Posted in Big brother - mas B, Health

Weekend think: finding the truth behind UHT

Sabtu siang liat tweet temen “……,sejak stop susu,anakku pupnya jd lancar,tiap hari pasti pup. Wkt msh minum susu bisa 2hari sekali baru pup”.
“….sejak stop susu,niy sigundul 3,5thn malah tambah gemuk,sekali makan 2 piring”
“….dulu sy berpikiran dgn susu anak sy bs pup lancar. Ternyata setelah distop susu ketemu jawabannya. Pup lancar tiap hari”

Tweet yg cukup menyentil secara Baron kan ada masalah konstipasi udah lama, hmmm, seingatku sejak makan makanan padat. Dicari2 penyebabnya ga pernah nemu. Makan buah & sayur tiap hari, air putih banyak. Manatau ternyata penyebabnya UHT? Yang konon katanya susu yg lbh baik dari sufor tapipun ternyata ada efek ga baik ke anak.

Anyway, i don’t wanna judge that so easy karena aq blum pernah tanya lsg ke ahlinya nor cek lab kebenarannya. Pertanyaanpun berkembang setelah mba’e kshtau kl bbrp anak yg terapi di Pela susunya adalah UHT. Yasssalaaaaam.. Tambah panik aja si ibu ini kaaan.

Padahal pemberian UHT Baron is quite normal, 2-3×100-150ml/day, walopun secara teori max. 200ml/day. And he just wanna warm UHT plain flavour, no sugar added, no strawberry, no choco, nothing else.

Karena penasaran, lsg tweeting & update status di FB “@shinta_daniel: Bnr ga sih UHT ada negative effectnya spt susah BAB, speech delay, susah fokus? Ini beneran nanya loh yaa, bukan statement”

Ternyata banyak yg respon tp tetep bukan jawaban yg aq cari. Ada yg ksh saran utk cek tumbuh kembang & terapi (hmm, kyknya yg kasih saran ini ga update sm blogku deeh), ada yg nyaranin utk ganti sufor (no way!), ada yg malah curhat ttg anaknya, ada jg yg kasih saran stop susu sementara & lihat perkembangannya.

I’m not a sufor minded but not also against cow milk that’s why i really really don’t like if someone said horrible thing like “anakmu kan bukan anak sapi, jd knapa mesti dikasih susu (sapi)”. It’s a matter of choice, so please respect other people’s choice. Or else, you really know that their choice is completely wrong or even dangerous, but said it in a manner way. Maybe for you it’s a joke, but joke that hurts😦

So, dari bbg masukan & pertimbangan, aq berencana setelah stok UHTnya habis (atau terpaksa ibunya yg ngabisin hehehe kesempatan), sementara distop dulu susunya kecuali anaknya ngerengek2 minta. Dan sampai sekarang tetep caritau lebih dalam ttg UHT & ga cuma sekedar baca pro kontra pendapat aja. Insya Allah, dgn stop susu, nabsu makan Baron bertambah & konstipasinya sembuh.

And then, kl ternyata terbukti benar, the campaign should be “After ASI breastfeeding, stop milk!”, deal or no deal?

Buat anak kok coba2😥

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

5 thoughts on “Weekend think: finding the truth behind UHT

  1. Alow mb salam kenal.

    Ak jg lagi stop uht buat anak2ku sebulan ini. Mereka berdua asix. Skrg anakku yg kecil 22m, makannya lebih banyak n ga pilih2 menu sejak stop uht. Pikir2 lg memang cm manusia ya, mamalia yg masih minum susu selain susu ibu/induknya sampe dewasa. Trus baca2 lagi ttg susu tulisan prof hiromi shiya n #kibulansusu ny @erikarlebang kok ya masuk akal. Jd ini cb stop uht, toh sumber kalsium bisa dr brokoli, teri dll.

    Maybe betul jg kt mba…after ASI, stop milk. Hehehe..salam u/ Baron.

    Like

    1. Konon, kl susu kedelai tll banyak ga bagus utk anak laki krn ada kandungan apanyaa gitu yg tinggi feminitas.. Ada2 aja deeeh.. Instead of which, ga dilarang juga, sgala sesuatu hrs seimbang jgn tll berlebihan juga..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s