Posted in Big brother - mas B, Daily stories, Travel stories

Cimory Dairy Tour

as published @ TUM

Beberapa waktu lalu, Baron dan teman-teman preschoolnya fieldtrip ke Cimory Resto (Cimory Dairy Tour) yang bertempat di Jl.Raya Puncak Km 77 – Cisarua – Bogor. Cimory Dairy Tour merupakan program edutainment untuk memperkenalkan berbagai macam tentang susu mulai dari peternakan sampai proses pengolahan susu siap minum (grass to glass).

Karena acaranya di hari kerja, jadi saya cuti untuk menemani Baron jalan-jalan. Baron sangat senang ikut acara ini, karena ini kali pertama dia naik bis, salah satu alat transportasi kegemarannya dan sepanjang perjalanan baik berangkat maupun pulang, Baron selalu terjaga untuk menikmati suasana bis dan pemandangan di sepanjang jalan.

Kami berangkat pukul 8.30 dan sampai di Cimory pukul 9.30. Alhamdulillah, perjalanan lancar, kondisi jalan masih sepi seusai libur panjang. Di sana kami disambut oleh petugas yang merangkap tour guide kami selama di Cimory. Namanya Mister Cow.

Acara yang diikuti sbb:

1. Welcome drink

Di saat kedatangan, rombongan kami disambut oleh petugas Cimory dan diberikan welcome drink berupa fresh milk stroberi dingin. Kemudian kami langsung menuruni bukit ke Cimory Mini Farm untuk bertemu para sapi.

2. Cow story

Sebelum bertemu para sapi, kami dikumpulkan di sebuah ruangan terbuka seperti ruang kelas dan mendengarkan penjelasan dari Mr. Cow mengenai cerita sejarah berdirinya Cimory, jenis sapi yang diternakkan di Cimory, produk-produk yang dihasilkan dari susu sapi.

Sapi Cimory merupakan sapi perah dari Belanda berjenis The Friesian Holsteiner yang khusus memproduksi susu (tidak untuk dikonsumsi dagingnya) yang berwarna hitam putih. Saat ini total sapi Cimory ada kurang lebih 6.000 ekor dan 5 ekor di antaranya ada di kandang Cimory resto ini.

3. Cow feeding & cow milking

Selanjutnya anak-anak masuk ke kandang untuk berkenalan dengan para sapi. Anak-anak diperkenankan memberikan makan sapi berupa rumput segar, mengelus badan sapi dan memerah sapi langsung dari ‘sumber’nya. Di sini anak-anak super heboh, ada beberapa anak yang menangis karena takut sama sapi dan tidak mau mendekat tapi ada juga yang sangat senang mau kasih makan, memerah susu sapi sampai beberapa kali dan foto-foto sama sapi.

Sapi itu ternyata punya perasaan juga sama seperti ibu menyusui, jadi walaupun anak-anak lagi heboh antre, petugas Cimory berusaha untuk menenangkan si sapi supaya tetap nyaman, sehingga susunya keluar. Anak-anak pun selalu diingatkan untuk tidak antre/berdiri di belakang sapi karena takut tiba-tiba sapinya BAB, menendang karena kaget, atau mengibaskan ekornya.

Susu hasil perahan tidak dapat langsung dikonsumsi karena masih mengandung banyak bakteri, sehingga harus diproses terlebih dahulu untuk menghasilkan fresh milk siap minum. Selesai memerah sapi, anak-anak diwajibkan mencuci tangan hingga bersih untuk menghilangkan kuman/bakteri.

4. Lunch

Setelah selesai, anak-anak bermain sebentar di playground dan dilanjutkan makan siang di restoran. Playground Cimory cukup lengkap permainannya dan banyak pohon rindang. Tapi karena hari itu udara cukup panas dan matahari terik, sehingga mengurangi kenyamanan anak-anak bermain ataupun orang tua/pengasuh yang menemani.

5. Cow movie “from cow to milk”

Cow movie ini merupakan acara menonton video edukasi (belajar sambil bernyanyi) yang dibintangi penyanyi cilik Tasya yang terkenal dengan lagu “Anak Gembala” dengan 2 badut lucu Cikcik si anak ayam dan Cucut si tikus. Isinya mirip dengan perjalanan kami mengelilingi Cimory Mini Farm, belajar berhitung sambil bernyanyi, kegunaan susu bagi anak-anak, dll.

6. Milkshake making

Di acara ini, kami diajarkan cara membuat milkshake ala Cimory dan anak-anak ada juga yang ikut membantu membuat milkshakenya.

Bahan-bahan yang digunakan:

  • Fresh milk plain Cimory
  • Bubuk Cacao
  • Gula cair
  • Es krim coklat/vanila
  • Es serut

Cara pembuatan:

  • Seluruh bahan dicampur jadi satu ke dalam blender dan diblender. Mudah sekali. Milkshake yang sudah jadi pun langsung kita nikmati. Dingin, manis, segar rasanya.

7. Pembagian goody bags & shopping

Acara ditutup dengan pembagian goody bags dan sebelum naik ke dalam bis, kami diberi waktu untuk belanja di Cimory Dairy Shop.

Seluruh acara memakan waktu sekitar 3  jam, sehingga kami pulang dari Cisarua tepat pukul 1 siang. Sesuai informasi, Cimory Daily Tour ini dapat dilaksanakan dengan minimal jumlah rombongan 10 orang.

Tips mengajak rombongan anak-anak ke Cimory Dairy Tour:

  • Pilih jadwal tour pagi hari dan usahakan tidak bersamaan dengan rombongan lainnya untuk kenyamanan dan keamanan bersama
  • Berangkat pagi tepat waktu untuk menghindari macet dan panas.
  • Sebelumnya cek terlebih dahulu kondisi cuaca di Cisarua, jangan mengulangi kesalahan yang saya buat. Saya berasumsi udara di Cisarua itu dingin dan akan hujan sehingga saya membawakan Baron jaket dan jas hujan (walaupun itu perlu untuk emergency), padahal di sana sedang panas dan matahari terik.
  • Untuk anak-anak: bawa baju ganti secukupnya, topi,  lotion anti nyamuk, pembersih tangan (cair ataupun tisu basah) dan obat-obatan pribadi.

Demikian pengalaman Baron dan teman-teman di Cimory Dairy Tour. Semoga dapat menjadi alternatif liburan Urban Mama bersama keluarga.

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

3 thoughts on “Cimory Dairy Tour

    1. Saya bayarnya paket dari sekolah jadi uda include transportasi.. kalau paket tournya sendiri kurang tau, di webnya sih tertulis Rp.85rb/paket/person tapi gatau itu sudah diupdate atau belum..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s