Posted in Philosophy, Review

Pantang mati sebelum ajal

Kick Andy! Minggu, 26 April 2009 | Metro TV

Hmmm, baca judulnya udah ngeri duluan ya.. Tapi ceritanya gak seserem judulnya kok.. “Pantang mati sebelum ajal” adalah topik dari acara Kick Andy yg saya tonton hari Minggu yl..

Saya merupakan penggemar acara Kick Andy karena ;
– Topiknya selalu menarik, unik & langka.. Sering kita gak sadar bahwa kejadian yg diulas sangat dekat dgn kehidupan kita / luput dari perhatian kita
– Bintang tamunya kompeten & merupakan saksi kunci/pelakon dari topik yg dibawakan
– Hostnya -Andy F. Noya- pintar membawakan acara.. Tidak banyak bicara, fokus, lugas, sharingable, knowledgeable & juga penuh canda
– Banyak pengalaman hidup yg bisa dipetik, dipelajari & dimaknai untuk kehidupan pribadi & sosial bermasyarakat

Topik pada episode “Pantang mati sebelum ajal” adalah mengenai ketegaran & kisah hidup para penderita penyakit yg berhubungan dgn kekebalan tubuh/fungsi syaraf. Bintang tamu yg hadir a.l Pepeng yg menderita multiple schlerosis dan nara sumber lainnya.

Pelajaran yg dpt saya petik dari mereka adalah ketegaran, semangat, kekuatan & dukungan dari keluarga yg sangat kuat.

Salah satu nara sumber yg pernah lumpuh total (dan skrg sudah sembuh walau tdk 100%) mengatakan bahwa kesembuhan berasal dari 3 sumber mll Kekuatan Pikiran (positif thinking, optimis & berbaik sangka), Kekuatan Iman (Kuasa Tuhan) & Kekuatan Menulis (berkarya).. Sedangkan obat hanya untuk meringankan sakit sementara saja.. SUBHANALLAH..

Saya sering mendengar juga bahwa sehat/sakitnya tubuh kita tergantung dari kontrol tubuh kita sendiri terutama dari emosi, pikiran dan hati. Sedangkan faktor luar yg berinteraksi dgn tubuh kita spt makanan, minuman, cuaca dll sifatnya hanya pemicu saja.

Kembali ke topik semula…
Quote yg paling menyentuh hati saya pada acara itu adalah pernyataan dari Nicholas (cucu Dr.Retno Is Tranggono, pemilik brand RISTRA) yg mengidap Gullian Barree Syndrom penyakit auto immune, sistem kekebalan tubuh tidak membunuh virus tapi justru menyerang sistem kekebalan tubuh di dalam diri sendiri. Menyerang syaraf sehingga seluruh otot tidak dapat digerakkan atau lumpuh.

Nicholas/Nichos quote;
“Life is worth to live, so don’t waste your life”

Mungkin terdengar sepele tp saya gak nyangka akan kluar dari seorang anak laki2 usia 13/14 thn dgn emosi yg sangat tenang.

Biasanya seseorang akan lebih bisa memaknai / menghormati hidup & lebih dekat dgn Tuhan apabila sudah pernah merasakan ‘musibah’. Selalu ada hikmah dibalik setiap musibah. (Catatan; bukan berarti sblm terjadi musibah, seseorang tidak dekat dgn Tuhan atau tidak memaknai hidupnya)

Namun dlm sakitnya, seorang Pepengpun tidak pernah mengeluhkan/memperlihatkan rasa sakit kepada keluarganya (pengakuan dari sang istri), tidak pernah berkata “kenapa harus saya?”.. “Kenapa saya bisa menjadi seperti ini?”
Dalam sakitnya, dia selalu berusaha, berpikir dan berdoa “Apa yg saya bisa lakukan untuk mengurangi rasa sakit ini? Mengisi sisa hidup ini dgn hal yg berguna bagi saya & keluarga saya?”

Seringkali dalam setiap doa saya selalu berpikir egois
————————————
Ya Allah Ya Robbi..
Limpahkan kami (saya & keluarga) dgn kesehatan
Limpahkan kami dgn kenikmatan..
Limpahkan kami dgn kemudahan..
Dekatkan kami dgn indahnya surga..

Ya Allah Ya Robbi..
Jauhkan kami dari sakit..
Jauhkan kami dari musibah..
Jauhkan kami dari petaka & marabahaya..
Jauhkan kami dari siksa api neraka..”

Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
————————————

Lalu bagaimana dgn doa mereka?? Saya percaya bahwa Tuhan itu tidak pernah berkata TIDAK.. Tuhan selalu mengabulkan sgala permintaan dari umatnya, Tuhan selalu memenuhi segala kebutuhan dari umatnya.. Hanya saja Tuhan memberikan itu semua dalam bentuk & wujud yang berbeda dalam waktu yg kita tidak tahu kapan datangnya..

My quote;
“Jangan pernah pertanyakan apa yg sudah saya lakukan hingga saya jadi seperti hari ini tapi apa yang akan saya lakukan hingga saya bisa lebih baik dari hari ini”

NB; semoga bisa menjadi pencerahan & motivasi bagi smua yg masih dalam kondisi sehat walafiat tidak kurang suatu apapun.. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak?

Woooohoooo, Shinta raaawcks!!! **acung jempol, telunjuk & kelingking**

♥ Shinta lagi memandang langit sunset temaram Jakarta yg merah merona dari atas balkon rumah ♥

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s