Posted in Daily stories, Travel stories

Ocean Dream Samudra

as published at The Urban Mama – edited

Sabtu, 5 Oktober yang lalu, keluarga kami datang ke acara family gathering kantor yang bertempat di Ancol. Kami diberi kesempatan bebas menikmati tiga tempat yang sudah dipesan khusus selama satu hari penuh (tertutup untuk umum) yaitu Dunia Fantasi, Atlantis dan Ocean Dream Samudera (ODS – dulu Gelanggang Samudera)

Family gathering ini sudah kesekian kali diadakan di Ancol tapi saya baru pertamakali mengajak keluarga ke acara ini. Di usia Baron 3 tahun, kami merasa Baron sudah cukup umur untuk bisa menikmati acara disana. Setelah diskusi dengan mas D dan mengatur strategi, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Ancol bersama Baron dan pengasuhnya. Sebelumnya, saya cari info dari teman2 kantor mengenai kondisi disana. Dengan keterbatasan waktu, kondisi cuaca dan jenis permainan yang dapat dinikmati batita, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati Ocean Dream Samudera saja.

Rencana awal kami akan berangkat pagi, tapi karena harus menyelesaikan pekerjaan rumah dulu, kami baru berangkat jam 11 siang dan baru sampai di Ancol jam 13.00 karena macet di tol. Setelah 1/2 jam mencari parkir, menukar tiket rombongan dan diberi cap tangan, akhirnya jam 13.30 kami masuk ke gerbang baru ODS. Ini adalah pertama kali saya datang lagi ke ODS setelah +- 30 tahun :).

Sepintas, menurut saya ODS saat ini banyak berubah dan cukup baik fasilitasnya. Ditandai dengan gerbang baru yang lebih besar dan megah, desain bangunan makin modern, banyak pepohonan untuk berlindung, banyak bangku untuk duduk/istirahat, papan penunjuk cukup jelas, banyak petugas yang siap membantu, ada beberapa booth makanan dan minuman untuk pengunjung yang tidak membawa bekal (walaupun tidak sebanyak di Dufan dan pada saat acara yang lalu, cukup kewalahan melayani banyaknya pegawai dan keluarganya), fasilitas toilet yang tetap harus ditingkatkan kebersihannya dan musholla.

Namun, karena siang itu panas cukup menyengat dan udara/angin laut membuat kulit terasa kering, kami ber-4 merasa nggak nyaman dan banyak minum. Suhu udara mulai dingin dan angin sepoi-sepoi baru muncul di jam 15.30 sore.

20131022-040637.jpg

Wahana yang ada di ODS terdiri dari:
1. Scorpion Pirates
2. Lumba-Lumba
3. Theater 4D Spongebob squarepants
4. Dora
5. Pentas Aneka Satwa
6. Underwater show
7. Singa laut dan pentas burung

Kami hanya sempat menonton 3 wahana karena terbatasnya waktu dan diselingi makan siang (late lunch), yaitu:
1. Scorpion Pirates
Merupakan pertunjukan action stuntman yang bercerita tentang keseruan dalam film Disney Jake and the Neverland Pirates. Di pertunjukan ini banyak adegan perkelahian yang dikemas ala komedi, atraksi jetski/boat meloncat, meluncur, ngebut dan tenggelam di danau buatan, suara tembakan, api dan bom yang cukup kencang untuk menambah ketegangan penonton.

20131022-035526.jpg

Tempatnya disetting seperti sarang penjahat di pinggir danau lengkap dengan dak kapal, menara pengawas, tong2 minyak/besi-besi berserakan, semak-semak, kawat, gubuk, dll. Kesannya kumuh, kotor, tidak terawat, gosong mirip seperti sarang penjahat di film tersebut.

Untuk menambah keseruan, pemain jetski kadang beraksi cukup ekstrim yang menyebabkan air danau menyemprot ke arah bangku penonton, sehingga banyak yang basah kuyup. Di area tertentu memang sudah ditandai dengan tulisan ‘area basah’ dan sebelum acara dimulai, operator sudah memberi peringatan akan hal tersebut, sehingga kalau nggak mau basah-basahan harus pindah ke area lainnya, kecuali tempatnya sudah terisi penuh.

Beberapa anak perempuan menangis karena kaget mendengar dentuman senjata, bom dan petasan yang cukup kencang. Disarankan bagi yang berpenyakit jantung tidak menonton acara ini.

Karena banyak adegan berbahaya (walaupun hanya pura-pura) seperti pukul2an, tembak2an, menjatuhkan diri dari atas menara ke danau, dll disarankan bagi orang tua untuk memberikan pengertian kepada anaknya untuk tidak meniru adegan dalam pertunjukan ini.

