Posted in Big brother - mas B, Daily stories, Tips

Pengurusan paspor anak tanpa calo (urus sendiri)

Bulan Juni 2012 yang lalu, paspor saya, ibu dan adik sudah waktunya diperpanjang karena expired. Bersamaan dengan itu, saya rencana mau sekalian buat paspor baru untuk Baron (1y9m). Awalnya saya mau pakai jasa calo aja karena gak mau ribet tapi begitu tanya beberapa calo langganan teman ternyata biayanya tinggi juga, mulai dari Rp.550 ribu s.d Rp.750 ribu. Coba kalau dikali 4 paspor, bisa abis Rp. 3 Juta sendiri. Selain itu sempet juga minta bantuan om yang kebetulan mantan kepala imigrasi, tapi beliau bilang sebaiknya diurus sendiri karena proses pembuatan paspor sekarang ini jauh lebih mudah, murah dan cepet dibanding dulu dan bisa online pula. Waaaaah, masaaaa’ siih?

Daripada penasaran, saya coba browsing2 dan ternyata udah banyak artikel & blog2 yang membahas tentang kemudahan bikin/urus paspor sendiri. Soo, akhirnya kami memutuskan untuk coba bikin paspor sendiri.

Step 1

Saya mulai kumpulin dokumen2 yg diperlukan untuk perpanjangan paspor saya, ibu & adik serta pembuatan paspor baru Baron (somehow dokumen yg diperlukan hampir sama).. Berikut dokumen yg diperlukan untuk pembuatan paspor anak:

  1. Fotokopi Akta kelahiran Anak, 1 lembar.
  2. Fotokopi Kartu Keluarga, 1 lembar.
  3. Fotokopi Akta kelahiran orang tua (Ayah dan Ibu), masing-masing 1 lembar
  4. Fotokopi KTP orang tua (Ayah dan Ibu), masing-masing 1 lembar.
  5. Fotokopi Paspor Orang Tua (Ayah dan Ibu), masing-masing 1 lembar.
  6. Fotokopi Surat Nikah, 1 lembar.
  7. Surat Pernyataan dari orang Tua yang sudah ditanda tangani oleh kedua orang tua (Ayah dan Ibu) diatas materai Rp. 6000,- (format surat sudah tersedia di kantor imigrasi)
  8. Formulir data diri yang bisa dibeli dikantor imigrasi seharga Rp. 5000,-.

Catatan:

Semua berkas harus difotokopi ukuran kertas A4, termasuk KTP yang berukuran kecil juga difotokopi di kertas A4 dan tidak boleh digabung

Contoh: KTP ayah dan ibu difotokopi terpisah: KTP ayah di 1 lembar A4, KTP ibu di 1 lembar A4.

Step 2

Saya coba daftar dan submit dokumen (scan jpeg) melalui fasilitas online yg tersedia di web imigrasi http://www.imigrasi.go.id/index.php tapi begitu selesai submit semuanya dan sampai pada tahap daftar waktu foto & wawancara di kantor Imigrasi Jaksel (btw, pendaftaran paspor bisa dilakukan di kantor imigrasi mana saja, tidak harus sesuai domisili) kok kalendernya Cuma muncul tanggal2 di bulan Desember 2012 aja, sedangkan saya submit di bulan Juni lalu…. laaaaah, kok mau wawancara aja harus nunggu selama itu, sedangkan pas saya coba submit di kantor cabang lain (Jakbar, Jaktim & Jakpus), kalender yg keluar sesuai tanggal di bulan Juni itu. Karena ragu-ragu dan takut salah input, akhirnya dengan sedikit “terpaksa” harus datang langsung ke kantor imigrasi Jakarta Selatan di Warung Buncit.

FYI, kantor imigrasi cab. Jaksel – Warung Buncit sekarang gedungnya sudah selesai renovasi.. baru gres!! proses pembuatan paspor ada di lantai 2, sistem antrian pake otomasi mesin dan loketnya pun banyak. Antrian untuk penyerahan dokumen, pembayaran dan foto/wawancara terpisah dan berurutan jadi gak ada bottle neck.. kita juga nunggunya duduk di ruangan ber-AC… so far nyaman banget terutama kalau dateng pagi karena belum banyak yg dateng…

Berhubung rutinitas pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, penyerahan dokumen saya titipkan ke ibu & adik saya (penyerahan dokumen dapat diwakilkan / tidak harus datang sendiri).. Berdasarkan pengalaman, mereka datang jam 7.45 sudah dapat nomer 30. Sambil menunggu loket buka jam 8, ibu & adik saya membeli map kuning untuk administrasi berkas2 dokumen tsb dan mengisi formulir2 yang disediakan. Jam 8.20, nomor antrian 30 dipanggil, copy2 dokumen siap disubmit dengan memperlihatkan asli dokumen ke petugas. Jam 9 selesai. Foto & wawancara dijadualkan 3 hari kemudian atau paling lambat 30 hari sejak penyerahan dokumen.

