Posted in Daily stories, Health, Parenting

Konsultasi Tumbuh Kembang @ RSPI

Melanjutkan cerita konsultasi di Pela yang lalu, tanggal 13 Nop 2012, saya, Baron & mbak ncus konsultasi tumbuh kembang di RSPI untuk 2nd opinion, atas saran temen saya -Nia- yang juga pernah konsultasi dan terapi anaknya di RSPI.. klinik tumbuh kembang di RSPI ini tempatnya sangat terpecil, ada di gedung baru lantai 6 dekat management office RS.. mungkin pertimbangannya supaya terapi bisa dijalankan dengan lebih privat dan jauh dari suasana ramai/bising pasien lalu lalang..

Kami bertemu dengan dr. Ariyanti Carolina.. Di dalam ruang praktek selain ada meja konsultasi juga disedikan permainan untuk anak-anak.. Saya langsung curhat dengan Dr.Ariyanti yang cantik dan disaat yang sama, bu dokter matanya mengawasi gerak gerik mas Baron main dengan mbak ncus..

Beberapa pertanyaan yang diajukan hampir sama dengan di Pela 9 tapi sifatnya lebih kayak curhat gitu, menggali melalui cerita.. jadi gak ada catatan/list yang harus diisi atau diberi tanda… More or less berikut hasil curhatnya:

Pertama ditanya dulu keluhannya apa trus lanjut pertanyaan2 tipikal (sampe hapal urutan & jawabannya hehehehe)…. sudah berapa kata yang diucapkan, dirumah diasuh oleh siapa, berapa lama/kali frekuensi menonton TV, di lingkungan rumah temannya banyak/sedikit, sudah sekolah sejak usia berapa & menggunakan bahasa apa, tahu mengenai klinik tumbuh kembang ini darimana dan atas saran siapa dll

DI tengah-tengah diskusi tiba2 dr Ariyanti kasih kode ke saya untuk interupsi sebentar (dan minta saya untuk tidak ambil peran) dan tiba2 dia panggil Baron dengan agak lantang… “Baron, jangan lempar-lempar mainannya.. Baron, mainannya dirapikan lagi yaa”.. ini dilakukan karena dia melihat Baron lempar mainan ke si mbak dan sekaligus untuk melihat reaksi Baron apabila diberikan perintah… Alhamdulillah, Baron lulus ujian… artinya begitu bu dokter kasih perintah tegas itu dia langsung nengok ke arah bu dokter dan ngingsut-ngingsut duduk deket ke mba’e minta perlindungan (walaupun gak melakukan apa yang dokter mau tapi respon tersebut menggambarkan reaksi positif apalagi perintah diberikan oleh orang baru dikenal dan surprisingly Baron gak nangis/tantrum).. good job, boy!

Lagi-lagi saya tanya untuk kedua kali pertanyaan “sebenernya penyebab Baron mengalami keterlambatan bicara itu apa ya dok? Apakah memang secara fisik atau psikologis Baron ada masalah atau karena saya sekolahkan di priskool berbahasa Inggris?” dan jawabannya sama dengan dr.Ira tapi penekanannya lebih kepada kurang stimulasi dan pemakaian 2 bahasa (Inggris di sekolah/TV dan Indonesia bahasa sehari-hari di rumah).. tapi dari hasil pengamatan sementara, dr. Ariyanti perhatikan si mba’e cukup telaten dan komunikasinya baik dalam mengasuh Baron jadi stimulasinya sebenernya cukup baik, hanya perlu lebih dipertegas dan frekuensinya diperbanyak dengan permainan edukatif..

Kurang stimulasi disini diartikan oleh dr.Ariyanti karena Baron lahir dengan cara cesar maka daya juang/struggle untuk meraih/mencapai sesuatu itu tidak sebesar anak yang lahir alamiah.. jadi maksudnya:

  • kalau anak yang lahir alamiah, sejak dia masih di dalam perut, calon bayi ini sudah berusaha sendiri dan mencari jalan keluar untuk bisa dilahirkan oleh si Ibu tanpa bantuan orang atau alat2 lainnya..
  • sedangkan anak yang lahir cesar, sejak lahir dia sudah mendapat bantuan dari orang atau alat2 kedokteran sehingga proses lahirnya mudah tanpa dia perlu usaha mencari jalan keluar sendiri…

