Posted in Beauty Talk, Fashion

Simplicity is the ultimate sophistication

Jakarta, 23.04.09 | 1 day Branding guideline workshop | Daniel Surya, Brand Union

Beberapa hari yg lalu saya berkesempatan ikut workshop ttg brand guideline perusahaan kami yg baru.. Thank GOD akhirnya refreshing juga dr penatnya rutinitas dibalik layar monitor..

Sesi pertama, Daniel Surya cerita ttg filosofi & pengertian brand secara umum.. Pada intinya brand itu bukan sekedar logo.. Logo itu hanya hasil akhir/simbolisasi dari brand.. Esensi dari brand yg baik harusnya dimulai dari 1. People, 2. Environment & last but not least 3. is the logo itself..

Kalau menurut bahasa saya “Brand is a Soul”.. Ciyeeeeh, cakep bener dah.. *cateeeet!!*

Brand equity yg baik bisa tercapai apabila produk/barang dicopot merk/brandnya, konsumen akan tetap ingat/tahu bahwa produk/barang tsb adalah yg dimaksud, melalui ciri khas/keunggulan.. Baik itu dari bentuk, rasa, perilaku & elemen2 lain yg melekat didalamnya..

Karena kita hidup di dunia yg serba “similar”.. Semua serba sama atau paling banter dibilang “mirip”.. Sehingga yg bisa membedakan produk yg satu dgn yg lain adalah dengan BRAND/MERK/LOGO..

Perang antar brand yg paling sering dipakai untuk analisa kasus sekolah management/marketing adalah produk “Pepsi vs Coca Cola”..

Sama halnya kalau saya lihat 3 – 4 foto pantai berpasir putih dgn laut biru, langit biru tanpa ada embel-embel judul di foto tsb.. Saya akan sulit menebak foto apakah ini pantai di Bali / Thailand / Lombok / Ambon atau bahkan di Pulau Umang yg hanya 4 jam perjalanan dari Jakarta..

Salah satu bukti “The power of a brand” bisa dilihat beberapa hari yang lalu di salahsatu mall di daerah Senayan.. Orang rela berbondong2 datang dari bbg penjuru wilayah, antri berkilo2 panjangnya, berjam2 lamanya hanya utk mendapatkan 1-2 barang brand berlabel “buaya” untuk dapat melekat cantik di kakinya.. (in the name of discounted item, fashion trend & hedonism of course)

Sepulangnya dr workshop, saya datang k salah satu acara yg disponsori kantor saya & salah satu majalah wanita di hotel berbintang.. Judul acara Afternoon Tea Talkshow didatangi oleh beberapa wanita “sosialita”, “mapan”, “kelas atas”, “jetset”, “yg beruang yg bergaya” dan istilah2 lain yg mencerminkan kekayaan & kemakmuran.. *dalam hati: minum teh aja musti dandan ke hotel berbintang, gitu aja kok repot *

Tau darimana saya kalau mereka itu kaum “sosialita”.. Yaa dari ujung kepala sampe ujung kaki.. Rambut sasakan tinggi hasil styling dari salon terkemuka.. Wajah putih, mulus, bersih, bersinar disapu make up yg pastinya berkualitas tinggi.. Balutan gaun yg matching atas bawah karya desainer ternama/merk fashion terkenal baik lokal maupun internasional yg uda disiapkan dgn maksimal sesuai suasana acara karena dalam acara tsb ada penghargaan untuk best dress/costume of the day *Halah*.. Gembolan tas nangkring di tangan, yg dari logo & embossnya keliatan dari brand asal Italy/Spanyol/Amerika yg terkenal di dunia.. Ditopang sepatu/sendal yg desain/model/warnanya matching dengan pakaian & tebakan saya pasti juga bermerk.. Dilengkapi perhiasan blink-blink yg nyangkut di jari, di telinga & di tangan bikin sang sosialita tambah kemilau..

**Oh yeah, come to mama beibeh.. Just give me your wallet & let mama do the rest**

Dan dengan modal yg lumayan kenceng melekat di setiap tubuh sang sosialita, tentu saja meningkatkan tingkat pede untuk bergaya, bertutur kata, berpose, berjalan, berlakon layaknya seorang “SOSIALITA”..

**wish someday I will see my self in the super high class & exclusive magazine saying “Shinta in Prada & Gucci” hahaha only in your dream, babe**

Dan saya berandai-andai.. Andai saja dunia berputar dan semua kemewahan yang melekat itu nggelinding & lepas dari tubuhnya.. Brand “SOSIALITA” pun bisa jadi kan sirna..

Kecuali….

Tanpa modal “asesori-asesori” berbau brand/merk itu, sang sosialita tetap bisa menampilkan keanggunannya, kecerdasannya, kepedeannya, kekayaannya, kemakmurannya dengan segala kesederhaannya.. **acung 2 jempol**

That’s what I call “Simplicity is the ultimate sophistication”

PS;
– thanks to Wisnu B. for this nice quote that inspire me to complete the story..
– thanks to Maya O. & Dian A. for being my ultimate super high class socialites..

Shinta “si gembul” lagi berharap bisa lebih kaya iman daripada kaya harta.. Mantaaaab!!

Advertisements

Author:

i'm an ordinary mom & wife with ultraordinary love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s