Posted in Travel stories

Bali Des’13 I Barong and Kris Dance

Bali, 12.12.13

Setelah kemarin seharian ke Singaraja, hari ini jadualnya mau agak lebih santai, yg mana badan masih remuk redam. Kalau mau ikutin kata hatiku sih, seharusnya bisa sewa supir lagi buat jalan ke Karang Asem, Candi Dasa di Bali bagian Timur tapi karena ragu takut Baron kecapekan jadi niat itu kubatalin. Nyetir sendiri ajalaah ke tempat yg deket.

Udah pernah sih beberapa kali main ke rumah gek Dian di Klungkung tapi ga masuk ke Kerta Gosa padahal tiap kesana ngelewatin looh, pernah juga ke Candi Dasa, tapi blum pernah ke Karang Asem, penasaran sama taman Sukasada. Then, Klungkung, Candi Dasa, Karang Asem will going to be my next wishlist. Bismillah.

So, pagi ini dimulai dengan nonton pertunjukan di Sari Wisata Budaya Barong and Kris Dance di simpangsiur arah sesetan sebelah kiri jalan, jadi ga perlu jauh-jauh ke Batu Bulan.

Kita berangkat jam 8.30 dari Kuta dan sampe 5 menit kemudian. Suasana masih sepi banget, tapi justru enak sih karena masih bisa bebas pilih tempat duduk di spot terbaik buat nonton dan ngeshoot video.

Harga tiket Rp.100 ribu/orang (Baron gratis), lebih mahal daripada waktu nonton kecak di Uluwatu. Tempat pertunjukannya sih biasa banget, nothing special, kursinya juga cuma dari plastik merah udah lusuh gitu. Setelah duduk di row ke 3 dari depan tengah, 1/2 jam kemudian mulai rame turis lokal dan mancanegara berdatangan.

Oiya, jangan sampe keliru Baron sama Barong yaaaa… Beda 1 huruf “G”… Baron tanpa G itu anakku sing ganteng dewe, Barong pake G itu karakter mitologi mirip singa asal Bali.. Tapi dua-duanya sama-sama “Baik” looooh… Peace 🙂

Show dimulai jam 9.30 dengan sinopsis sbb:
Tarian barong menggambarkan pertarungan antara barong, makhluk mithologi melukiskan “Kebajikan” dengan Rangda yang menggambarkan “Kebatilan”.

20131221-003723.jpg

Barong dan kera sedang berada didalam hutan yang lebat, kemudian datang tiga orang bertopeng yang membuat keributan, merusak ketenangan hutan dan berkelahi dengan kera.

Dua orang penari pengikut rangda muncul untuk mencari pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya. Setelah pengikut Dewi Kunti tiba, salah seorang pengikut Rangda berubah menjadi setan (semacam rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti. Keduanya menemui patih dan bersama – sama menghadap Dewi Kunti.

Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa. Dewi Kunti telah berjanji kepada rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda, tetapi karena Dewi Kunti telah kemasukan roh jahat semacam rangda, sehingga Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Sang patih pun tak luput dari kemasukan roh jahat ke dalam hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.

Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabdian/kekebalan kepada Sahadewa tanpa diketahui oleh Rangda. Kemudian rangda datang untuk membunuh Sahadewa tetapi tidak bisa karena Sahadewa telah kebal. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan agar Rangda bisa masuk sorga, permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa.

Kalika seorang pengikut Rangda menolak permohonan masuk sorga, yg menimbulkan perkelahian antara kalika yg berubah rupa menjadi “babi hutan” dengan Sahadewa. Sahadewa mendapat kemenangan, kemudian Kalika (Babi Hutan) berubah menjadi “Burung” tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (Burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda. Oleh karena sakitnya Rangda ini, maka Sahadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sahadewa berubah rupa menjadi barong. Karena sama saktinya maka pertarungan antara barong “Kebajikan” melawan rangda “Kebatilan” ini tidak ada yang menang dan berlangsung terus abadi.

20131221-003817.jpg

Kemudian muncullah pengikut Barong masing – masing dengan kerisnya yang hendak menolong barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka semua pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

Asli seruuuu dan ada lucunya juga. Yang paling ngeri sih liat scene terakhir yang nusuk-nusukin keris di badan itu. Ngilu! ….. Pertunjukan tari ini memakan waktu -+ 1 jam, jadi jam 10.30 uda selesai.

20131221-003941.jpg

Untungnya Baron ga takut atau nangis selama pertunjukan. Malah excited banget, sempet teriak niruin kata-kata si penarinya sampe diketawain sama penonton. Hahahaha.

Selesai nonton Barong, lanjut ke Bali Zoo, so stay tune….

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s