Posted in Daily stories

Oct 9, 2013 I Kontemplasi dan Resolusi

Berkurang lagi umurku setahun tepat di tanggal 9 Oktober 2013…
Hell yeeah magnifico 37!
Bababa babanana… Potetoooo… Priwiiiit *pasang tanjidor..
37 tahun gak ada dewasa-dewasanya.. Rambut dah mulai putih semua, kelakuan masih ababil, lebay, super rempong.. Ahak ahak.. Enjoy the life ajyaaaah..

Selalu bersyukur, bersyukur, bersyukur…
atas segala kesehatan, nikmat, rahmat, berkah yang diberikan oleh Allah SWT..
atas cinta dan kasih sayang yang diberikan suamiku, anakku, orangtuaku, adik2ku, sodara2ku..
atas kebaikan dan kebersamaan yang diberikan teman2ku, keluarga besarku..
atas kemakluman terhadap segala kekuranganku, kelemahanku, ketidaksempurnaanku..

Tidak ada manusia yang sempurna, pun dengan aku, yang penting aku selalu punya kemauan untuk berusaha, berkarya untuk jadi manusia yang lebih baik lagi dan bermanfaat untuk orang-orang di sekelilingku.. Insya Allah bisa memberikan yang TER-baik untuk semuanya.. Lillahi Ta’ala..

Kalau boleh sedikit ber-kontemplasi dan ber-resolusi..

——————————

KARIR
Untuk urusan yang satu ini, di awal2 kerja cukup ambisius yaa, tapi gak terlalu over juga siih, sambil baca situasi dan peta perkancahan perusahaan gajah dumbo ini.

Sempet inget hasil interview waktu kuliah S2, the dean asked “what will you do in the next 5 years and 10 years after you graduate?” Dan dengan mantabnya aku jawab “Di 5 tahun pertama bakal cari pengalaman kerja di perusahaan sambil nyambi cari proyek desain sendiri. 5 tahun berikutnya mau coba buka usaha desain sendiri, Insya Allah di tahun ke-10 usahanya uda established”.

But then, life changed..

Di usia karir yang ke-6 tahun, memutuskan untuk menikah, tiba2 cita2 berubah jadi Ibu Rumah Tangga tapi dengan mantabnya ditolak mentah2 sama suami… Huhuhuhu.. Poor me.. Okedeeh, disimpen dulu cita2nya, siapatau pas punya anak disetujui *wink 😉

Di usia karir yang ke-8 tahun, alhamdulillah dipercaya untuk jadi Ibu buat anakku yang paling ganteng sejagad raya :D, proposal jd IRT diajuin lagi ke suami dan ditolak lagi.. Hohohoho.. Singkat cerita, argumentasi suami sebagai anak dari Ibu pekerja lebih kuat daripada aku sebagai anak dari IRT..

Setelah kerja beberapa tahun dijalani dan peta persaingan yg semakin ketat, sementara aku jalanin dengan cukup santainya, gak nyangka usia karir berhasil mencapai angka 11 tahun aja… di tempat yang sama, menjalani rutinitas yang sama..

Betah cyiiiiiiiin..
Preeeeeet.. Hahahaha… *ngibrit sambil tutup muka*
Buat orang yang hobi leyeh2 dan feel secure di comfort zone, aku uda terlalu menikmati rasanya tenggelam dibalik tumpukan paperwork yg gak akan ada habisnya. Still feel blessed, though.
Sempat beberapa kali merasa stuck di posisi ini dan ada kesempatan untuk move on, tapi masih ga berani ambil resiko, I’m not that kinda risk taker.

But then aku sadari, se-tinggi2nya karir yang mau dicapai, teuteup keluarga nomer satu. As long as, setiap pulang kantor aku masih bisa main, ngobrol, bercanda sama Baron dan mengikuti secara detail tumbuh kembangnya, it’s already a great achievement in my “career”.
Karir sebagai pegawai di perusahaan dapet dan karir sebagai Ibu Rumah Tangga dapet.
Thus, mas D sempet bilang “just enjoy yours dear, tugas utamamu jaga Baron, biar aku aja yg banting tulang” . … uuuuwwwoooh, meleleeeeeh :’) tapi teuteup judulnya ga boleh berhenti kerja 😛

Life balance.. Alhamdulillah 🙂

——————————
Keluarga
Bersyukur banget aku diberi pasangan yang sangat pengertian dan memahami dengan segala kelebihanku.. Kelebihan berat badan.. Kelebihan semangat untuk belanja.. Kelebihan makan.. Kelebihan waktu untuk nonton TV daripada masak.. Kelebihan waktu untuk tidur daripada cuci setrika.. Tapi untuk urusan dompet kok berasanya kekurangan terus yaaaa… Hahahahaha.. *kricik-kricik recehan

Well, sebagai operation manager di rumah masih banyak yang perlu dibenahi dalam memanage rumah tangga.. belajar masak, for sure! Kasian mas D sehari2 cuma dikasih telor ceplok, abon & krupuk.. Qkqkqk.. Harus lebih giat menabung dan mengatur keuangan (PENTING!).. Lebih rajin merapikan dan membenahi rumah supaya bisa jadi rumah yg bersih, aman, nyaman, tentrem.. Home is where the heart is..

Sebagai istri, tentu saja mudah2an bisa selalu memuaskan kebutuhan lahir batin suami donk yaaa.. bisa menjadi pasangan hidup yang setia dan selalu rukun sampe akhir hayat.. Bisa menjadi partner untuk bekerjasama dalam membina keluarga sakinah mawadah warohmah..

