby, salah satu perlengkapan wajib punya adalah stroller. Utamanya sih untuk keperluan jalan-jalan atau travelling. Sebenernya uda ga heits lagi ngebahas soal stroller, soalnya Baron uda umur 3 tahun lebih suka jalan sendiri atau minta gendong daripada duduk di stroller.

Lah kok malah baru sekarang ngebahas stroller? Karena eh karena aq lagi jatuh cinta banget sama STOKKE! Daaaaaang! gegara suka plirak plirik OS di IG kena batunya deh cuma bisa ngecess berember-ember… Yaa begimana yaa, tuh stroller harganya more or less dapet LV speedy bo’… Pengsan.. #ehtasmulu

Trus tetiba keinget vintage strollernya Baron lungsuran dari kakak ipar, sebelum beli si Nuna Pepp Buggy. Nasibnya sih sekarang uda di gudang yaa, nunggu dilungsurin lagi either ke adiknya Baron (Insya Allah) atau ke keponakan.

Jadi ceritanya vintage stroller ini dibeli kk ipar laki kira-kira 15 tahun yg lalu di Jerman, bela2in kirim ke Indonesia pake paket. Nah yg aq bingung itu kok bisa-bisanya milih stroller model begitu, yg mana di tahun 90an itukan model stroller uda modern dan beraneka rupa. Yaaa namapun bapak-bapak blanja sendiri keperluan bayi, taunya fungsional, model keren (menurut blio), awet, tahan banting, kuat, kokoh, tahan lama.

Dan jadilah vintage stroller seperti ini..

20140115-215228.jpg
Notes: berhubung stroller uda dilipet dan aq ga punya stok foto, jadi pinjem dari thelovelyroom.com

Stroller ini punya 2 fungsi dengan 2 seat yg berbeda:
1. Sebagai babycrib, bentuknya memanjang seperti keranjang baby (seperti di foto atas)
2. Sebagai travel stroller dengan dudukan yg bisa disetting rebahannya maupun pijakan kakinya, seperti pada umumnya stroller

Plusnya dari stroller ini:
– Rodanya 4 buah, terbuat dari karet ban, bergerigi seperti roda sepeda, dijamin ga goyah.
– Rangkanya dari besi jadi beneran kuat dan kokoh.
– Remnya ada di bagian belakang, pakem banget, berbahan aluminium dan tinggal diinjek aja kl mw ngerem.
– Handgripnya juga dari besi lapis karet. Posisi duduk seat bisa dipindah sesuai posisi yg kita mau (handgrip di depan atau di belakang seat).
– Nau borong blanjaan buat sebulan? Tenaaang, dibawah seat ada keranjang besi gedee buat nampung blanjaan. Eeeh, ini stroller apa trolley supermarket sih? Hahahaha…

Minusnya dari stroller ini, apalagi di era modern yg serba praktis adalah:
– Stroller ini beratnya minta ampun.. Yaa, besi gitulooh, menurut ngana?
– Susah dilipat dan kalau di masukkin ke bagasi aslik makan tempatnya.
– Roda stroller gag bisa dimanuver ke kiri kanan, jadiiiiiii kalo kita mau belok, roda belakang/depan harus agak diangkat sedikit dulu baru si stroller dibelokin deeh. Eeerrrggg, apa kabar kl dinaikin eskalator atau lift?

Antik kaaaanπŸ™‚

Vintage stroller ini kupake untuk jalan-jalan di komplek aja, tahan bantinglah buat di aspal daripada Nuna, lumayan lama sih pemakaiannya, setahun lebih deh. Setelah Baron dah mulai bisa jalan dan jejeg duduknya, strollernya ganti pake tricycle.

20140115-215456.jpg

Well, liat nii betapa happynya Baron duduk di singgasananya dari waktu ke waktuπŸ™‚

20140115-215539.jpg

Save

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

4 thoughts on “#throwback Vintage Stroller

  1. disini sekarang aku liat lumayan banyak ibu2 pake stroller retro ini lagi deh, tp ibu ibu nya pun antik yg dandanannya macam cewek2 di serial Mad MenπŸ™‚ Aku suka banget malah hihi, pernah lihat yg warna nya putih wah kl aku yg make itu mah baru aja keluar dr kardus udah dekil kaliπŸ™‚ Tp kayaknya memang berat ya, tp lucuu!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s