Secara logika, hal tersebut pun berpengaruh kepada proses tumbuh kembang si anak di kemudian hari… hhhm, masuk akal juga yaaa….Namun demikian, apakah hal tersebut bisa menjadi stereotipe anak lahir alamiah dan cesar akan selalu seperti itu? tentu tidaaak… banyak hal-hal lain yang mempengaruhi proses tumbuh kembang anak… Dalam hal ini, Baron perlu mendapat stimulus/rangsangan dari luar yang lebih banyak & efektif untuk dapat mencapai milestone sesuai usianya… lagi-lagi milestone setiap anak tidak dapat dalam waktu singkat dan bersamaan

Trus saya tanya lagi “Usia berapa yang baik/ideal untuk mengkonsultasikan tumbuh kembang anak?” .. jawabnya konsultasi tumbuh kembang dapat dilakukan kapan saja, terutama kalau orang tua merasa ada sesuatu di dalam proses tumbuh kembang anak yang kurang tepat sehingga perlu konsultasi.. Konsultasi dibutuhkan agar orang tua mengetahui apakah si anak perlu terapi atau enggak dan terapi jenis apa yang dibutuhkan untuk anak…

Konsultasi tumbuh kembang tidak melulu anak yang punya masalah atau kebutuhan khusus..Kadangkala orang tua merasa anaknya gak ada masalah, fine-fine aja atau bahkan ada yang pura-pura merasa baik-baik saja karena malu oleh lingkungan/keluarga kalau anaknya ada masalah, tapi begitu dikonsultasikan ternyata dari hasil tes/assesment/observasi anaknya bermasalah di proses tumbuh kembang (misal perilaku) walaupun secara fisik dia sehat wal afiat… ooooh, ternyata ada juga perilaku yang tersembunyi…

Untuk kasus Baron, idealnya sebelum dimasukkan ke priskool sebaiknya konsultasi tumbuh kembang dulu untuk mengetahui apakah anak sudah siap untuk terima berbagai macam stimulasi dari luar lingkungan rumah… Namun demikian, di usia 2 tahun ini langkah yang sudah baik dan so far tidak ada masalah yang cukup serius, hanya perlu stimulasi yang lebih saja untuk meningkatkan kebutuhannya bicara.. oooooh, oke dok *manggut-manggut*… alhamdullilah, legaaa *ngelus dada*

Berhubung Baron udah ngantuk/bosen karena kita konsultasi sudah jam 6.30 sore, tiba2 Baron narik2 tangan saya ngajak keluar ruangan sambil dadah2an “Byee” sama bu dokter… hahahaha… atau jangan2 dia kesel yaa karena tadi ditegur bu dokter jadi ngambek ngajakin pulang… hihihihihi… padahal saya belum selesai konsultasi jadi pas Baron narik tangan saya, saya tetap duduk sambil terus curhat ke bu dokter dan Baron mulai ngambek merengek duduk di lantai.. walaaah, yaa otomatis saya hampirin mau gendong dong yaaa… naluri kan boo’…

Eeeh tapiii bu dokter minta saya diam dan bersikap tegas ke anak apabila dia minta sesuatu dan org tua tidak ingin memberikan keinginannya, org tua harus bersikap tegas, jangan lemah hati dan gampang tergoda dengan tangisan anak…. Yassalaaaaam, mana tahan dooook kalau anak udah nangis2 gitu gak diturutin (selama yang diminta bukan hal yang membahayakan)… trus dia bilang “Baron, ibu masih mau ngobrol sama tante… Baron main dulu yaa sama mbak suster”… eeeeh kok yaa dilalah Baron langsung diem loooh, celingak celinguk sebentar ngeliatin aku & mbak ncus trus nunjuk ke arah mainan dan santai kayak di pantai melipir main lagi…. eeeebuuseeeeeet, dipelet pake apaan yak anak guwek bisa nurut begitu *tepok jidat*.. minta resep peletnya dong doook… :p

Gak berapa lama pas Baron lagi main gitu, bu dokter minta mba’e keluar dari ruangan secara diam-diam supaya gak ketauan Baron tapi pas mba’e tutup pintu, Baron pas nengok dan tau kalau dia ditinggal mba’e langsung geret tanganku untuk nemenin dia main.. akhirnya saya temenin sebentar tapi duduk di belakangnya… Beberapa menit kemudian, bu dokter juga minta saya keluar ruangan diam-diam… eeeh pas baru mau jalan ke arah pintu ke-gap deeh sama Baron dan dia langsung lari ngaciiiiiir ngehampirin saya, gak mau ditinggal berduaan sama bu dokter… gagal deeeh bu dokter mau observasi berduaan aja… yaasutralaaa yaa dook…

Alhamdulillahnya, respon tersebut dinilai cukup positif sama bu dokter, artinya mas Baron aware atas situasi di sekitarnya walau sedang asik main… mengerti atas ketidakhadiran orang terdekatnya (either mba’e atau ibunya) dengan reaksi yang positif yaitu tanpa menangis atau teriak-teriak.. Untungnya bu dokter juga gak memaksa observasi one on one itu harus dilakukan saat itu..