Kalau dikasih rejeki dan kesempatan sama Allah, pengennya ngajak mas D umroh ke tanah suci supaya kita berdua bisa diingatkan lagi untuk lebih mendalami agama dan memantabkan hati untuk slalu beribadah di jalan-NYA

Sebagai ibu, Insya Allah bisa menjadi ibu dan orang tua yang TER-baik buat Baron..
Selalu diberi kesehatan fisik, lahir batin, akal pikiran dan rejeki umur panjang supaya bisa mendampingi anakku sampai dewasa dan melihat dia sukses di bidangnya dan membanggakan keluarga..

Mengambil hikmah dari perjalanan hidupku yang baru diberi amanat anak di usia mid 30s, ada benarnya juga program Keluarga Berencana yang mencanangkan usia ideal untuk punya anak +- 24-25 tahun.. Selain faktor kesiapan mental, fisik dan ekonomi, juga melihat secara jangka panjang anak itu sendiri..

But heii.. hidup, mati, rejeki jodoh dan anak we never know kaaaan, lillahi ta’ala.. Iyasiiih, yang penting jangan berhenti berusaha dan berdoa, semua indah pada waktunya, kapan pun itu datangnya..

Let’s see.. sedikit matematis kita ambil contoh kasusku..
Usiaku dan mas D saat ini 37 tahun, usia Baron 3 tahun..
Usia pensiunku 58 tahun (kalau peraturan belum berubah dan diberi umur panjang), saat itu usia Baron 24 tahun..

Dihitung dari usia pendidikan normal S1 kisaran 23-24 tahun, artinya pada saat aku pensiun, Baron lulus kuliah S1.. Insya Allah kalau ada rejeki lanjut kuliah S2, S3 dan S..eterusnya.. Naah kalau Baron punya adik, berarti masih ada kewajiban lagi untuk menyekolahkan adik2nya sampai selesai.. Insya Allah tabungannya cukup yaa bu 🙂

Sebagai anak pertama, Insya Allah sampai saat ini sudah membahagiakan ibu bapakku dengan menjadi pelajar ber”prestasi” walaupun bukan selalu yang nomer satu, gak pernah jadi anak “bermasalah”, menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 tepat waktu, mendapatkan pekerjaan yg cukup mumpuni, mendapatkan pasangan yg direstui orang tua, memberikan cucu yang selalu bikin beliau berdua kangen..

Beda pendapat seringkali terjadi diantara keluarga kami, apalagi aku sebagai anak pertama yg keras kepala dan gak gampang dikasihtau, tapi segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya.. Gak ada hal lain di dunia ini yang paling membanggakan sebagai anak selain berbakti dan membahagiakan orang tua, subhanallah..

Masih banyak hal lain yg harus kulakuin sebagai wujud bakti ke ibu bapakku.. Mudah2an bisa tercapai sebelum salah satu diantara kami dipanggil oleh Yang Maha Kuasa..

——————————
PRIBADI
Sebagai pribadi, masih banyaaaaaak PR yang harus dikerjain dan dibenahi dari diriku.. Utamanya dalam urusan agama..
– Belajar baca qur’an, for sure! Malu sama pramubakti di kantor, yg meluangkan waktu senggangnya untuk baca Qur’an, instead of me malah browsing2 web gosip, main IG, path, FB dan OS yg ga jelas 😦
– Menjalankan sholat 5 waktu dengan lebih rajin lagi sesuai waktu yang ditetapin, bukannya mengulur-ulur waktu sampai mepet ke waktu sholat berikutnya :(. Pun dengan sholat sunnah lainnya
– Lebih rajin puasa, terutama sunnah Senin-Kamis
– Perbanyak lagi bersedekah dan berzakat, yang kadangkala sering terlupakan olehku bahwa diluar sana masih banyak yg lebih membutuhkan

Untuk urusan kesehatan, terus terang jadual olahragaku masih di urutan kesekian belas dan jadual makan + ngemil di urutan pertama *sigh.. Bad girl, bad! *smack down.. Harusnya aku lebih memperhatikan urusan olahraga kalau emang pengen sehat… Demi Baron dan mas D.. Iya, buat siapalagi aku hidup sehat kalau bukan untukku dan keluargaku.. Ayo cyiin, get your sneakers then jog.. Hap! Hap! Spanx! Spanx! POW!

——————————
Sebenernya banyak banget kemudahan2 yang dikasih Allah dalam perjalanan hidupku.. enak banget hidup lo cyiin.. Kesannya sih gituyaa.. Itsy bitsy mini miny moo.. Tapi justru disitulah ujiannya.. Gimana caranya supaya gak terlena, always keep on struggling and juggling in this chaotic and unpredictable life.. Kalau ga gitu yaa jalan di tempat aja..

Selama aku belum mau berubah dan berusaha, sepertinya ini akan terus jadi kontemplasi dan resolusi setiap tahun.. Gapapa juga sih, sebagai reminder.. Alon alon asal kelakon is better than do nothing about it.. Semoga tahun depan, bisa jalan lebih maju a few steap ahead dibanding tahun2 sebelumnya..

Last but not least..

Happy Birthday to the gorgeous me..
May all my wishes come true..
Let me be the happiest, healthiest and wealthiest person in the whole world..
Wish me luck..

Xoxo

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

One thought on “Oct 9, 2013 I Kontemplasi dan Resolusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s