Baron sangat senang menonton Scorpion pirates, apalagi ada atraksi jetski dan boat kegemarannya. Alhamdulillah tenang dan nggak rewel/nangis sampai pertunjukan selesai.

2. Lumba-lumba
Pertunjukan lumba-lumba diawali dengan film edukatif pada layar giant LED tentang anak di sebuah desa nelayan yang bercita-cita menjadi pelatih lumba-lumba. Dalam film tersebut diceritakan bahwa untuk mencapai cita2 seorang anak harus rajin belajar, mencintai alam dan lingkungan, sayang pada hewan terutama lumba-lumba. Secara singkat, diceritakan pula apa itu lumba-lumba, apa bedanya dengan ikan, bagaimana kehidupan lumba-lumba saat ini dan bagaimana cara melestarikan lumba-lumba agar tidak punah. Di akhir cerita, penonton dihimbau untuk selalu melestarikan alam dan lingkungan, terutama menjaga ekosistem lumba-lumba.

20131022-035934.jpg

Tempatnya masih sama persis seperti dulu waktu saya masih kecil, hanya saja kapasitasnya diperbesar dan ditambah giant LED.

Atraksi lumba-lumba juga masih sama seperti dulu, dimulai dengan meloncat-loncat, menari-nari, menghitung angka, bermain bola, loncat di lingkaran, berenang dan bermain bersama pelatih, bersalaman, melambaikan sirip ke penonton dll. Di akhir acara, penonton diberi kesempatan berfoto dengan memberikan tips sukarela.

3. Singa laut
Pertunjukan singa laut juga masih sama seperti dulu. Singa-singa laut yang sudah terlatih, sangat pintar berhitung, membawa bola, berenang, tepuk tangan, dll.

Tapi ternyata Baron kurang menikmati pertunjukan singa laut ini, mungkin karena sudah terlalu capek. Pada saat singa laut beraksi, Baron malah mengajak kami pulang.

20131022-035359.jpg

Di ODS juga disediakan permainan bouncing castle. Cukup dengan membayar Rp.15 ribu boleh main sepuasnya. Baron lebih tertarik bermain di bouncing castle ini daripada menonton pertunjukan. Begitu masuk, Baron langsung lari kesana kemari, memanjat, prosotan, masuk terowongan, pukul-pukul sak, loncat-loncat, ketawa-ketiwi dan teriak-teriak bersama anak-anak lain. Puas main +- 20 menit sampai berkeringat. Kalau nggak diingatkan oleh bapaknya mungkin belum mau berhenti.

20131022-040137.jpg

Selesai menonton pertunjukan, kami istirahat dulu di pinggir kolam ikan, makan sore (early dinner) sambil menikmati semilir angin yang cukup sejuk. Akhirnya bisa juga kami menikmati segarnya udara Ancol. Selesai makan dan istirahat, tepat jam 5 sore kami pulang.

20131022-040754.jpg

Overall, saya cukup senang berlibur dan mengajak keluarga ke ODS dan bila ada kesempatan, mau coba nonton pertunjukan lainnya.

Tips untuk berlibur ke ODS:
– Supaya persiapan lebih matang, cek web Ancol terlebih dulu untuk melihat harga tiket (tiket masuk Ancol dan tiket wahana) dan jadual pertunjukan
– Datang sepagi mungkin supaya nggak terlalu antri, mudah dan dekat cari tempat parkir dan dapat menikmati seluruh pertunjukan
– Bawa bekal makanan/minuman secukupnya, karena sepengetahuan saya, nggak diperkenankan membawa makanan/minuman dari luar (kecuali makanan/minuman untuk bayi/balita). Tapi nggak perlu kuatir karena di ODS dan sekitarnya banyak booth makanan/minuman seperti fried chicken, popcorn, japanese food, indonesian food, ice cream, bubble drink, snacks, dll
– Sesampainya di ODS, pelajari dulu jadual pertunjukan dan peta lokasi ODS supaya nggak bolak-balik terlalu jauh dan masih ada jeda waktu tunggu untuk istirahat dan makan/minum
– Untuk yang membawa bayi/balita, disarankan membawa stroller dan payung/topi/pelindung panas
– Gunakan pakaian senyaman mungkin, sunblock/body lotion/water spray untuk menghindari kulit kering dan jangan lupa bawa baju ganti

Happy holiday and have fun 🙂

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

One thought on “Ocean Dream Samudra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s