PeeR untuk ibunya Baron…

  • Melakukan terapi perilaku dulu selama 1-2 bulan baru setelah si anak paham/mengerti dan timbul kebutuhan untuk bicara baru dilanjutkan dengan terapi wicara….. oooooh, ini agak beda sama yang diterapin di Pela 9, terapi perilaku (SI) dilakukan bersamaan dengan terapi wicara…
  • Di rumah perbanyak stimulasi dengan permainan edukatif
  • Sementara stop dulu sekolahnya kecuali bisa pindah sekolah dengan bahasa Indonesia
  • Perbatasi tontonan TV dan perbanyak tontonan edukatif berbahasa Indonesia…. *pencet2 remote sampe botak gondrong kalo ini mah*

Ooooiya, bu dokter juga nyampein kalau bahasa Indonesia itu adalah bahasa yang paling canggih diantara bahasa lain di seluruh dunia… Bahasa Indonesia lengkap semua ada dan dibunyikannya sesuai dengan huruf yang ada, tanpa bumbu2 penyedap lain jadi kalau kita pintar berbahasa Indonesia otomatis mudah untuk belajar bahasa lainnya… misal lafal huruf AIUEO ditaruh di kata/kalimat manapun juga bunyinya sama AIUEO, penyebutan kata bacaan lugas & tegas (tidak cadel seperti pada bahasa Inggris atau tidak sengau seperti pada bahasa Prancis) dll..

Akhirnya stelah 1 jam, konsultasi diakhiri dengan mas Baron pamitan sama bu dokter dengan salim cium tangan then say bye (defaultmode.on)..

Untuk melengkapi info ini bisa klik link dibawah ini…

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

8 thoughts on “Konsultasi Tumbuh Kembang @ RSPI

  1. Terapi perilaku itu seperti apa ya, mbak Sinta? Saya sudah pernah ke dr.Aryanti, diagnosanya sama: keterlambatan bicara, harus berhenti sekolah bilingual, harus mengikuti terapi perilaku, SI, namun karena kendala transportasi utk rutin bawa putri kecil saya (3 thn) ke rspi, jadi saya teruskan terapi SI dan TW di Klinik Anak Mandiri, ruko pesona khayangan depok. Mohon infonya, perkembangan apa yang diperoleh dari Terapi Perilaku? Apakah Terapi Perilaku hanya berguna untuk menentukan jenis terapi selanjutnya? Bulan lalu, putri saya “baru” diperbolehkan mengikuti Terapi Okupasi (melatih otot-otot halusnya).

    Like

    1. Hi Desy, sorry for late respond.. terapi perilaku itu lebih kepada melihat respond/reaksi/perilaku anak di kegiatan sehari2.. misalnya pada saat diberi instruksi sudah mengerti atau belum, langsung melakukan apa yang diminta atau tidak atau justru reaksinya bingung/menangis/teriak2/diam saja dsb. Respon2 itu yang jadi observasi dokter untuk melihat apakah anak memang tidak mengerti akan bahasa yang disampaikan oleh orang dewasa atau ada faktor lainnya yang menyebabkan si anak bereaksi yang tidak sesuai instruksinya. Kurang lebih seperti itu ya..

      Like

  2. Hi mb Shinta.. Saya baru membaca artikel ini pas lg browsing2 ttg delay speech-theraphy.
    Dokter tumkemb anak saya menduga anak saya juga delay speech. Umurny saat ini baru 1th 10 bln tp kosakata yg jelas bllm ada 10.
    Mnrt dokterny mgkn krn terlahir prematur shg kondisi ini terjadii.
    Anak saya di sarankan early therapy jg nih, jd mo tanya2 buat referensiny.
    Bagaimana hasil terapi wicara d RSPI sm Baron? Termasuk oral massage jg kah terapiny? Brp lama mb Shinta melakukan terapi wicara ini? Apakah terapi wicara ini hrs di barengi dgn SI jg? Thanks ya mb.

    Like

    1. HI Dewi, sesuai postingan saya sesudah konsultasi ini saya putuskan utk terapi di Pela 9 saja.. terapinya +-1 tahun dari umur 2 -3 tahun gabungan speech therapy dan SI.. kalau oral massage sih enggak ya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s