Posted in Travel stories

Journey to Solo I Usaha & Harapan

Selasa, 05.05.09 • Desa Ketapang, Kec. Susukan, Perbatasan Salatiga & Boyolali

**Usaha & Harapan**
Originally created by Shinta Daniel

Berhari2, berminggu2, berbulan2 berdatangan silih berganti…
Para wanita desa tua renta dgn bbg macam keluhannya…
Para lelaki desa tak berdaya dgn bbg mcm penyakitnya…
Para balita, remaja muda belia & kaum metropolis dgn bbg macam deritanya…
Berkilo2 jauhnya, berjam2 lamanya, berbagai cuaca badai topan, panas, angin, hujan mereka arungi…
Tanggalkan pacul, diamkan gerobak, tinggalkan separuh nafas hidup, lupakan sejenak prahara..
Ke suatu tempat di ujung Desa Ketapang…
Untuk satu tujuan hidup paling utama…
Bernama…

“.. Kesehatan & kesembuhan ..”

Demi segaris senyum, sebait suara, segemulainya gerak, sekuatnya otot & sendi, seuntai harapan bagi fisik, mental, batin diri & keluarga…

Adapun seorang haji muda tumpuan harapan para pelakon hidup..
Tidak dgn sulap, tidak dgn sihir, tidak pula dgn cara instan ponari..
Segala sesuatu dimulai dgn Bismillah & dengan kekuatan sentuhan, khusyuknya doa, ramuan alam, bersihnya hati, keihklasan, hilangnya segala ragu & ketidakpastian, kuatnya nawaitu Lillahi Ta’ala harapan kesehatan & kesembuhan Insya Allah kan tercipta..
Manusia berusaha, Allah jualah yg berkehendak..
Semoga Allah SWT selalu melindungi umatnya baik di dunia maupun di akhirat..

♥ Shinta lagi belajar lebih banyak tentang arti ke’hidup’an

Notes; Thanks to Mbak Marita dgn segala kerendahan hatinya selalu mengingatkan kita akan sgala kewajiban.. semoga kita semua bisa menjadi kaum yg mulia..

Sabda Rasulullah S.A.W :
” Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut ”

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap Astaghfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.

4. Mengucap Insya-Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.

5. Mengucap “La haula wala kuwwata illa billah” jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.

6. Mengucap “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” jika menghadapi dan menerima musibah.

7. Mengucap “La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah” sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s