Step 3

Saya dan keluarga datang untuk foto & wawancara 4 hari sejak submit dokumen… Saya datang jam 8.15 sudah dapat antrian no.75 – 78… sambil menunggu antrian, Baron lari-lari kesana kemari karena belum banyak orang yang datang, makin siang makin crowded suasananya jadi perhatiannya saya alihkan dengan main mobil2an atau ngemil biskuit… jam 9.30, nomor antrian kami dipanggil untuk melakukan pembayaran dulu di kasir dan total jendral biaya resminya hanya Rp.255 ribu/paspor… Coba bandingkan dengan biaya lewat calo yg 2 kali lipat lebih, waaaah rugi bandar boooo’…

Selesai bayar fee, lanjut antri ke loket foto & wawancara.. walaupun nomor antrian kami masih belum dapat panggilan tapi petugas kasih priviledge untuk peserta balita dan manula (> 60 tahun) didahulukan antriannya, jadi setelah bayar di kasir Baron bisa langsung foto deeeh… yeeaaay, trimikisi paaak =)

Alhamdulillah, proses foto Baron berjalan lancar, anakku pinter mau disuruh duduk sendiri tapi tetep aku berdiri di samping kursi.. sementara ibu & adikku berdiri di belakang petugas foto untuk curi-curi perhatian Baron supaya kepalanya mau fokus ke arah kamera.. keliatannya sih petugas foto imigrasi ini sudah cukup pengalaman menangani bayi & balita untuk foto walaupun kadang2 perlu extra effort kalau tiba2 anaknya crancky/ngambek/gak mau liat ke kamera.. Selesai difoto, Baron langsung dibawa keluar ruangan sama si mbak dan gak berapa lama langsung tidur di gendongan mbak, sementara aku, ibu & adikku lanjut menunggu giliran foto & wawancara..

Pada saat wawancara, berkas asli yang harus diperlihatkan:

  1. Akta Kelahiran Anak.
  2. Kartu Keluarga.
  3. Akta Kelahiran Orang Tua.
  4. Paspor Orang Tua.
  5. KTP Orang Tua.
  6. Surat Nikah Orang Tua.

Seluruh proses foto dan wawancara selesai kira2 jam 10.30. agak lama karena dokumen ibu sempet ketlisut terselip di bawah tumpukan2 dokumen yang lain padahal sudah foto, tinggal tanda tangan.. (tipsnya: jangan enggan tanya2 ke petugas)

Sooo, it’s all wrap!!

STEP 4

Pengambilan paspor. Biasanya paspor selesai 7 hari kerja (maksimum batas pengambilan 30 hari kerja), tapi untuk lebih pasti sebaiknya sms dulu untuk mengetahui status paspornya.

  1. Layanan SMS Gateway ke nomor 08118113456.
  2. Ketik PASPOR(SPASI)NO PERMOHONAN.
  3. Ketik INFO untuk mengetahui info paspor dan SARAN untuk menyampaikan saran.

Urus paspor sendiri sama sekali ga ribet kok, hanya butuh kesabaran untuk antri aja dan 3x bolak balik:

  1. Penyerahan dokumen (bisa diwakilkan, dhi saya diwakilkan oleh ibu & adik saya)
  2. Bayar, foto, wawancara (ybs harus datang sendiri)
  3. Ambil paspor (bisa diwakilkan dengan surat kuasa atau diwakilkan oleh salahsatu peserta pembuat paspor, saya diwakilkan oleh Ibu)
Baron 1st passport

TIPS

Tips bagi yang ingin mengurus paspor anak sendiri (perpanjangan maupun baru) khususnya di kantor wilayah Imigrasi Jaksel – Warung Buncit:

  • Datang pagi hari sebelum jam 8 supaya dapet nomor antriannya masih awal2 dan dapet parkir di dalam area (tempat parkir di ground & basementnya kecil/daya tampung mobil sedikit) atau parkir di gedung sebelah/seberangnya
  • Jangan lupa asli dokumen anak lengkap dibawa pada saat wawancara untuk validasi data
  • Bawa mainan, makanan- minuman/cemilan supaya anak gak bosen nunggu
  • Sediakan waktu yg cukup fleksibel & tidak terburu-buru karena perngurusan paspor ini cukup butuh kesabaran untuk bolak balik dan mengantri

Selamat mencoba…. =)

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

3 thoughts on “Pengurusan paspor anak tanpa calo (urus sendiri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s